Waktu Yang Tepat Untuk Operasi Amandel Pada Anak

Sebagai orangtua, Anda memiliki kewajibab khusus untuk menjaga anak agar selalu dalam keadaan sehat. Namun ketika anak sakit, hal yang diharuskan dilakukan oleh orangtua masing-masing adalah tetap tenang dan melakukan penanganan yang tepat.

Waktu Yang Tepat Untuk Operasi Amandel Pada Anak

Sama seperti ketika anak sakit amandel misalnya. Anda harus benar-benar mengetahui langkah apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi amandel. Jika amandel yang dimiliki anak memberikan dampak seperti sakit menelan ringan, terasa sakit di tenggorokan dan demam Anda masih bisa melakukan penanganan secara alami, dengan bahan-bahan atau ramuan tradisional untuk mengatasinya. Jika tidak sembuh dengan cara tersebut barulah Anda bisa langsung membawanya melakukan pemeriksaan ke dokter.

Ingat, jangan langsung mengklaim dengan sendirinya bahwa anak yang sakit amandel harus melakukan operasi amandel! Tidak begitu, karena amandel sebenarnya berfungsi baik yaitu untuk menyaring kuman / bakteri dan virus yang masuk melalui mulut / hidung, yang akan dihalangi oleh amandel ini. Anda diperbolehkan untuk mengambil keputuhan anak harus menjalani operasi amandel ketika amandel sudah memiliki gejala-gejala dan tanda yang semakin parah, seperti :

  • Mengalami infeksi amandel berulang 4-5 kali dalam setahun.
    Jika tonsil (amandel) mengalami pembengkakan yang besar, juga disertai kripta yang akan membuat anak kesulitan menelan makanan.
  • Jika infeksi amandel mengalami abses / penumpukan nanah disekitarnya.
  • Jika pembengkakan amandel sampai membuatnya kesulitan bernafas sampai membuat anak mengalami obstructive sleep apnea, sebuah kondisi ketika anak berhenti bernafas sejenak saat sedang tidur.

Baca juga : Rekomendasi! Obat Untuk Mengecilkan Amandel Anak

Dengan mengetahui gejala amandel yang semakin parah seperti tanda tersebut, maka sudah pasti Anda mengetahui Waktu Yang Tepat Untuk Operasi Amandel Pada Anak. Maka dari itu, jaga selalu kesehatan anak, pastikan untuk memberikan anak Anda asupan gizi dan nutrisi yang lengkap juga vitamin yang dibutuhkan agar terhindar dari segala jenis penyakit yang bisa menyerang kapan saja.

Semoga bermanfaat. Salam!

Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Seorang Pemalu

Dalam proses perkembangan dan pertumbuhan anak-anak, merupakan bagian yang paling penting. Pada pertumbuhan anak, biasanya yang diamati adalah pertumbuhan tinggi badan dan berat badannya. Sedangkan dalam perkembangan berkaitan dengan kepribadian seseorang.

Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Seorang Pemalu

Anak yang memiliki sifat pemalu sebenarnya tidak apa-apa, dan masih wajar. Namun sifat pemalu ini sebaiknya dilatih untuk tetap tidak bertahan di sisi anak karena bisa saja semakin dewasa, sifatnya yang ini tidak hilang. Berbeda dengan anak yang memiliki sikap ceria, dan terlihat merasa senang sepanjang waktu, dan lebih senang terhadap orang-orang baru, bercakap-cakap tanggap walaupun baru bertemu dengan orang yang baru dikenal sekalipun.

Pada anak pemalu, anak cenderung meminta dilindungi dan berlindung di belakang Anda ketika bertemu dengan orang lain karena merasa malu dan tidak percaya diri. Dan sikap seperti inilah yang seharusnya diubah dan kalau perlu dihilangkan.

Berikut ini adalah Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Seorang Pemalu yang mungkin bisa Anda terapkan pada anak Anda yang masih kecil.

  • Biarkan anak bereksplorasi.

Masa anak-anak adalah masa dimana rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang baru sangatlah besar. Saat anak sedang beraktivitas, berikan ia ruang dan kesempatan untuk mengeksplorasi segala hal yang diinginkan. Dengan eksplorasi tersebut dapat membantu tumbuh kembang anak dalam membentuk citra dirinya. Namun sebaiknya tetap Anda awasi, sebab bisa saja ada aktivitas yang berbahaya bagi anak Anda.

  • Jangan marahi anak.

Saat sedang bermain di luar rumah, kemudian tiba-tiba anak Anda malu serta tidak mau bergaul dengan orang sekitar, sebaiknya jangan memarahi anak Anda. Sebab, mereka cenderung menjadi lebih pemalu dan justru takut.

  • Jangan pernah menyebut anak Anda pemalu.

Selain tidak boleh memarahi anak, Anda juga sebaiknya tidak boleh memberi label anak Anda sebagai anak yang pemalu. Dengan label tersebut, dapat membuat sifat pemalu tertanam dalam kepribadiannya.

  • Jalin komunikasi yang baik dengan anak.

Sering-seringlah untuk mengajak anak Anda mengobrol di rumah seperti ketika sedang menonton televisi atau sedang berkumpul dengan keluarga. Dengan komunikasi yang baik, dapat membuat anak Anda lebih berani mengungkapkan masalahnya kepada Anda. Sehingga pada waktu mengobrol, Anda juga dapat sekaligus membantu anak memecahkan masalah malunya.

  • Latih anak untuk bersosialisasi.

Untuk melatih anak bersosialisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seperti daftarkan anak Anda sekolah jika anak Anda belum sekolah. Selain itu mungkin juga bisa dengan cara membawa anak Anda bepergian ke suatu tempat seperti berlibur ke taman bermain atau sekedar ke rumah kerabat.

  • Ajarkan anak cara melawan rasa takut.

Karena tidak dapat bergaul dengan orang lain, anak yang pemalu lebih sering merasa takut dan cemas. Untuk mengatasinya, Anda bisa menasehati anak bahwa setiap orang pasti pernah salah, jadi jangan merasa takut selama tidak merugikan orang lain. Serta akan lebih baik lagi jika Anda juga mengajarkan kepada anak bagaimana cara memecahkan masalah yang dihadapinya secara mandiri.

  • Berikan pujian.

Beri anak Anda pujian ketika anak sudah mulai berani tampil di depan atau sekedar mengobrol dengan orang lain. Karena hal tersebut sudah mulai menunjukan bahwa si buah hati mulai dapat menghilangkan rasa malunya. Dengan pujian, anak akan merasa senang dan semangat atau lebih berani dan percaya diri.

Semoga bermanfaat, salam!

Baca juga :

Tips Untuk Membantu Mengatasi Mata Minus Pada Anak

Seperti keterangan dalam artikel yang dirilis oleh parenting.co.id, menyebut jika rabun jauh memang biasa terjadi pada anak-anak usia sekolah, walaupun terkadang terjadi pada anak yang masih dibawah usia lima tahun dan sudah membutuhkan kacamata. Banyak dari kasus dimana seseorang menyangkal mengatakan pandangannya buram, namun karena yang dilihat sehari-hari bukan sesuatu yang standar, jadi dia tidak memiliki pembanding.

Apalagi melihat zaman sekarang ini, secara epidemiologi, mata anak-anak zaman sekarang lebih banyak yang minus dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Karena memang eranya era pengelihatan dekat yang terus menerus, dan itu tidak bisa dipungkiri. Yang perlu diperhatikan bagaimana menghambatnya, yaitu mengurangi penglihatan dekat terus menerus atau istilahnya ekstensif neurob. Dan memperbanyak aktivitas luar ruang.

Tips Untuk Membantu Mengatasi Mata Minus Pada Anak

Selain itu, penyebab mata minus juga dapat terjadi akibat kurangnya mengonsumsi makanan sehat. Pola makan dengan gizi seimbang ternyata juga sangat berpengaruh terhadap mata. Anak harus mulai dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan yang seimbang antara karbohidrat, sayur mayur, dan dilengkapi buah-buahan. Mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan, selain tak baik bagi tubuh, juga tak baik pada ketajaman mata.

Berikut adalah cara mengatasi mata minus pada anak yang bisa Anda coba terapkan pada anak.

1. Pastikan anak mengkonsmsi makanan penutrisi mata.

Beberapaj enis makanan baik untuk kesehatan mata. Selain Vitamin A, mata juga memerlukan unsur lain untuk membantu menguatkan fungsinya. Makanan-makanan yang bisa membantu mengatasi mata minus pada mata anak diantaranya wortel (Vitamin A), Ikan Salmin (Omega 3), daun selada (Lutein), sayuran seperti kol, brokoli, bayam, jaung yang memiliki kandungan baik seperti  zeaxanthin, lutein, dan Vitamin C. Jangan lupa telur, tomat, kangkung, papriika, tiram dan kemangi.

2. Melepas kacamata saat tidak diperlukan.

Penderita mata minus, termasuk anak-anak, akan diminta oleh dokter untuk menggunakan kacamata dengan lensa minus yang diatur sesuai tingkat keminusannya. Memakai kacamata minus akan membantu bola mata untuk mengatur tingkat kefokusan pada jarak tertentu sehingga mata minus tetap bisa memandang dengan nyaman. Saat menggunakan kacatamata, mata akan terbiasa untuk fokus pada pusat lensa di bagian tengah kacamata. Hal inilah yang menyebabkan otot mata menjadi kaku karena bola mata kurang atau jarang bergerak dan mengalihkan pandanganan ke arah lain. Orang yang mengenakan kacamata akan banyak menggerakkan leher untuk melihat ke sekeliling daripada menggerakan bola mata. Dengan melepas kacamata saat tidak diperlukan akan melatih bola mata untuk mengatur tingkat kefokusan secara alami dan menghindarkan bola mata dari keadaan kaku serta mengurangi tingkat ketergantungan pada kacamata.

3. Mengganti objek pandangan sesering mungkin.

Saat anak sering menatap objek dalam waktu yang lama, hal ini bisa mengakibatkan otot mata menjadi tegang dan kaku sehingga memicu mata minus. Sering-seringlah mengajari anak untuk mengganti objek pandangan khususnya saat anak sedang menatap layar komputer, televisi dan gadget.

4. Menatap objek yang jauh dan berwarna hijau.

Objek berwarna hijau ternyata dapat memberikan manfaat positif pada mata sehingga menyebabkan otot bola mata menjadi tidak tegang dan kaku. Sering-seringlah untuk mengajak anak bermain di taman dan alam terbuka lain seperti pegunungan, pantai atau taman rekreasi hutan yang banyak pepohonan sehingga memberikan stimulasi positif untuk bola mata anak.

5. Monsumsi Kacang-kacangan.

Kacang juga bagus untuk menjaga kesehatan mata lho, diantaranya Almond yang memiliki kandungan Vitamin E yang tinggi. Selain kacang, cokelat hitam (dark chocolate) yang mengandung zat flavonoid juga baik juga pembuluh darah, retina dan kornea mata.

6. Berjemur.

Berjemur selain baik untuk kesehatan tulang, juga bermanfaat yang bagus untuk mengatasi minus pada anak. Ajak anak untuk berjemur bersama saat pagi hari, yaitu saat matahari belum terlalu panas dan minta anak untuk menutup kedua matanya dan mengarahkannya ke matahari sampai bola matanya terasa hangat. Vitamin D alami yang dipancarkan oleh sinar matahari sangat baik untuk menutrisi mata dan membantu sirkulasi darah di rongga mata berjalan dengan lancar.

7. Kompres dengan air hangat.

Mengompres adalah salah satu cara yang paling nyaman untuk mengatasi mata minus pada anak. Mengompres mata dengan air hangat efeknya secara langsung membuat mata nyaman dan lebih rileks sehingga bola mata pun tidak tegang dan kaku. Cara yang benardalam mengompres air hangat dimata adalah dengan mencelupkan handuk bersih kedalam air hangat suam-suam kuku. Peras handuk dan tempelkan pada kelomat mata sambil anak berbaring. Diamkan untuk beberapa saat sampai rasa hangat lenyap dan mata terasa segar kembali.

Eye Care Softgel, suplemen herbal untuk kesehatan mata. Baik untuk mata minus, mata plus, mata katarak dll.

Detail produk :

Harga : Rp. 422.000,- (belum termasuk ongkir).
Komposisi : Eyebright 25%, Ekstrak ginkgo biloba 15%, Lutein 5%, Riboflavin 3%, Taurine 3%, Ekstrak biji anggur 10%, VA 1%, Zinc 3%.
Isi : 100 Softgel
Aturan minum : Dewasa 1-2 softgel, anak-anak 1 softgel perhari.
Produk LEGAL BPOM.

Cara pesan via sms, dengan format :

Ketik HH-EYE : Nama Lengkap : Jumlah Pesanan : Alamat Lengkap : No.Hp/Tlp.
Kirim ke 085 223 808 444

Contoh :
HH-EYE : Aulia Bella : 2 botol : Jl.Petaruman 21 Banten : 087.321.xxxxxx
kirim ke 085 223 808 444

Ingat, cantumkan format ‘HH-EYE‘ dalam pesan karena merupakan kode dari produk, jika tidak pemesanan tidak akan kami proses. (syarat & ketentuan berlaku).

Tanda Anak Mengalami Keterlambatan Dalam Keterampilan Motorik

Umumnya, pada tiap anak memiliki kecepatan perkembangan dalam pertumbuhan yang berbeda. Adapun jika mengalami keterlambatan pada perkembangan keterampilan motorik anak biasanya berhubungan dengan adanya gangguan keterampilan motorik kasar, contohnya saat merangkak, berjalan atau lainnya yang berhubungan dengan keterampilan motorik halus seperti saat menggunakan jari-jari tangan dalam menggenggam sendok.

Tanda Anak Mengalami Keterlambatan Dalam Keterampilan Motorik

Penyebab Keterlambatan Keterampilan Motorik Anak.

Biasanya, anak-anak yang lahir prematur terkadang tidak mengalami perkembangan otot tubuh dengan kecepatan yang sama dengan anak-anak lainnya. Anak-anak yang kurang memperoleh stimulasi saat masih kecil atau menderita autisme kemungkinan bisa mengalami disfungsi integrasi sensorik.

Gangguan kompleks tersebut dapat menyebabkan gangguan pada panca indera, diantaranya :

  • Memiliki reaksi berlebihan saat disentuh, atau merasa sakit.
  • Mengalami ketakutan yang berlebih akibat suatu gerakan, merasakan kebutuhan mendesak untuk melakukan gerakan berulang seperti badan yang berputar-putar dan bertepuk tangan.
  • Kesulitan dalam melakukan pergerakan.

Hal-hal lainnya yang mempengaruhi kesulitan dan keterlambatan dalam pergerakan motorik anak, diantaranya :

  • Anak menderita ataksia; merupakan suatu kelainan genetika yang menyebabkan otot mengalami gangguan koordinasi.
  • Menderita Cerebral palsy; yaitu kondisi dimana otak tertentu mengalami kerusakan, biasanya terjadi saat masih bayi atau dalam kandungan, juga saat persalinan.
  • Menderita miopati; kelainan pada otot.
  • Menderita Spina Bifida; kelainan yang menyebabkan kelumpuhan pada sebagian atau  keseluruhan anggota gerak bagian bawah.
  • Menderita gangguan belajar.
  • Menderita gangguan penglihatan.

Tanda Anak Mengalami Keterlambatan Dalam Keterampilan Motorik

— Pada usia 3-4 bulan.

  • Anak tidak berusaha untuk menggapai atau menggenggam atau memegang berbagai benda.
  • Anak tidak dapat menyangga kepalanya dengan baik.
  • Anak tidak berusaha untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya (saat berusia 4 bulan).
  • Anak tidak berusaha untuk bergerak dengan mendorong kakinya saat berada di tempat dengan permukaan rata (saat berusia 4 bulan).

— Pada usia 7 bulan.

  • Memiliki otot yang sangat lemah atau kaku atau keras.
  • Anak tidak menyangga kepalanya saat berada dalam posisi duduk.
  • Hanya berusaha menggapai benda dengan satu tangan atau sama sekali tidak berusaha untuk menggapai benda.
  • Anak mengalami kesulitan untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya.
  • Anak tidak berusaha untuk mengubah posisi tidurnya (saat berusia 5 bulan).
  • Anak tidak dapat duduk tanpa bantuan (saat berusia 6 bulan).
  • Anak tidak dapat menahan berat badannya dengan menggunakan kaki saat anda berusaha untuk membuatnya berdiri.

— Pada usia 1 tahun.

  • Anak tidak pernah merangkak.
  • Menyeret salah satu sisi tubuhnya saat merangkak.
  • Anak tidak dapat berdiri tanpa bantuan.

— Pada usia 2 Tahun.

  • Anak tidak dapat berjalan (saat berusia 18 bulan).
  • Anak tidak berjalan dengan menggunakan seluruh telapak kakinya atau hanya berjalan dengan menggunakan jari kakinya (berjalan jinjit).
  • Anak tidak dapat mendorong mainan beroda.

Harap segera menghubungi dokter anak jika anak Anda mengalami gejala-gejala yang menunjukkan bahwa anak mengalami kemunduran atau hilangnya keterampilan yang telah dikuasai.

(sumber: dokter.id)

Anak Bisa Saja Pubertas Sebelum Waktunya

Masa pubertas umumnya terjadi pada anak-anak di usia 11 tahun untuk anak perempuan, dan anak laki-laki biasanya terjadi pada usia 12 tahun. Namun Anda pasti tau bahwa pubertas pada anak bisa terjadi bahkan sebelum usia menapaki angka tersebut atau bisa dibilang sebagai pubertas sebelum waktunya.

Anak Bisa Saja Pubertas Sebelum Waktunya

Pubertas sendiri adalah masa-masa ketika tubuh mulai menjadi dewasa secara seksual, dan organ-organ reproduksi mulai berfungsi. Pubertas terjadi disebaban pelepasan hormon seks testosteron  (hormon seks pria yang diproduksi di testis) dan estradiol (hormon seks wanita yang diproduksi ovarium) di dalam tubuh.

Pubertas berdampak pada beberapa perubahan fisik, psikologis, dan perilaku pada diri anak. Pubertas pada anak perempuan akan terjadi perkembangan payudara dan mengalami menstruasi. Anak laki-laki juga akan mengalami peningkatan pada ukuran penis maupun testis serta suara menjadi lebih berat, bertumbuhnya bulu di area ketiak dan kemaluan, berjerawat, rendah diri, moody, bereksperimen dengan hal baru seperti merokok, dan lain-lain.

Ada beberapa penyebab anak mengalami pubertas sebelum waktunya, diantaranya :

1. Gender.

Ternyata pada anak perempuan, mereka 10 kali lebih mungkin mengalami pubertas sebelum waktunya daripada anak laki-laki.

2. Obesitas.

Penelitian mengungkap bahwa obesitas pada anak diduga dapat mengakibatkan pubertas sebelum waktunya, terutama jika terjadi pada anak perempuan. IMT atau Indeks massa tubuh yang tinggi pada anak obesitas menyebabkan kenaikan hormon leptin. Hormon tersebut diduga dapat memicu perkembangan pubertas menjadi lebih cepat. Namun dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna mendukung pernyataan ini.

3. Stres dan depresi.

Berdasarkan penelitian lain, pubertas pada anak juga terjadi akibat stres fisik atau emosional, seperti berat badan lahir rendah, ibu memiliki penyakit ketika hamil, atau tidak adanya sosok ayah diduga berperan penting dalam perkembangan pubertas sebelum waktunya. Tidak hanya itu, dalam beberapa penelitian diduga jika orangtua yang depresi dapat menjadi faktor risiko atau penyebab pubertas sebelum waktunya pada anak mereka.

4. Genetika.

Dalam studi lainnya disebutkan jika anak-anak yang memiliki ibu atau kerabat dekatnya mengalami pubertas sebelum waktunya lebih mungkin mengalami hal yang sama.

5. Penyakit.

Walaupun jarang, pubertas sebelum waktunya juga terjadi akibat penyakit seperti cacat, tumor, cedera, atau radiasi di otak atau tulang belakang.  Selain itu juga bisa disebabkan oleh cacat otak ketika lahir, beberapa jenis penyakit genetik, Hypothyroidism atau kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon, tumor di kelenjar adrenal atau kelenjar hipofisis (kelenjar di bawah otak), kista dan tumor ovarium, terpapar sumber eksternal estrogen atau testosteron seperti krim atau salep.

6. Paparan bahan kimia tertentu.

Paparan bahan kimia yang ada di lingkungan sekitar juga diduga berperan terhadap pubertas sebelum waktunya pada anak. DDT, PCB, phthalate, dan bisphenol A adalah contoh beberapa zat yang diduga bisa mengganggu produksi, aktivitas, dan eliminasi hormon alami dalam tubuh yang bertanggung jawab terhadap perkembangan, perilaku, kesuburan, serta metabolisme. Namun efek bahan kimia lingkungan pada masa pubertas ini masih belum jelas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

7. Ras.

Anak-anak dari latar belakang/ras tertentu ternyata memiliki kecenderungan terhadap pubertas sebelum waktunya daripada ras lain. Rata-rata, pada usia pubertas untuk anak perempuan kulit putih adalah 10,5 tahun, anak perempuan hispanik 10 tahun, dan anak perempuan kulit hitam 9,5 tahun. Sedangkan tanda-tanda pertama pubertas anak laki-laki kulit putih dan hispanik dimulai pada usia 10 tahun, dan anak laki-laki kulit hitam 9 tahun. Namunbelum ada penelitian yang bisa membuktikan mengapa usia masa pubertas berbeda antar ras.

Baca juga : Tanya Jawab Dengan Dokter Tentang Pertumbuhan Gigi Anak