Mengetahui Penyebab Anak Mimisan

Saat anak Anda mimisan, jangan terburu khawatir berlebihan. Lebih baik mengenal terlebih dahulu apa yang jadi penyebabnya karena tidak semua penyebab mimisan adalah tanda penyakit berbahaya.

Mengetahui Penyebab Anak Mimisan

Alasan Medis di Balik Kondisi Mimisan

Mimisan yang terjadi pada anak dapat terjadi akibat pengaruh cuaca yang sedang sangat kering, atau kelembapan udara yang sedang rendah. Mengembuskan napas terlalu keras ketika buang ingus atau mengorek hidung terlalu dalam juga dapat menyebabkan terjadinya mimisan. Penyebab lainnya yang lebih umum dialami anak-anak adalah akibat benturan pada hidung atau masuknya benda asing yang masuk ke dalam hidung. Dari keseluruhan penyebab yang terjadi, flu dan alergi terhadap cuaca dingin dianggap sebagai penyebab terjadinya mimisan yang paling umum terjadi pada anak.

Inilah yang harus dilakukan orangtua jika anak Anda mengalami mimisan :

  • Menenangkan anak agar Anda lebih mudah melakukan pertolongan. Perlihatkan kepada anak bahwa Anda terbiasa bersikap tenang dalam menghadapi hal ini.
  • Dudukkan anak dengan posisi kepala agak menunduk, nah biasanya yang salah adalah mereka justru diminta mendongak. Lalu, minta agar dia tidak bersandar untuk menghindari kemungkinan darah mengalir dari saluran hidung bagian dalam ke tenggorokan, kerongkongan, atau keluar melalui
  • Jika ini terjadi, kemungkinan dapat menyebabkan anak tersedak. Selain itu, anak bisa mengalami batuk atau muntah.
  • Menutup hidung anak dengan menggunakan tisu atau lap dengan cara menekan bagian hidung yang lunak. Akan tetapi hindari memasukkan tisu atau lap ke hidung dengan maksud menghentikan perdarahan. Tekan bagian hidung yang lunak tersebut selama sekitar 10 menit dengan kekuatan tekanan yang stabil. Tujuannya untuk menghentikan perdarahan. Setelah 10 menit, lepaskan. Perhatikan, apakah perdarahan sudah berhenti atau belum.
  • Mintalah anak bernapas melalui mulut.
  • Jika perdarahan belum berhenti, ulangi langkah tersebut.

Namun jika mimisan tidak membaik, Anda sebagai orangtua harus segera tanggap dan bawa anak ke rumah sakit jika kondisinya sudah mencapai beberapa poin dibawah :

  1. Sudah melakukan pertolongan pertama dengan menekan hidungnya selama 10 menit, sebanyak dua kali, tetapi darah tetap tidak berhenti mengalir.
  2. Anak terlihat lemas dan pucat, sulit diajak berkomunikasi, dan tubuhnya berkeringat.
  3. Darah yang keluar diperkirakan sudah terlalu banyak.
  4. Anak juga mengalami batuk atau muntah karena darah dari hidung telanjur mengalir ke kerongkongan, lalu ke mulut dan mungkin tertelan.
  5. Mimisan terlalu sering, yaitu lebih dari dua kali dalam seminggu.

Dengan Mengetahui Penyebab Anak Mimisan, dan langkah apa yang harus diambil oleh Anda sebagai orangtua dalam penjelasan diatas, semoga dapat bermanfaat dan lebih tanggap dan cerdas lagi untuk menyikapi serta menindak apa yang harus dilakukan orangtua jika anaknya sakit.

Ini Yang Dilakukan Jika Anak Sariawan

Sariawan adalah salah satu gangguan pada mulut yang mengganggu, apalagi jika ini terjadi pada anak-anak. Penyebab sariawan pada anak bermacam-macam, namun seringkali yang menyebabkan anak mudah terkena sariawan adalah:

mengatasi sariawan

  1. Stomatitis apthosa
    Sariawan ini terjadi akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau tergores sikat gigi saat anak menyikat gigi. Bagian dalam mulut yang lecet atau terluka dapat menyebabkan kuman masuk, dan membuat luka terinfeksi. Biasanya bila si Kecil terkena sariawan ini, maka akan timbul peradangan yang terasa sakit atau nyeri.
  2. Oral thrush / moniliasis
    Sariawan ini disebabkan oleh jamur Candida albicans yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Jamur ini akan mudah tumbuh melebihi normal bila daya tahan tubuh si Kecil menurun dan ketika anak sedang mengonsumsi obat-obatan antibiotik.
  3. Stomatitis herpetic
    Stomatic herpetic disebabkan oleh virus Herpes simplex. Virus ini biasa dijumpai dan bersarang di belakang tenggorokkan. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada virus yang mewabah dan daya tubuh si Kecil rendah. Meskipun terlihat sederhana, sariawan ini sangat mengganggu aktivitas si kecil.

Jika sariawan sudah terjadi, orangtua harus mengetahui bagaimana cara penanganan yang tepat. Dan berikut adalah tips untuk orangtua agar dapat mengatasi sariawan yang terjadi pada anak.

  • Jika diperlukan, dokter akan meresepkan obat salep anti radang dengan tujuan untuk meringankan gejala. Karena obat untuk sariawan, belum ada hingga saat ini
  • Berikan makan dan minum seperti biasa dan tidak perlu ada pantangan. Yang penting, hindari dulu makanan yang mengandung penyedap, pewarna dan pengawet.
  • Selain makanan pengganti, coba haluskan makanan agar tidak terasa sakit pada bagian mulut yang sariawan dan lebih mudah menelan. Contohnya, sayuran dan daging yang dicincang terlebih dulu
  • Untuk minuman, bisa menggunakan sedotan atau sendok agar tidak terlalu mengenai bagian yang sariawan
  • Berikan ASI lebih sering pada bayi yang terkena sariawan
  • Jika anak susah makan dan minum karena merasa sakit saat mengunyah, tak perlu memarahi anak. Tetap sabar dan terus tawarkan makanan dan minuman pengganti dan tidak harus nasi
  • Biasanya, sariawan akan menyebabkan anak susah makan sekitar 2 hingga 3 hari. Jika terlalu lama akan menyebabkan berat badan anak turun
  • Jika anak sudah bisa berkumur, berikan obat kumur agar kebersihan mulut tetap terjaga
  • Sariawan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam kondisi gizi anak yang baik. Namun jika tak kunjung membaik, sebaiknya konsultasi dengan dokter anak

Demikianlah beberapa cara yang bisa dilakukan jika anak mengalami sariawan. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda dan memulihkan kembali kondisi kesehatan anak dari gangguan sariawan. Salam!

Ini Yang Dilakukan JIka Anak Sariawan

“Mitos Dan Fakta” Demam Pada Anak

Selamat datang kembali pada situs anakkitasehat.com. Pada kesempatan kali ini kita mempunya pembahasan yang cukup menarik. Pada kesempatan kali ini tema yang akan dibahas adalah seputar Mitos Dan Fakta Demam Pada Anak. Ingin tahu bagaimana mitos dan fakta ini berkembang di masyarakat? Simak berikut ini.

Pemahaman mengenai mitos dan fakta demam pada anak sangat penting diketahui oleh Anda sebagai orangtua karena jika Anda memiliki pemahaman tersebut, dapat membantu Anda mengatasi demam pada anak dan mendapatkan penanganan yang lebih baik.
demam-anak

Pengertian dari demam itu sendiri adalah peningkatan suhu tubuh sebagai gejala umum yang timbul akibat seseorang terserang penyakit. Jika demam yang terjadi pada anak-anak, demam datang bukan hanya karena si anak mengalami sakit, tetapi juga bisa disebabkan oleh faktor lain, misalnya saat gigi tumbuh. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui penyebab demam pada anak-anaknya, karena bisa saja demam tersebut tidak ditimbulkan oleh suatu penyakit, agar bisa dilakukan tindakan yang tepat.

Dan berikut ini adalah beberapa mitos serta fakta yang diketahui masyarakat tentang demam pada anak seperti dikutip dari blog kesehatan Indonesia.

Mitos: Jika anak anda teraba hangat, maka ia demam
Faktanya: Anak-anak dapat teraba hangat akibat berbagai sebab seperti setelah bermain, penangis kejar, keluar dari tempat tidur yang hangat, atau berada di luar ruangan yang panas. Suhu anak seharusnya akan kembali normal dalam 10 hingga 20 menit. Jika hangat bukan disebabkan oleh penyebab-penyebab ini, ukur suhu anak dengan termometer agar anda lebih yakin. Berikut adalah berbagai rentang suhu dengan menggunakan beberapa jenis pengukuran:

Termometer telinga, rectal, atau arteri temporal: 38.0 °C atau lebih.
Termometer oral: 37.8 °C atau lebih.
Termometer ketiak (aksilla): 37.2 °C atau lebih.
 
Mitos: Menggunakan air es atau alkohol untuk menurunkan demam
Faktanya: Ketika anak mengalami demam, timbul rasa tidak nyaman dikarenakan oleh suhu tubuh yang meningkat. Mengompres dengan air dingin atau alkohol dapat meningkatkan pusat pengatur suhu, badan agar suhu meningkat, akan tetapi dapat mengkibatkan badan Anak justru menjadi menggigil. Alkohol juga dapat mengakibatkan kerusakan kulit, dehidrasi berat, dan hilangnya mekanisme pendinginan tubuh oleh kulit. Gunakan air hangat untuk mengompres. Selain itu, bisa menggunakan plester kompres demam dengan salah satunya dengan teknologi hydrogel untuk memberikan efek dingin cepat pada kepala anak, serta memberikan rasa nyaman saat demam.

Obat antipiretik dan analgesik yang mengandung Parasetamol dapat membantu untuk menurunkan demam sekaligus meredakan rasa nyeri saat demam, terutama ketika mengalami demam yang belum diketahui penyebabnya.

Mitos: Semua demam buruk untuk anak
Faktanya: Demam mengaktifkan sistem imun tubuh dan merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh melawan infeksi. Normalnya, demam berkisar antara suhu 37.8 °C-40 °C.

Mitos: Demam dapat menyebabkan kerusakan otak dan demam di atas 40 °C berbahaya
Faktanya: Demam dengan infeksi tidak menyebabkan kerusakan otak. Suhu tubuh di atas 42 °C dapat mengakibatkan kerusakan otak. Hal ini biasanya disebakan karena suhu lingkungan yang ekstrim seperti pada anak yang ditinggalkan didalam mobil pada suhu udara panas.

Mitos: Kejang demam berbahaya
Faktanya: Kejang demam memang sangat mengerikan namun biasanya berhenti dalam waktu kurang dari 5 menit. Kejang demam jarang sekali berbahaya dan tidak mengakibatkan cacat permanen, gangguan perkembangan, atau kejang tanpa demam setelahnya.

Mitos: Seluruh jenis demam harus diobati dengan obat penurun panas
Faktanya: Demam hanya perlu diobati jika mengakibatkan ketidaknyamanan. Biasanya demam menyebabkan rasa tidak nyaman jika mencapai suhu 39 atau 39.5 °C.

Mitos: Demam yang turun menunjukkan anak telah sembuh dari infeksi
Faktanya: Umumnya demam akan kembali normal selama 2 atau 3 hari, atau sampai tubuh dapat mengendalikan serangan virus, yang biasanya juga dibantu oleh obat antipiretik (penurun demam).

Mitos: Temperatur oral antara 37.1 °C-37.8 °C adalah demam ringan
Faktanya: Nyatanya suhu tubuh bervariasi sepanjang hari. Demam ringan adalah di atas dari 37.5 °C dengan di antara 37.8-39 °C.
Perlu diingat. bahwa demam bukanlah musuh melainkan usaha pertahanan tubuh terhadap infeksi. Obat penurun panas, yang mengandung parasetamol merupakan pilihan pertama untuk menurunkan demam dan meredakan rasa nyeri. Kompres air hangat di lipat ketiak dan lipat selangkangan selama 10-15 menit akan membantu menurunkan panas. Jika suhu tinggi, berikan anak obat penurun panas yang mengandung parasetamol dan juga bisa dilakukan kompres air hangat, ataupun plester kompres demam dengan teknologi hydrogel untuk memberikan rasa nyaman pada Anak saat demam.

Nah, demikianlah seputar mitos dan fakta demam pada anak, bagaimana? Kali ini Anda sudah mengeahui dengan benar perihal demam dan cara penanganan yang baik bukan?