Jangan Sembarangan Memutuskan Untuk Mengoperasi Amandel

Amandel yang meradang dan membengkak menjadi kehawatiran tersendiri bagi mereka yang anak atau kerabat yang menderitanya.

Sebenarnya amandel membengkak tidak harus selalu dilakukan operasi pengangkatan untuk menghilangkannya. Karena dasarnya amandel yang membengkak dan membesar terjadi karena peradangan. Jika peradangan telah sembuh, amandel akan mengecil kembali.

Jangan Sembarangan Memutuskan Untuk Mengoperasi Amandel

Operasi pengangkatan amandel sebenarnya hanya untuk pilihan terakhir jika amandel telah berubah menjadi sumber penyakit, bukan lagi penangkal penyakit. Pada saat itu, tak ada pilihan lain, amandel harus diangkat.

Amandel yang harus diangkat ini adalah amandel yang sudah menjadi sarang kuman berbahaya yang menimbulkan infeksi berulang. Dalam kondisi sehat, amandel memiliki peranan penting sebagai penangkal infeksi dari kuman-kuman yang memang sudah berdiam diri dimulut. Karena sistem kekebalan tubuh sedang stabil dan kuat, kuman-kuman tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Sebaliknya, ketika kondisi tubuh sedang menurun maka kuman-kuman yang berada di dalam mulut ini akan berkembang dengan cepat dan menjadi ganas. Inilah yang akhirnya dapat memicu peradangan pada amandel dan menyebabkan amandel membengkak.

Operasi amandel juga sebaiknya dilakukan pada pasien yang telah mengalami infeksi telinga tengah berulang, infeksi rongga hidung kronis, atau radang tenggorok kronis yang disertai dengan napas bau.

Untuk dapat menentukan batas antara perlu tidaknya dilakukan operasi, merupakan tahap yang harus dipikirkan oleh dokter karena ketika operasi dilakukan, akan ada beberapa efek samping yang nantinya mempengaruhi pasien penderita amandel terlebih jika operasi amandel yang tidak sesuai prosedur ini dilakukan kepada anak-anak.

Baca lainnya :

Dosis QnC Jelly Gamat Untuk Anak Bayi Dan Balita

QnC Jelly Gamat, obat herbal yang belakangan mulai dicari oleh semua kalngan masyarakat karena telah terbuktu dapat membantu mengobati penyakit.

Khasiat QnC Jelly Gamat untuk pengobatan anak-anak, bisa diberikan saat anak sakit demam, flu, kejang (epilepsi), sakit perut, radang amandel, sakit telinga, sembelit (susah buang air besar), susah makan, dll.

Untuk kali ini, saya akan berbagi informasi tentang dosis yang benar untuk konsumsi QnC Jelly Gamat, untuk anak bayi dan balita.

Dosis QnC Jelly Gamat Untuk Anak Bayi Dan Balita

Dosis QnC Jelly Gamat Untuk Anak Bayi Dan Balita

Bayi 1 Tahun : 1-2 sendok teh perhari
Balita : 1-2 sendok teh perhari

Selain diminum langsung, untuk anak-anak yang kurang menyukai rasanya QnC Jelly Gamat bisa dicampurkan pada air hangat sebanyak 200ml (setengah gelas), atau dicampur dengan susu, teh dan minuman favorit lainnya.

QnC Jelly Gamat aman dikonsumsi oleh anak bayi dan balita, mulai usia 2 bulan. Obat ini juga tidak menyebabkan ketergantngan. Untuk keluhan penyakit luar seperti luka bakar, gatal, ruam, infeksi bernanah, QnC Jelly Gamat bisa dioleskan sebanyak 3-5 kali dalam sehari.

<< Pesan QnC Jelly Gamat Sekarang!

Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih

Bronkitis bukan penyakit yang asing di telinga kita. Bronkitis, termasuk penyakit yang sering terjadi pada anak-anak, bahkan sampai mereka tumbuh dewasa.

Bronkitis, adalah kondisi penyakit yang ditandai dengan terjadinya infeksi di saluran paru-paru utama dari paru-paru (bronkus) yang menyebabkan inflamasi (peradangan) pada saluran udara, termasuk saluran pernapasan.

Penyebab umumnya berasal dari virus. Bronkitis akut adalah sebutan bagi infeksi pernapasan dingin, atau atas. Pada Bronkitis akut, bisa dibilang ini adalah jenis ringan karena bisa sembuh sempurna hanya dalam beberapa minggu. Namun, bagi penderita yang memiliki penyakit menahun semisal memiliki gangguan Jantung dan paru-paru di usia lanjut, Bronkitis bisa bersifat kronis.

Adapun cara mengobati Bronkitis dalam sejarah kuno, dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti kayu manis, lada, kopi, terpentin, kalium nitrat hingga bawang putih. Untuk kali ini, seperti judul yang tertera diatas, kita akan sedikit mengulas tentang bagaimana Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih.

Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih

Pengobatan Bronkitis Dengan Memanfaatkan Bawang Putih.

Di dalam bawang putih, terdapat kandungan senyawa Organosulphur, yang berpotensi mampu membantu pengobatan Bronkitis. Saat mengiris bawang putih segar, secara alami bawang putih melepaskan enzim alliinase yang membentuk allicin yang mengarah pada penciptaan senyawa Organosulphur. Bawang putih yang kemudian dipanaskan dapat membuat Allinase tidak aktif, sehingga memungkinkan bawang putih segar didiamkan selama 10 menit sebelum memasak dapat mengaktifkan senyawa allicin.

Kandungan alami dalam bawang putih segar juga cukup melimpah, diantaranya Vitamin A, B dan C. Bawang putih juga berisi kandungan seperti tembaga, besi, kalium, seng, selenium, kalsium, germanium, aluminium dan sulfur. Rata-rata dosis untuk bawang putih segar di cincang adalah 4 gram per hari, kecuali ditentukan lain. Periksakan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan bawang putih sebagai pengobatan.

Rekomendasi pengobatan Bronkitis pada anak-anak, dengan obat herbal QnC Jelly Gamat.

QnC Jelly Gamat, merupakan obat herbal alami yang berbahan dasar teripang emas. Dengan kemampuan teripang emas untuk pengobatan penyakit kronis-akut, termasuk mengobati penyakit Bronkitis kronis.

Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih

Testimoni QnC Jelly Gamat.

Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih Cara Mengobati Bronkitis Anak Dengan Bawang Putih

Testimoni diatas kami jamin 100% real.

Jika Anda berminat, silahkan pesan produk herbal QnC Jelly Gamat sekarang juga melalui sms (fast respon), dengan format pemesanan berikut ini :

Ketik NSQG : Nama Anda : Jumlah Pesanan : Alamat Lengkap : No. Hp/Tlp.
Kirim SMS/Whatsapp ke 085.223.944.949

Contoh untuk pemesanan 2 botol :

NSQG : Delima : 2 botol : Jl. Empangsari No. 85 Tasikmalaya Jawa Barat : 087.826.xxxxx kirim ke nomor diatas.

Jangan lupa untuk mencantumkan kode “NSQG” sebagai kode produk agar tidak tertukar dengan produk lain.

  • Harga QnC Jelly Gamat adalah Rp. 155.000,-
  • Anda akan mendapatkan potongan harga sebesar Rp. 5.000,- jika pesan produk 4 botol.
  • Potongan harga lainnya berlaku kelipatan.
  • Info harga selengkapnya : DISINI.
Posted by Anak Kita Sehat.

Penyakit Croup, Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya

Pernah mendengar tentang penyakit Croup sebelumnya? Ya, Croup termasuk jenis infeksi saluran pernapasan yang biasa terjadi pada anak-anak umumnya dari usia 6 bulan sampai 3 tahun dan bahkan anak-anak usia lebih tua.

Pada umumnya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang laring dan trakea (kotak suara dan batang tenggorokan). Di lokasi keduanya yang merupakan jalan masuk udara ke organ paru-paru. Infeksi pada saluran pernapasan ini mengakibatkan suara batuk yang khas menyerupai gonggongan.

Penyakit Croup, Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya

Penyebab Croup.

Croup termasuk jenis penyakti yang disebabkan oleh virus Parainfluenza. Perbedaan dari virus Parainfluenza I merupakan tipe virus yang paling banyak menyebabkan Croup. Virus ini menyebar melalui sentuhan antar manusia, dengan benda, atau permukaan apa pun yang telah terkontaminasi. Virus ini juga bisa menyebar lewat udara yakni saat bersin, dan batuk. Beberapa virus lain yang dapat memicu Croup diantaranya virus flu (influenza A dan B), campak, pilek (rhinovirus), enterovirus (penyebab penyakit tangan, kaki, dan mulut), dan RSV (penyebab pneumonia pada bayi).

Croup dpat terjadi lebih dari satu kali pada anak-anak. Penyebab umumnya terjadi bersamaan saat anak flu dan pilek. Pada anak laki-laki Croup lebih rentan terjadi. Infeksi virus Croup menyebabkan pembengkakan pada laring dan penyumbatan pada trakea yang dapat berpengaruh juga kepada paru-paru.

Selain infeksi virus,Croup juga dapat terjadi karena infeksi bakteri. Beragam kondisi lain yang dapat memicu Croup, diantaranya seperti tanpa sengaja menghirup benda atau zat yang kecil (misalnya kacang), peradangan pada area epiglotis (epiglotitis), dan alergi, menghirup zat kimia, begitu juga dengan keadaan keluarnya asam dari perut menuju tenggorokan atau acid reflux.

Mengenal Gejala Croup.

Diantara gejala-gejala yang menyerupai flu dapat dialami anak beberapa hari sebelum timbulnya gejala Croup, yaitu

  • Hidung beringus.
  • Sakit tenggorokan.
  • Batuk.
  • Demam yang dapat berlangsung hingga beberapa hari.
  • Kesulitan bernapas.
  • Suara yang serak.
  • Suara batuk seperti menggonggong yang keras.
  • Suara kasar bernada tinggi saat menghirup napas.

Suara dan gejala ini akan lebih mudah terdengar dan bertambah buruk saat anak menangis atau ketika mereka tidur di malam hari. Gejala ini dapat berlangsung beberapa hari hingga 2 minggu.

Pengobatan Croup.

Dalam penanganan Croup pada anak, pemberian cairan yang cukup sangat diperlukan jika kondisi Croup terlampau ringan agar dehidrasi pada aak dapat dicergah. Selain itu, anak bayi dan anak-anak yang lebih besar bisa diberikan ASI, air putih hingga susu formula. Yang terpenting adalah membuat anak merasa nyaman dan tenang, karena jika anak menangis gejala dari Croup bisa menjadi lebih parah

Croup yang lebih parah akan ditangani oleh dokter dengan pemberian obat-obatan jenis obat kortisteroid oral yang akan membantu meredakan pembengkakan di tenggorokan dan parasetamol khusus anak untuk meredakan demam serta rasa sakit yang muncul.

Semoga bermanfaat.

Posted by Anak Kita Sehat.

Mengenali Ciri Anak Autisme Sedari Dini

Kita semua pasti sudah mengerti tentang apa itu Autisme. Ya, Autisme, adalah gangguan perkembangan mental kompleks pada anak-anak dan umumnya gejalanya akan muncul saat anak berusia dibawah lima tahun.

Mengenali Ciri Anak Autisme Sedari Dini

Gangguan perkembangan ini biasanya dapat berpengaruh pada kemampuan anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Tidak heran, jika Autisme juga membuat anak berperilaku kurang lazim atau tidak sesuai sebagaimana anak seusianya.

Autisme, bukanlah sebuah kondisi yang dapat menular. Sampai saat ini, penyebab dari Autisme masih dalam pengkajian lebih lanjut oleh para ahli. Namun Bunda, para ahli mengemukakan jika terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan Autisme pada anak.

Salah satu faktor penyebab Autisme dikatakan adalah faktor genetik. Faktor genetik serta lingkungan yang berpolusi, dan dekat dengan bahan pengawet dapat memicu kemunculan Autisme.

Hingga saat inipun, belum ada terapi instan yang bisa dijadikan pengobatan untuk gangguan Autisme. Penanganan saat ini yang lebih diutamakan adalah diagnosa akurat, pendidikan yang tepat serta dukungan kuat dari orangtua dan kerabat. Jika Bunda dirasa tidak sanggup, berarti Bunda hanya cukup untuk bersabar melatih si buah hati dan tetap memberi dukungan pada anak sebaik mungkin.

Bunda juga jangan khawatir, karena Mengenali Ciri Anak Autisme Sedari Dini cukup mudah kok. Untuk mengenalinya, Bunda cukup menjawab ya atau tidak pada pertanyaan di bawah ini:

  • Apakah anak Anda memiliki rasa tertarik pada anak lain?
  • Apakah anak Anda pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertarik pada sesuatu?
  • Apakah anak Anda mau menatap Anda lebih dari satu atau dua detik?
  • Apakah anak Anda meniru Anda? Misalnya, bila membuat raut wajah tertentu, apakah anak Anda menirunya?
  • Apakah anak Anda memberi reaksi bila namanya dipanggil?
  • Bila Anda menunjuk pada sebuah mainan atau apapun di sisi ruangan, apakah anak Anda melihat pada mainan tersebut?
  • Apakah anak Anda pernah bermain “sandiwara” misalnya berpura-pura menyuapi boneka atau berbicara di telepon?

Seorang anak berpeluang memiliki kondisi Autisme, jika minimal dua dari pertanyaan di atas dijawab tidak. Alasannya, saat anak tidak tertarik pada anak lain atau temannya, lebih suka menyendiri, tidak fokus, Hiperaktif, tidak merespon saat namanya dipanggil atau ia lebih suka menghabiskan waktunya untuk menikmati dunianya sendiri, bisa jadi anak tersebut mengalami Autisme. Jika ciri ini Anda temukan pada buah hati, disarankan agar segera memeriksakan atau mendapatkan diagnosa terkait kondisi anak dari dokter atau petugas medis rumah sakit.

Posted by Anak Kita Sehat.