Kenali Jenis Lemak Baik Untuk Pertumbuhan Anak

Kenali Jenis Lemak Baik Untuk Pertumbuhan Anak,- Jika kita mendengar kata lemak, pasti yang ada dipikiran kita adalah hal-hal yang mengacu pada keburukan seperti sumber penyakit, kegemukan, kolesterol dan lain-lain. Padahal tidak semua lemak itu bersifat buruk lho. Lemak sama halnya dengan protein dan karbohidrat yang dibituhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, yang harus diperhatikan adalah asupan lemak yang masuk kedalam tubuh sehingga tidak berlebihan dan mengganggu kesehatan anak Anda.

Kenali Jenis Lemak Baik Untuk Pertumbuhan Anak

Sebenarnya fungsi lemak jika dikonsumsi secara benar, akan memberikan beberapa manfaat untuk anak, diantaranya adalah:

  1. Mendukung perkembangan dan fungsi otak, artinya lemak baik untuk kecerdasan anak Sebagai sumber energi yang
  2. bermanfaat membantu anak dalam menjalani aktivitas harian mereka sehingga tidak cepat lelah
  3. Membantu peyerapan berbagai vitamin
  4. Memberi rasa kenyang sehingga dapat mengurangi keinginan ngemil

Untuk mendapatkan asupan lemak, tidak perlu khawatir, ada beberapa jenis makanan yang mengandung lemak yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Tapi tetap ya seimbangkan dengan asupan makanan dengan kandungan gizi lainnya. Beberapa makanan tersebut adalah:

  • Kacang-kacangan seperti kedelai, kacang tanah, mede dan lain-lain yang merupakan sumber nutrisi yang kaya lemak tak jenuh.
  • Alpukat, lemak dalam buah alpukat dapat menghambat dan menghancurkan sel-sel kanker mulut
  • Algae dan tumbuhan laut lainnya dimana lemak yang terkandung di dalamnya dapat mengurangi resiko peyakit jantung
  • Mentega, lemak pada mentega berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh
  • Ikan laut dan Minyak ikan, kaya akan omega 3 yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak anak
  • Kuning telur dan susu

Sebisa mungkin Anda sebagai orangtua menjaga / mengatur keseimbangan antara lemak baik dan lemak jahat yang masuk ke dalam tubuh agar anak terhindar dari resiko obesitas. Kenaikan berat badan secara berlebihan pada anak merupakan salah satu tanda bahwa lemak jahat lebih banyak dari pada lemah baik di dalam tubuh. Ajak anak untuk melakukan rutinitas harian yang banyak bergerak untuk mengurangi lemak jahat di dalam tubuh, alihkan keinginan anak untuk ngemil dengan kegiatan lain serta jaga pola makan anak dengan mengatur menu yang dapat membuat anak merasa kenyang sehingga anak tidak banyak ngemil makanan lainnya.

Nah, demkianlah artikel kami mengenai kandungan lemak berserta fungsinya yang dibutuhkan oleh anak-anak. Ingat, jika dikonsumsi secara benar dan sesuai dengan kebutuhan maka akan berdampak baik, jika berlebihan tentu akan berdampak buruk pada kesehatan anak Anda. Semoga bermanfaat.

Kenali Jenis Lemak Baik Untuk Pertumbuhan Anak

Pentingnya Omega 3 dan Omega 6 Bagi Perkembangan Otak Anak

Anak Kita Sehat,- Seberapa Pentingnya Omega 3 dan Omega 6 Bagi Perkembangan Otak Anak? Jika benar, bagaimana caranya memenuhi kebutuhan tersebut?

omega 3 dan omega 6Seperti yang dikatakan oleh Prof Dr dr Ratna Djuwita, MPH dari Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia salah satu kandungan gizi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang paling optimal adalah kandungan asam lemak esensial (lemak tak jenuh ganda) atau yang lebih dikenal dengan Omega 3 dan Omega 6.

Beberapa dari sekian banyaknya khasiat dari Omega 3 Dan Omega 6 diantaranya adalah baik untuk meningkatkan kesehatan otak anak. Pemenuhan zat Omega 3 dan Omega 6 ini ada kaitannya dengan kecerdasan seseorang. Sebab manfaat Omega 3 dan Omega 6 ini sangat baik bagi perkembangan sel-sel dan saraf pada otak. Sayang sekali mengetahui bahwa hasil riset RISKESDAS pada tahun 2010 mengenai manfaat Omega 3 dan Omega 6 harian pada anak Indonesia masih tergolong rendah dari rekomendasi badan kesehatan dunia (WHO).

Mungkin Anda akan bertanya, bagimana jika anak-anak Anda tidak mendapatkan asupan Omega 3 dan Omega 6? Sebenarnya tidak ada ciri khusus yang membahayakan, akan tetapi tentunya jika kebutuhan zat nutrisi terpenuhi bukankah pertumbuhan dan perkembangan anak akan menjadi lebih optimal? Maka dari itu, setiap kandungan gizi dan nutrisi wajib untuk diberikan oleh orangtua kepada anaknya baik dari asupan suplemen dan makanan sehari-hari.

Cara yang paling mudah mendapatkan asupan Omega 3 dan Omega 6 adalah dari makanan. Beberapa makanan yang kaya akan kandungan Omega 3 dan Omega 6 diantaranya adalah  ikan salmon, minyak kanola, buah avokad, minyak nabati, kacang dan biji-bijian, sayuran hijau seperti bayam, bunga kol, dan brokoli diketahui mengandung Omega-3 dengan kadar yang cukup tinggi. Konsumsi jenis sayuran diatas dapat diberikan dalam bentuk jus atau dimasak seperti biasa. Menurut situs WebMD, jenis makanna lain yang mengandung Omega-3 diantaranya adalah biji labu, oatmeal, cereal, dan minyak ikan cod. Beberapa jenis makanan yang terdapat di pasaran seperti margarin, yogurt, dan telur sudah diperkaya dengan penambahan Omega-3.

Penting: Meski para ahli lebih merekomendasikan makanan sehat yang mengandung jenis asam lemak tersebut, konsumsi suplemen Omega-3 mungkin dapat diperhitungkan dalam rangka memenuhi kebutuhan harian si kecil. Meskipun memang tidak ada resiko dalam mengkonsumsi suplemen Omega 3 dan Omega 9, ada baiknya Anda sebagai orangtua bertatap muka dengan dokter untuk berkonsultasi terutama seputar dosis yang tepat sebelum memberikan suplemen tersebut pada si kecil.

Nah, demikianlah artikel kami mengenai Pentingnya Omega 3 dan Omega 6 Bagi Perkembangan Otak Anak. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda sebagai orangtua yang ingin memenuhi kebutuhan kandungan gizi si buah hati.

Membasuh Tubuh Bayi Dengan Air Hangat Sebelum Tidur

Membasuh Tubuh Bayi Dengan Air Hangat Sebelum Tidur,- Penggunaan air hangat untuk mandi / membasuh badan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan keseluruhan tubuh apalagi jika dilakukan menjelang waktu tidur. Apalagi jika dilakukan pada bayi, memandikan air hangat saat malam hari sebenarnya tidak dianjurkan, tetapi cukup membasuh seluruh tubuhnya saja secara merata. Dan apa saja manfaatnya membasuh tubuh bayi dengan air hangat sebelum tidur?

relaksasi bayiPertama untuk relaksasi. Berbagai sumber mengatakan bahwa, membasuh badan ataupun mandi dengan air hangat sebelum tidur selain bermanfaat untuk menghilangkan segala jenis debu atau kotoran yang melekat, juga berguna untuk memberikan stimulasi pada urat syaraf dan peredaran darah agar lebih lancar.

Kedua adalah kesegaran. Peredaran darah dan sistem syaraf yang terstimulasi secara optimal dengan penggunaan air hangat, akan berimbas pada sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh dan pada akhirnya berpengaruh juga terhadap kesegaran.

Ketiga untuk membuat tidur bayi lebih nyenyak. Peredaran darah dan suplai oksigen yang lancar pada akhirnya akan berimbas pula pada kualitas istirahat atau tidur yang dilakukan. bayi akan lebih nyenyak dan lelap dalam menjalani aktifitas istirahat atau tidurnya.

Keempat untuk menyeimbangkan metabolisme. Menurut berbagai penelitian yang pernah dilakukan, peredaran darah dan asupan oksigen yang lancar pada seluruh bagian tubuh, akan berimbas pula pada pengoptimalan kinerja hormon yang memproduksi berbagai jenis enzym yang berguna untuk sistem metabolisme tubuh.

Terakhir adalah optimalisasi. Keseimbangan metabolisme tubuh yang terjadi, pada akhirnya akan berimbas pula pada pengoptimalan proses tumbuh-kembang bayi. Menurut berbagai penelitian, sebagian besar hormon pertumbuhan dan proses tumbuh-kembang bayi terjadi ketika bayi dalam keadaan lelap.

Demikianlah artikel kami mengenai Membasuh Tubuh Bayi Dengan Air Hangat Sebelum Tidur, boleh dilakukan ataupun tidak tergantung pada kondisi kesehatan bayi Anda, Jika sehat, tidak salahnya untuk mencoba. Terima kasih atas kunjungannya pada situs anakkitasehat.com, sampai berjumpa lagi pada artikel-artikel selanjutnya yang menarik dari situs kami. Salam sehat untuk si buah hati.

Penyebab & Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan

anak susah makanPenyebab & Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan,- Anak susah makan memang sangat mengkhawatirkan para orangtua. Terlebih jika si anak sedang dalam masa-masa pertumbuhan yang harusnya anak mendapatkan gizi dan yang lainnya yang diperlukan tubuh yang berasal dari makanan tapi malah anak tidak mau makan. Hal inilah yang membuat orangtua pusing dan bingung harus melakukan apa.

Ada dua faktor penyebab anak susah makan, diantaranya adalah faktor fisik dan faktor psikis. Faktor fisik meliputi terdapatnya gangguan di organ pencernaan maupun terdapatnya infeksi dalam tubuh anak. Sedangkan faktor psikis meliputi gangguan psikologis pada anak, seperti kondisi rumah tangga yang bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan bersama orangtua, maupun anak dipaksa memakan makanan yang tidak disukai.

Untuk mengatasi anak susah makan, sebagai orangtua, Anda bisa mencoba beberapa langkah-langkah berikut ini:

1. Coba sajikan makanan dalam porsi kecil.
Ingat, lambung si kecil belum mampu menampung makanan terlalu banyak, jadi berikan ia makanan sedikit demi sedikit.

2. Variasi makanan.
Cobalah buat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan buah hati Anda memilih makanan yang ia sukai. Biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya.

3. Sajikan dengan menarik.
Setelah menyajikan banyak pilihan, sajikan dengan tampilan menarik. Misalnya, mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear atau bebek kecil.

4. Jadikan saat makan menyenangkan.
Hindari mengancam, menghukum, atau menakut-nakuti anak agar ia makan lebih banyak.
Ini akan membuatnya merasa bahwa saat makan merupakan saat yang tidak menyenangkan. Dan bukan tak mungkin menimbulkan trauma psikologis baginya.

5. Makan dengan teratur.
Jadwalkan waktu makan dengan teratur, agar si kecil terbiasa dengan waktu makannya. Sama halnya dengan waktu tidur, mandi dan sebagainya.

6. Beri cemilan sehat.
Setelah bisa berjalan, si kecil gemar bereksplorasi dengan lingkungannya. Apalagi ketika memasuki usia 2 tahun, aktivitasnya semakin banyak saja. Ini mungkin membuatnya sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang. Untuk menyiasatinya, berikan ia cemilan sehat dalam porsi kecil namun beragam. Misalnya saja bola-bola kentang isi wortel dan daging cincang, sus mini isi fla coklat, donat tabor keju, dan sebagainya.

7. Hindarkan gaya memaksa dan mengancam dalam membujuk anak. Selama waktu makan, minimalkan gangguan, misalnya matikan televisi dan jauhkan buku atau mainan dari meja makan.

8. Libatkanlah anak anda untuk menyiapkan makanan.
Misalnya dengan meminta pertolongannya untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan maupun membantu menyiapkan meja makan. Selain itu, anak anda memerlukan contoh dari orang tuanya. Bila anda mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontoh pola makan anda sebagai orang tua.

9. Hindari memberi iming-iming makanan penutup sebagai hadiah.
Hal ini dapat menyiratkan bahwa makanan penutup merupakan makanan yang paling enak dan baik untuk anak. Selain itu, dapat meningkatkan keinginan mengkonsumsi makanan manis bagi anak. Anda dapat memberikan makanan penutup selama 2 hari dalam seminggu, sedangkan pada pekan berikutnya tidak anda berikan. Buah, yogurt atau makanan sehat lain dapat anda ganti sebagai makanan penutup.

10. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan.
Minuman rendah lemak maupun jus buah segar memang penting untuk anak, namun bila ananda terlalu banyak minum, tidak akan ada tempat yang cukup untuk makanan maupun kudapan sehat yang bisa masuk ke perut anak.

11. Lakukan introspeksi diri atas sikap dan pola asuh terhadap anak
Mungkinkah selama ini kerap bersikap otoriter atau overprotektif, sehingga membuat anak merasa cemas, marah, dan tak nyaman. Orangtua diharapkan bisa mengubah cara berpikirnya.

Bagaimana? Setuju dengan beberapa tips diatas tentang cara mengatasi anak susah makan? Lakukan apapun untuk anak Anda agar dia senang memakan makanannya dan jangan paksakan jika memang dia tidak mau. Anda bisa memulai dengan sedikit mem-variasi-kan makanan yang akan dia makan agar tampilannya menarik dan pastikan gizinya seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Semoga dapat bermanfaat dan Anda bisa menerapkannya dirumah. Terima kasih atas kunjungannya dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

 – Penyebab & Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan –

reposted by : anakkitasehat.com

Waspadai Penyakit Menular Ini Pada Anak Dan Balita

Waspadai Penyakit Menular Ini Pada Anak Dan Balita,- Anak-anak memang rentan terhadap penyakit menular, karena daya tahan tubuh anak yang bisa dibilang belum sekuat tubuh orang dewasa. Apa saja jenis-jenis penyakit menular yang terjadi pada anak? Diantaranya:

waspadai penyakit menular anak

1. Roseola infatum
Roseola  Infantum adalah penyakit virus menular pada bayi atau anak-anak yang sangat muda, yang menyebabkan ruam disertai demam tinggi. Roseola biasanya menyerang anak yang berumur 6 bulan – 3 tahun.

Penyebabnya adalah virus herpes tipe 6 dan 7. Virus disebarkan melalui percikan ludah penderita. Masa inkubasi (masa dari mulai terinfeksi sampai timbulnya gejala) adalah sekitar 5-15 hari. Biasanya penyakit ini berlangsung selama 1 minggu.
Demam timbul secara tiba-tiba, mencapai 39,4-40,6° Celsius dan berlangsung selama 3-5 hari. Meskipun demam tinggi, tetapi anak tetap sadar dan aktif. Pada saat suhu tubuh mulai tinggi, 5-10% penderita mengalami kejang demam (kejang akibat demam tinggi). Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di belakang kepala, leher sebelah samping dan di belakang telinga. Limpa juga agak membesar. Pada hari keempat, demam biasanya mulai turun. Sekitar 30% anak memiliki ruam (kemerahan di kulit), yang mendatar maupun menonjol, terutama di dada, perut dan kadang menyebar ke wajah, lengan hingga tungkai. Ruam ini tidak menimbulkan rasa gatal dan berlangsung selama beberapa jam sampai 2 hari.

Perawatan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua:
Usahakan anak banyak istirahat. Turunkan demam dengan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan di kemasan).

Komplikasi:
Bila suhu tubuh anak sangat tinggi, ia bisa mengalami kejang demam (serangan dapat terjadi bila infeksi virus disertai demam tinggi).

2. Sindrom Pipi Merah (Parvovirus B19)
Parvovirus B19 adalah virus yang umumnya, dan hanya menimpa manusia. Sekitar separuh orang dewasa pasti pernah terkena mungkin selama masa kanak-kanak atau remajanya. Gejalanya dimulai dengan demam dan gangguan pernapasan. Ruam, seperti bekas tamparan, muncul di kedua pipinya. Setelah lewat dua sampai empat hari, barisan ruam menyebar ke tubuh, lengan dan kakinya. Selama beberapa hari sebelum ruam muncul, penyakit ini mudah menular. Si anaknya biasanya tidak terlalu sakit dan sakitnya akan membaik dalam 7-10 hari.

Perawatan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua:
Berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan pada kemasan) untuk menurunkan demam, atau obati rasa gatalnya. Setelah anak sembuh dari infeksi Parvovirus, biasanya dia memiliki kekebalan dan selanjutnya terlindung dari infeksi ini di kemudian hari. Sebagai catatan, tidak ada vaksin atau obat yang bisa mencegah infeksi Parvovirus B19.

Komplikasi:
Penyakit ini bisa bermasalah bila kronis, karena dapat memicu anemia akut. Hindari kontak anak yang terinfeksi parvovirus dengan wanita hamil karena dapat menyebabkan keguguran.

Pencegahan yang dapat dilakukan, adalah:

Sering mencuci tangan telah dianjurkan sebagai cara praktis dan baik guna mengurangi tersebarnya Parvovirus.
Menjauhkan orang-orang yang terkena dari tempat kerja, penjagaan anak, sekolah atau pusat lain tidak cenderung mencegah tersebarnya Parvovirus B19, sebab penderitanya pun bisa menulari sebelum gelegatanya timbul.
Wanita hamil tak perlu harus disuruh menjauhi tempat kerja yang terkena rebakan Fifth Disease berhubung dengan hal tersebut di atas. Apakah dalam hal ini harus menjauhi dulu tempat kerjanya adalah keputusan wanita itu sendiri setelah mempertimbangkanya dengan keluarga, dokter dan majikannya.

3. Impetigo
Pernah mendengar sebelumnya tentang Impetigo? Impetigo adalah infeksi kulit yang sering terjadi pada anak-anak, sering disebut pioderma. Impetigo umumnya mengenai anak usia 2-5 tahun. Penyebabnya adalah bakteri Staphylococcus aureus atau juga Streptococcus hemolitikus.

Impetigo terdiri dari dua jenis, yaitu:

Impetigo krustosa/kontagiosa (istilah awamnya, cacar madu) merupakan kelainan yang terjadi di sekitar lubang hidung dan mulut. Ciri-cirinya, yaitu kemerahan kulit dan lepuh yang cepat memecah sehingga meninggalkan keropeng tebal warna kuning serupa madu. Bila keropeng dilepaskan, terlihat luka lecet di bawahnya.

Impetigo bulosa/vesiko bulosa (cacar monyet atau cacar api) yang sering terjadi di ketiak, dada, dan punggung. Ciri-cirinya yaitu kemerahan di kulit dan gelembung-gelembung (seperti kulit yang tersundut rokok hingga dikenal dengan cacar api), berisi nanah yang mudah pecah. Cacar api sangat mudah menular dan berpindah dari satu bagian kulit ke bagian lain. Jika terjadi pada bayi baru lahir, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Kelainan ini dapat disertai demam dan menimbulkan infeksi serius.

Gejala yang akan terlihat jika anak Anda terserang impetigo, Anda akan menemukan bintil-bintil lepuh kecil di sekitar hidung dan mulut atau telinga anak Anda, yang akan pecah dan mengeras membentuk keropeng kuning kecokelatan. Penyakit ini bisa menular bila lepuh masih mengeluarkan cairan dan berkerak, sampai dua hari setelah pengobatan dimulai.

Perawatan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua:
Antibiotik oral atau krim antibiotik yang diresepkan dokter.

Komplikasi:
Efek samping jarang terjadi, tapi karena penyakit ini menular, keadaan ini perlu ditangani segera.

4. Cacar Air
Cacar Air merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak-anak. Cacar air atau chicken pox disebabkan virus Varisela zoster. Virus ini menyerang kulit dengan membentuk luka (lesi) yang berisi cairan. Infeksi virus ini biasanya mengenai balita berusia 9 bulan keatas. Cacar air dimulai dengan kondisi tubuh yang tidak nyaman, muncul ruam dan terkadang suhu tubuh sedikit meningkat (di atas 37° Celcius). Setelah satu atau dua hari, muncul bintik-bintik – warnanya merah dan menjadi lepuhan berisi air. Biasanya mulai muncul di tubuh, kemudian menyebar dan mengering menjadi kerak, yang nantinya mengering dan mengelupas. Anak mulai terinfeksi sejak satu atau dua hari sebelum ruam muncul, sampai semua bintik mengering dan mengelupas.

Perawatan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua:
Biasanya anda tak perlu membawa anak ke dokter, kecuali anda tidak yakin apakah anak anda terserang cacar air atau bukan, atau anak Anda sangat tidak nyaman dan rewel. Berikan ia sebanyak-banyaknya cairan dan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan pada kemasan), untuk menurunkan suhu tubuhnya. Mandi dengan air suam-suam kuku dengan sedikit bikarbonat soda dapat membantu meredakan gatal. Atau, usapkan bintik-bintik dengan lotion calamine; bila ia terbangun di malam hari karena gatal, antihistamin juga dapat meredakan gejala (keduanya dapat diperoleh di apotik). Kenakan ia pakaian longgar yang terbuat dari bahan katun dan untuk sementara lepaskan popoknya untuk meredakan rasa gatal. Upayakan jangan sampai balita terinfeksi penyakit lain, sehingga terjadi komplikasi. Misalnya, jangan biarkan balita bermain di luar bersama teman-temannya dan hindarkan dia dari apa pun yang dapat membuat bintil-bintilnya pecah. Jika bintil pecah, kemungkinan terjadinya infeksi bakteri jadi lebih besar. Kalau sudah begini, balita harus diberi antibiotik bahkan kadang perlu di rawat di rumah sakit.

Komplikasi:
Dalam kasus yang jarang terjadi, cacar air dapat memicu penyakit ensefalitis (radang otak). Bila anak Anda menderita cacar air, pastikan ia tidak berada dekat ibu hamil di paruh pertama kehamilannya, dan tidak pernah menderita cacar air sebelumnya. Wanita hamil yang terserang cacar air dapat berisiko keguguran atau melahirkan bayi cacat. Wanita yang belum memiliki kekebalan tubuh dan akan segera melahirkan juga berisiko, karena bisa saja bayinya lahir dengan cacar air.

Pencegahan yang dapat dilakukan:
Cegah dengan vaksinasi. Untuk mencegah kemungkinan terkena atau tertular cacar air dapat diberikan vaksinasi. Kalaupun terkena setelah vaksinasi, biasanya tidak sampai parah. Vaksinasi biasanya diberkan pada usia satu tahun ke atas. Karena pada usia ini bayi sudah tidak lagi memiliki kekebalan tubuh dari ibunya. Daya lindung vaksin ini bisa mancapai 97% dan dapat diulang saat balita berumur 5 tahun.

5. Batuk Rejan
Penyakit yang disebut juga dengan batuk 100 hari ini merupakan salah satu penyakit infeksi pernapasan yang sangat menular. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, terutama di bawah umur 2 tahun. Batuk rejan juga dapat terjadi pada orang dewasa, tetapi tidak berbahaya. Menjadi lebih berbahaya jika terjadi pada anak-anak, balita, dan orang lanjut usia.

Penyebab penyakit ini adalah karena infeksi bakteri Bordetella pertussis dan terkadang oleh Bordetella parapertussis. Penularannya melalui batuk atau bersin penderita yang terinfeksi. Hti-hati terhadap orangtua karena gejala awal batuk rejan ini mirip dengan flu biasa, dan setelah dua minggu ia baru mulai batuk. Bisa juga ia tersedak atau muntah dan terkadang napasnya berbunyi ketika menarik napas atau setelah batuk. Butuh waktu berminggu-minggu hingga serangan batuk mereda. Infeksi bakteri ini menyumbat lubang udara dengan lendir dan bisa berlangsung sekitar empat minggu sejak batuk mulai. Bila anak Anda terserang batuk terus-menerus dan dalam waktu lama, kunjungi dokter, untuk mendapat diagnosa dan mencegahnya menulari orang lain.

Perawatan yang bisa Anda lakukan adalah berikan anak makanan yang mudah ditelan dan berikan banyak minum. Bantu ia mengeluarkan dahak dengan membaringkannya di atas pangkuan Anda lalu tepuk-tepuk punggungnya. Dokter juga akan meresepkan antibiotik. Berikan makanan bergizi yang mudah dicerna sedikit demi sedikit. Hindari makanan yang banyak mengandung gula pasir, pemanis buatan, dan gorengan.

Komplikasi:
Dalam kasus yang parah, anak mungkin harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan terapi oksigen dan pengobatan rehidrasi. Terkadang serangan batuk yang parah dapat menyebabkan radang di paru-paru dan membuat anak rentan terkena infeksi paru-paru. Infeksi sekunder, walaupun jarang, dapat memicu pneumonia dan bronkhitis. Hindari kontak dengan bayi lain yang berisiko terkena komplikasi.

6. Rubela (Campak Jerman)
Adalah sejenis campak namun berbeda virus penyebabnya, hanya menyerang sekali seumur hidup. Meski virus penyebabnya berbeda, namun rubella dan campak (rubeola) mempunyai beberapa persamaan. Rubella dan campak merupakan infeksi yang menyebabkan kemerahan pada kulit pada penderitanya. Rubella merupakan penyakit yang serius yang berpotensi menjadi suatu penyakit yang fatal yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. Gejala dari Rubela diawali dengan flu diikuti ruam berbintik-bintik, yang muncul dalam satu atau dua hari – awalnya di wajah, kemudian sisanya di tubuh. Kelenjar di belakang leher akan membengkak. Virus rubela mulai menyerang sebelum ruam muncul, sampai setidaknya empat hari setelah ruam hilang. Belakangan ini, penyakit ini jarang ditemui karena anak biasanya sudah mendapatkan suntikan campak, gondongan, rubela, pada usia sekitar 12 – 15 bulan.

Perawatan: Berikan anak minuman dingin, kenakan ia pakaian tipis dan berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan di kemasan) untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Komplikasi:
Meskipun termasuk infeksi ringan pada anak, jauhkan anak dari wanita hamil di atas empat bulan atau wanita yang sedang berusaha hamil. Bila anak Anda berada dekat-dekat wanita hamil sebelum Anda mengetahui penyakitnya, beri tahu dia agar bisa secepat mungkin berkonsultasi ke dokter. Hal ini perlu untuk mengetahui apakah ia telah mempunyai sistem kekebalan, karena infeksi ini dapat menyebabkan bayinya lahir cacat.

Pencegahannya untuk anak-anak balita, pada usia 15 bulan atau 12 bulan (jika ia tidak mendapatkan imunisasi campak), diberikan vaksinasi mumps-measles-rubella (MMR), untuk mencegah risiko tinggi yang membahayakan bagi kesehatan.

7. Gondongan (mumps)
Gondongan adalah penyakit infeksi virus akut yang mengenai kelenjar ludah (khususnya parotis). Penderita dapat menularkan penyakitnya sejak ± 7 hari sebelum timbulnya gejala penyakit sampai ± 9 hari sesudahnya. Penularan dapat terjadi melalui: percikan ludah (droplet infection), alat-alat makan dan minum yang dipakai bersama. Penyakit ini banyak menyerang anak usia sekolah dasar (antara 5-9 tahun). Penyebabnya adalah virus mumps dari family Paramyxoviridae.

Gejala gondongan sangat jelas, yaitu kelenjar yang membengkak dan lembek di bawah kedua telinga dan di bawah dagu. Anak Anda juga menderita demam, sakit kepala, mulut kering, sulit mengunyah dan menelan. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini biasanya tidak berbahaya; infeksi dimulai sejak beberapa hari sebelum kelenjar membengkak sampai mengempes kembali. Akhir-akhir ini gondongan jarang terjadi lagi, karena biasanya anak sudah mendapatkan suntikan MMR pada usia sekitar 12 – 15 bulan.

Perawatan untuk anak Anda yang mengalami gondongan, Anda bisa mengkompresnya. Kompres anak dengan air suam-suam kuku untuk mengurangi demam atau berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan pada kemasan) dan/atau ibuprofen khusus bayi (bila usianya sudah di atas enam bulan — cek usia yang dianjurkan pada kemasan). Berikan banyak minum tapi bukan jus buah, karena jus buah dapat memproduksi saliva, yang dapat menyebabkan rasa sakit. Tidak perlu ke dokter kecuali anak Anda mengeluh sakit perut, merasa nyeri, atau ruam bertambah banyak. Komplikasi yang bisa terjadi adalah meskipun  jarang terjadi, gondongan dapat memicu penyakit meningitis atau ensefalitis (radang otak). Selain itu gondongan juga berisiko (walaupun kecil) mengganggu fungsi testis pada anak laki-laki.

  • Pencegahan dapat dilakukan diantaranya:
  • Hindari kontak dengan penderita.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh.
  • Imunisasi (biasanya dalam bentuk imunisasi MMR).

8. Campak (Rubeola, campak 9 hari, Measles)
Merupakan penyakir menular pada balita yang hadir sepanjang tahun tanpa musim. Walau tertular hanya sekali, lakukan antisipasi agar anak tak sampai mengalami komplikasi. Penyakit campak atau yang lebih sering disebut tampek mudah sekali menular. Virusnya bisa hidup dan menyebar lewat udara. Penyakit campak, yang dalam istilah asing disebut measles, disebabkan oleh virus campak atau morbili atau measles virus (MV) dari family Paramyxovirus. Penyakit campak hanya menyerang sekali seumur hidup, bila waktu kecil anak sudah pernah terkena campak maka setelah itu biasanya dia tidak akan terkena lagi.

Gejala campak diawali dengan flu berat, batuk keras, dan mata berair. Bercak putih di mulut (bintik Koplik) merupakan tanda awalnya. Anak Anda merasa tidak nyaman, demam tinggi, dan sulit melihat cahaya terang. Ruam akan muncul pada hari ketiga atau keempat, biasanya di belakang telinga, dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bintik-bintik akan memerah dan semakin banyak, tapi tidak gatal. Penyakit ini biasanya berlangsung sekitar seminggu. Campak sangat menular dan berpotensi menjadi penyakit virus serius, tapi biasanya jarang terjadi karena pada umumnya anak sudah mendapat suntikan MMR pada usia 12 – 15 bulan. Penyakit ini sangat menular sejak beberapa hari sebelum muncul ruam sampai lima hari setelah ruam lenyap.

Perawatan orangtua terhadap anak yang menderita campak, orangtua harus  membawa anak ke dokter karena kemungkinan dapat menularkan anak lain. Berikan banyak minum (air hangat dapat meredakan batuk) dan berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan dalam kemasan) untuk menurunkan suhu tubuh. Vaselin akan melindungi kulit di sekitar bibir. Basuh kerak pada pinggir mata, dan gelapkan kamar bila cahaya mengganggunya. Karena penyakit ini berasal dari virus, dapat diobati dengan antibiotik, tapi dokter Anda mungkin memberinya untuk infeksi sekunder.

Komplikasi yang dapat terjadi:
Infeksi telinga dan paru-paru, muntah dan diare dapat terjadi dua hari setelah ruam muncul. Penyakit ini juga berisiko kecil menyebabkan pneumonia atau ensefasilitis, gangguan pada paru-paru atau telinga.

Demikianlah beberapa penyakit menular yang terjadi pada anak, maka dari itu Anda sebagai orangtua harus selalu mewaspadai agar dapat melalukan penanganan dengan cepat dan tepat.

– Waspadai Penyakit Menular Ini Pada Anak Dan Balita –