Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih

Bronkitis bukan penyakit yang asing di telinga kita. Bronkitis, termasuk penyakit yang sering terjadi pada anak-anak, bahkan sampai mereka tumbuh dewasa.

Bronkitis, adalah kondisi penyakit yang ditandai dengan terjadinya infeksi di saluran paru-paru utama dari paru-paru (bronkus) yang menyebabkan inflamasi (peradangan) pada saluran udara, termasuk saluran pernapasan.

Penyebab umumnya berasal dari virus. Bronkitis akut adalah sebutan bagi infeksi pernapasan dingin, atau atas. Pada Bronkitis akut, bisa dibilang ini adalah jenis ringan karena bisa sembuh sempurna hanya dalam beberapa minggu. Namun, bagi penderita yang memiliki penyakit menahun semisal memiliki gangguan Jantung dan paru-paru di usia lanjut, Bronkitis bisa bersifat kronis.

Adapun cara mengobati Bronkitis dalam sejarah kuno, dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti kayu manis, lada, kopi, terpentin, kalium nitrat hingga bawang putih. Untuk kali ini, seperti judul yang tertera diatas, kita akan sedikit mengulas tentang bagaimana Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih.

Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih

Pengobatan Bronkitis Dengan Memanfaatkan Bawang Putih.

Di dalam bawang putih, terdapat kandungan senyawa Organosulphur, yang berpotensi mampu membantu pengobatan Bronkitis. Saat mengiris bawang putih segar, secara alami bawang putih melepaskan enzim alliinase yang membentuk allicin yang mengarah pada penciptaan senyawa Organosulphur. Bawang putih yang kemudian dipanaskan dapat membuat Allinase tidak aktif, sehingga memungkinkan bawang putih segar didiamkan selama 10 menit sebelum memasak dapat mengaktifkan senyawa allicin.

Kandungan alami dalam bawang putih segar juga cukup melimpah, diantaranya Vitamin A, B dan C. Bawang putih juga berisi kandungan seperti tembaga, besi, kalium, seng, selenium, kalsium, germanium, aluminium dan sulfur. Rata-rata dosis untuk bawang putih segar di cincang adalah 4 gram per hari, kecuali ditentukan lain. Periksakan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan bawang putih sebagai pengobatan.

Rekomendasi pengobatan Bronkitis pada anak-anak, dengan obat herbal QnC Jelly Gamat.

QnC Jelly Gamat, merupakan obat herbal alami yang berbahan dasar teripang emas. Dengan kemampuan teripang emas untuk pengobatan penyakit kronis-akut, termasuk mengobati penyakit Bronkitis kronis.

Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih

Testimoni QnC Jelly Gamat.

Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih

Testimoni diatas kami jamin 100% real.

Jika Anda berminat, silahkan pesan produk herbal QnC Jelly Gamat sekarang juga melalui sms (fast respon), dengan format pemesanan berikut ini :

Ketik NSQG : Nama Anda : Jumlah Pesanan : Alamat Lengkap : No. Hp/Tlp.
Kirim SMS/Whatsapp ke 085.223.944.949

Contoh untuk pemesanan 2 botol :

NSQG : Delima : 2 botol : Jl. Empangsari No. 85 Tasikmalaya Jawa Barat : 087.826.xxxxx kirim ke nomor diatas.

Jangan lupa untuk mencantumkan kode “NSQG” sebagai kode produk agar tidak tertukar dengan produk lain.

  • Harga QnC Jelly Gamat adalah Rp. 155.000,-
  • Anda akan mendapatkan potongan harga sebesar Rp. 5.000,- jika pesan produk 4 botol.
  • Potongan harga lainnya berlaku kelipatan.
  • Info harga selengkapnya : DISINI.
Posted by Anak Kita Sehat.

Penyakit Croup, Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya

Pernah mendengar tentang penyakit Croup sebelumnya? Ya, Croup termasuk jenis infeksi saluran pernapasan yang biasa terjadi pada anak-anak umumnya dari usia 6 bulan sampai 3 tahun dan bahkan anak-anak usia lebih tua.

Pada umumnya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang laring dan trakea (kotak suara dan batang tenggorokan). Di lokasi keduanya yang merupakan jalan masuk udara ke organ paru-paru. Infeksi pada saluran pernapasan ini mengakibatkan suara batuk yang khas menyerupai gonggongan.

Penyakit Croup, Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya

Penyebab Croup.

Croup termasuk jenis penyakti yang disebabkan oleh virus Parainfluenza. Perbedaan dari virus Parainfluenza I merupakan tipe virus yang paling banyak menyebabkan Croup. Virus ini menyebar melalui sentuhan antar manusia, dengan benda, atau permukaan apa pun yang telah terkontaminasi. Virus ini juga bisa menyebar lewat udara yakni saat bersin, dan batuk. Beberapa virus lain yang dapat memicu Croup diantaranya virus flu (influenza A dan B), campak, pilek (rhinovirus), enterovirus (penyebab penyakit tangan, kaki, dan mulut), dan RSV (penyebab pneumonia pada bayi).

Croup dpat terjadi lebih dari satu kali pada anak-anak. Penyebab umumnya terjadi bersamaan saat anak flu dan pilek. Pada anak laki-laki Croup lebih rentan terjadi. Infeksi virus Croup menyebabkan pembengkakan pada laring dan penyumbatan pada trakea yang dapat berpengaruh juga kepada paru-paru.

Selain infeksi virus,Croup juga dapat terjadi karena infeksi bakteri. Beragam kondisi lain yang dapat memicu Croup, diantaranya seperti tanpa sengaja menghirup benda atau zat yang kecil (misalnya kacang), peradangan pada area epiglotis (epiglotitis), dan alergi, menghirup zat kimia, begitu juga dengan keadaan keluarnya asam dari perut menuju tenggorokan atau acid reflux.

Mengenal Gejala Croup.

Diantara gejala-gejala yang menyerupai flu dapat dialami anak beberapa hari sebelum timbulnya gejala Croup, yaitu

  • Hidung beringus.
  • Sakit tenggorokan.
  • Batuk.
  • Demam yang dapat berlangsung hingga beberapa hari.
  • Kesulitan bernapas.
  • Suara yang serak.
  • Suara batuk seperti menggonggong yang keras.
  • Suara kasar bernada tinggi saat menghirup napas.

Suara dan gejala ini akan lebih mudah terdengar dan bertambah buruk saat anak menangis atau ketika mereka tidur di malam hari. Gejala ini dapat berlangsung beberapa hari hingga 2 minggu.

Pengobatan Croup.

Dalam penanganan Croup pada anak, pemberian cairan yang cukup sangat diperlukan jika kondisi Croup terlampau ringan agar dehidrasi pada aak dapat dicergah. Selain itu, anak bayi dan anak-anak yang lebih besar bisa diberikan ASI, air putih hingga susu formula. Yang terpenting adalah membuat anak merasa nyaman dan tenang, karena jika anak menangis gejala dari Croup bisa menjadi lebih parah

Croup yang lebih parah akan ditangani oleh dokter dengan pemberian obat-obatan jenis obat kortisteroid oral yang akan membantu meredakan pembengkakan di tenggorokan dan parasetamol khusus anak untuk meredakan demam serta rasa sakit yang muncul.

Semoga bermanfaat.

Posted by Anak Kita Sehat.

Mengenali Ciri Anak Autisme Sedari Dini

Kita semua pasti sudah mengerti tentang apa itu Autisme. Ya, Autisme, adalah gangguan perkembangan mental kompleks pada anak-anak dan umumnya gejalanya akan muncul saat anak berusia dibawah lima tahun.

Mengenali Ciri Anak Autisme Sedari Dini

Gangguan perkembangan ini biasanya dapat berpengaruh pada kemampuan anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Tidak heran, jika Autisme juga membuat anak berperilaku kurang lazim atau tidak sesuai sebagaimana anak seusianya.

Autisme, bukanlah sebuah kondisi yang dapat menular. Sampai saat ini, penyebab dari Autisme masih dalam pengkajian lebih lanjut oleh para ahli. Namun Bunda, para ahli mengemukakan jika terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan Autisme pada anak.

Salah satu faktor penyebab Autisme dikatakan adalah faktor genetik. Faktor genetik serta lingkungan yang berpolusi, dan dekat dengan bahan pengawet dapat memicu kemunculan Autisme.

Hingga saat inipun, belum ada terapi instan yang bisa dijadikan pengobatan untuk gangguan Autisme. Penanganan saat ini yang lebih diutamakan adalah diagnosa akurat, pendidikan yang tepat serta dukungan kuat dari orangtua dan kerabat. Jika Bunda dirasa tidak sanggup, berarti Bunda hanya cukup untuk bersabar melatih si buah hati dan tetap memberi dukungan pada anak sebaik mungkin.

Bunda juga jangan khawatir, karena Mengenali Ciri Anak Autisme Sedari Dini cukup mudah kok. Untuk mengenalinya, Bunda cukup menjawab ya atau tidak pada pertanyaan di bawah ini:

  • Apakah anak Anda memiliki rasa tertarik pada anak lain?
  • Apakah anak Anda pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertarik pada sesuatu?
  • Apakah anak Anda mau menatap Anda lebih dari satu atau dua detik?
  • Apakah anak Anda meniru Anda? Misalnya, bila membuat raut wajah tertentu, apakah anak Anda menirunya?
  • Apakah anak Anda memberi reaksi bila namanya dipanggil?
  • Bila Anda menunjuk pada sebuah mainan atau apapun di sisi ruangan, apakah anak Anda melihat pada mainan tersebut?
  • Apakah anak Anda pernah bermain “sandiwara” misalnya berpura-pura menyuapi boneka atau berbicara di telepon?

Seorang anak berpeluang memiliki kondisi Autisme, jika minimal dua dari pertanyaan di atas dijawab tidak. Alasannya, saat anak tidak tertarik pada anak lain atau temannya, lebih suka menyendiri, tidak fokus, Hiperaktif, tidak merespon saat namanya dipanggil atau ia lebih suka menghabiskan waktunya untuk menikmati dunianya sendiri, bisa jadi anak tersebut mengalami Autisme. Jika ciri ini Anda temukan pada buah hati, disarankan agar segera memeriksakan atau mendapatkan diagnosa terkait kondisi anak dari dokter atau petugas medis rumah sakit.

Posted by Anak Kita Sehat.

Sahur Dengan Telur Ternyata Lebih Sehat Untuk Anak

Dalam dunia penelitian kesehatan terbaru terungkap jika sarapan untuk anak yang sehat tidak lain adalah dengan beberapa menu seperti sereal, oatmeal, roti dan lainnya. Namun yang paling baik dalam sarapan anak dikatakan lebih bagus dengan konsumsi telur karena telur memiliki kandungan tinggi energi dan rendah kalori.

Sahur Dengan Telur Ternyata Lebih Sehat Untuk Anak

Laman Boldsky melansir baru-baru ini bahwa para peneliti mengatakan identifikasi makanan untuk anak sebenarnya tidaklah sulit. Cukup dengan asupan protein rendah karbohidrat sehingga mencegah obesitas pada anak.

Dalam studi tersebut, para peneliti mempelajari bagaimana perilaku makan dari 40 anak yang berusia rata rata 8 sampai 10 tahun. Sebagian dari mereka mengkonsumsi telur untuk sarapan, dan sisanya adalah roti, oatmeal dan sereal. Setelah sarapan, anak-anak ini kemudian diperbolehkan untuk bermain game dan diamati perilakunya selama tiga minggu.

Dan hasilnya cukup menarik, anak-anak yang makan telur saat sarapan makan 70 kalori lebih sedikit pada siang hari dibandingan mereka yang sarapan lain. Secara keseluruhan, kebutuhan kalori untuk anak-anak sekitar 1.500-1.800 kalori. Jadi jika dia hanya mengonsumsi 70 kalori lebih rendah tentu akan menjauhinya dari risiko obesitas yang berujung pada penyakit. Mengonsumsi lebih banyak protein lebih baik ketimbang karbohidrat.

Posted by Anak Kita Sehat

Cara Melatih Anak Agar Mau Berpuasa

Bunda, puasa pada anak terutama anak balita, sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan jika tidak ikut puasa. Namun alangkah baiknya jika di usia demikian, anak-anak mulai diajari bagaimana berpuasa, agar ketika semakin besar terbiasa walaupun hanya dalam beberapa jam, atau setengah hari.

Anak pada umumnya memang terbiasa dengan pola makan sehari-hari dan ngemil di waktu-waktu tertentu. Inilah yang menyebabkan belajar berpuasa akan mengubah kebiasaan mereka. Tidak hanya perubahan perilaku, ibadah puasa juga membutuhkan perubahan kesadaran pada anak. Biasanya anak masih terarah pada pemuasan kesenangan. Namun saat Anda mengajarkannya berpuasa, anak belajar menahan diri. Itulah sebabnya melatih anak berpuasa perlu memperhatikan kesiapan fisik maupun psikologis mereka.

Lalu, bagaimana cara melatih anak agar ikut berpuasa dengan baik dan benar?

Cara Melatih Anak Agar Mau Berpuasa

Berikut adalah tips yang dapat dimanfaatkan Ayah maupun Ibu dalam melatih anak berpuasa.

1. Ceritakan Makna dari Puasa.

Melatih anak berpuasa dapat diawali dengan bercerita kepada mereka tentang makna puasa itu sendiri. Ayah Ibu dapat mengemasnya dalam berbagai cerita yang menarik, termasuk pengalaman Ayah Ibu berpuasa saat masih kecil.

2. Jelaskan Pengertian Puasa.

Anak bisa menerima perubahan jika ia siap menghadapi perubahan tersebut, termasuk saat anak belajar berpuasa untuk pertama kalinya. Oleh sebab itu, Ibu dan ayah perlu menjelaskan pengertian puasa dan mengingatkan pada anak beberapa hari sebelum bulan puasa dimulai. Gunakan kata-kata sederhana pada anak yang baru memulai pertama kali belajar puasa, seperti tidak makan dan tidak minum setelah sahur sampai waktu berbuka. Ceritakan juga apa saja yang Ayah Ibu lakukan di rumah saat berpuasa, agar anak dapat membayangkan apa yang akan terjadi. Ekspresikan ibadah puasa dengan positif dan menyenangkan, sehingga anak tertarik melakukannya juga.

3. Tawarkan Anak untuk Belajar Berpuasa.

Saat makna dan pengertian puasa telah disampaikan kepada anak, Ibu dan ayah dapat menawarkan anak berpuasa untuk pertama kalinya. Tidak dengan memerintah, namun cobalah dengan menawarkan sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan dan membanggakan. Mengajak anak dengan cara yang menyenangkan itu seperti saat mengajak anak bermain. Mengajak anak dengan cara yang membanggakan itu seperti menantangnya melakukan kegiatan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Pesannya tetap sama, mengajak anak belajar berpuasa.

4. Ciptakan Suasana Berpuasa yang Lebih Menyenangkan.

Selain kesadaran diri, anak juga akan melihat bagaimana orangtuanya berpuasa. Menciptakan suasana berpuasa yang menyenangkan dapat membuat anak ingin bergabung. Ibu dan ayah dapat memulainya dengan sahur yang menyenangkan, dengan persiapan dan waktu yang tidak terburu-buru. Lakukan sahur dengan gembira dan penuh syukur agar anak pun menikmati sahur, dan tidak melihat orangtuanya lesu. Selama seharian berpuasa, tunjukkan pada anak bahwa Ibu dan ayah pun dapat melakukan berbagai kegiatan dengan semangat meskipun tidak makan dan tidak minum.

5. Menyiapkan Makanan yang Tepat.

Makanan yang tepat untuk anak yang belajar berpuasa itu sesuai dengan kebutuhan dan kesukaannya. Siapkan makanan kesukaan anak yang sekaligus bisa memenuhi kebutuhan energinya. Jika memungkinkan, sajikan di piring favorit anak agar anak semangat makan saat sahur dan buka puasa.

6. Apresiasi Tiap Pencapaian Anak.

Saat anak belajar berpuasa untuk pertama kalinya, ia mungkin tak langsung berhasil berpuasa sehari penuh. Anak mungkin hanya bisa bertahan sampai pukul 9 pagi, 12 siang, atau 3 sore. Seberapapun pencapaian anak, beri apresiasi bahwa anak telah berusaha, dari belum pernah berpuasa menjadi berpuasa selama beberapa jam. Saat anak berhasil berpuasa lebih lama di hari berikutnya, apresiasi kemajuannya. Apresiasi adalah upaya menumbuhkan perilaku positif anak, termasuk saat anak belajar berpuasa. Gunakan kata-kata positif yang mengacu pada perilaku spesifik. Jangan menjanjikan hadiah pada anak. Pemberian hadiah hanya akan membuat kenikmatan berpuasa berpindah menjadi kenikmatan mendapat hadiah. (Sumber:temantakita).