Anak Bisa Saja Pubertas Sebelum Waktunya

Masa pubertas umumnya terjadi pada anak-anak di usia 11 tahun untuk anak perempuan, dan anak laki-laki biasanya terjadi pada usia 12 tahun. Namun Anda pasti tau bahwa pubertas pada anak bisa terjadi bahkan sebelum usia menapaki angka tersebut atau bisa dibilang sebagai pubertas sebelum waktunya.

Anak Bisa Saja Pubertas Sebelum Waktunya

Pubertas sendiri adalah masa-masa ketika tubuh mulai menjadi dewasa secara seksual, dan organ-organ reproduksi mulai berfungsi. Pubertas terjadi disebaban pelepasan hormon seks testosteron  (hormon seks pria yang diproduksi di testis) dan estradiol (hormon seks wanita yang diproduksi ovarium) di dalam tubuh.

Pubertas berdampak pada beberapa perubahan fisik, psikologis, dan perilaku pada diri anak. Pubertas pada anak perempuan akan terjadi perkembangan payudara dan mengalami menstruasi. Anak laki-laki juga akan mengalami peningkatan pada ukuran penis maupun testis serta suara menjadi lebih berat, bertumbuhnya bulu di area ketiak dan kemaluan, berjerawat, rendah diri, moody, bereksperimen dengan hal baru seperti merokok, dan lain-lain.

Ada beberapa penyebab anak mengalami pubertas sebelum waktunya, diantaranya :

1. Gender.

Ternyata pada anak perempuan, mereka 10 kali lebih mungkin mengalami pubertas sebelum waktunya daripada anak laki-laki.

2. Obesitas.

Penelitian mengungkap bahwa obesitas pada anak diduga dapat mengakibatkan pubertas sebelum waktunya, terutama jika terjadi pada anak perempuan. IMT atau Indeks massa tubuh yang tinggi pada anak obesitas menyebabkan kenaikan hormon leptin. Hormon tersebut diduga dapat memicu perkembangan pubertas menjadi lebih cepat. Namun dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna mendukung pernyataan ini.

3. Stres dan depresi.

Berdasarkan penelitian lain, pubertas pada anak juga terjadi akibat stres fisik atau emosional, seperti berat badan lahir rendah, ibu memiliki penyakit ketika hamil, atau tidak adanya sosok ayah diduga berperan penting dalam perkembangan pubertas sebelum waktunya. Tidak hanya itu, dalam beberapa penelitian diduga jika orangtua yang depresi dapat menjadi faktor risiko atau penyebab pubertas sebelum waktunya pada anak mereka.

4. Genetika.

Dalam studi lainnya disebutkan jika anak-anak yang memiliki ibu atau kerabat dekatnya mengalami pubertas sebelum waktunya lebih mungkin mengalami hal yang sama.

5. Penyakit.

Walaupun jarang, pubertas sebelum waktunya juga terjadi akibat penyakit seperti cacat, tumor, cedera, atau radiasi di otak atau tulang belakang.  Selain itu juga bisa disebabkan oleh cacat otak ketika lahir, beberapa jenis penyakit genetik, Hypothyroidism atau kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon, tumor di kelenjar adrenal atau kelenjar hipofisis (kelenjar di bawah otak), kista dan tumor ovarium, terpapar sumber eksternal estrogen atau testosteron seperti krim atau salep.

6. Paparan bahan kimia tertentu.

Paparan bahan kimia yang ada di lingkungan sekitar juga diduga berperan terhadap pubertas sebelum waktunya pada anak. DDT, PCB, phthalate, dan bisphenol A adalah contoh beberapa zat yang diduga bisa mengganggu produksi, aktivitas, dan eliminasi hormon alami dalam tubuh yang bertanggung jawab terhadap perkembangan, perilaku, kesuburan, serta metabolisme. Namun efek bahan kimia lingkungan pada masa pubertas ini masih belum jelas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

7. Ras.

Anak-anak dari latar belakang/ras tertentu ternyata memiliki kecenderungan terhadap pubertas sebelum waktunya daripada ras lain. Rata-rata, pada usia pubertas untuk anak perempuan kulit putih adalah 10,5 tahun, anak perempuan hispanik 10 tahun, dan anak perempuan kulit hitam 9,5 tahun. Sedangkan tanda-tanda pertama pubertas anak laki-laki kulit putih dan hispanik dimulai pada usia 10 tahun, dan anak laki-laki kulit hitam 9 tahun. Namunbelum ada penelitian yang bisa membuktikan mengapa usia masa pubertas berbeda antar ras.

Baca juga : Tanya Jawab Dengan Dokter Tentang Pertumbuhan Gigi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *