Bahaya Dari Infeksi Telinga Pada Anak!

Bunda, jika Anda memiliki buah hati yang sedang menderita infeksi telinga, baik telinga luar, tengah maupun dalam. Maka dari itu sebaiknya ketahui bahaya dari infeksi telinga pada anak jika terlambat penanganannya.

Tahukah Anda Penyebab Dari Infeksi Telinga Pada Anak?

infeksi telinga pada anak anak

Anak-anak memang termasuk kedalam kelompok usia yang masih rentan terhadap beberapa infeksi, termasuk infeksi telinga. Bahkan 2 atau 3 kali ketika anak-anak terserang pilek, mereka juga akan berakhir dengan mengalami infeksi pada telinganya. Penyebab utamanya adalah sistem kekebalan tubuh anak yang masih rendah untuk menghalau beberapa virus / bakteri yang dapat berkembang dan menginfeksi kedalam tubuh anak-anak.

Gejala dari anak-anak yang menderita infeksi telinga, biasanya mereka akan mengalami:

  • Gangguan pada pendengaran
  • Demam
  • Cairan mengalir dari telinga
  • Merasa pusing
  • Mengalami hidung tersumbat

Lebih rinci dari penyebab infeksi telinga pada anak, adalah ketika tabung eustachius, yakni tabung sebuah kanal yang menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan, tabung ini berfungsi untuk menjaga cairan dan tekanan udara masuk ke dalam telinga. Pilek, flu, dan alergi bisa mengiritasi tabung eustachius dan kemudian menyebabkan pembengkakan. Jika tabung eustachius ini tersumbat, secara otomatis cairan akan menumpuk di dalam telinga tengah. Inilah yang menjadi tempat ideal untuk perkembangbiakan bakteri dan kemudian menyebabkan infeksi. Pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk mengetahui hal ini dengan menggunakan otoscope. Otoscope ini akan meniup hembusan udara kedalam telinga yang akan membuat telinga bergetar, jika telinga tidak bergetar didalamnya dipastikan terdapat cairan.

Bagaimana Cara Mengatasi Infeksi Pada Telinga Anak Tersebut?

Selain dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah benar anak Anda menderita infeksi telinga, dan jika sudah benar-benar positif anak Anda menderita infeksi telinga, Anda bisa segera melakukan pengobatan sesuai prosedur. Jika tidak dilakukan pengobatan secepatnya maka infeksi telinga yang terjadi akan menyebabkan anak tuli permanen.

Adakah Pengobatan Alternatif Untuk Infeksi Telinga?

Tentu banyak pengobatan alternatif untuk mengatasi infeksi telinga tersebut. Salah satu dari alternatif yang ada adalah dengan pengobatan melalui obat herbal. Obat herbal yang sangat direkomendasikan untuk membantu menyembuhkan infeksi telinga pada anak adalah dengan obat herbal Jelly Gamat Gold-G. Untuk mengetahui bagaimana cara obat herbal Jelly Gamat Gold-G dalam mengatasi infeksi yang terjadi pada telinga buah hati Anda, simak penjelasannya berikut ini.

Jelly Gamat Gold-G Kami Rekomendasikan Untuk Anda Yang Ingin Menyembuhkan Infeksi Telinga Yang Terjadi Pada Anak, Secara Alami 100 Halal Dan Aman (Tidak Berbahaya!)

jelly gamat gold g baru

Sebagaimana beberapa orang telah mengetahuinya, bahwa Jelly Gamat Gold-G merupakan obat herbal yang telah terbukti ampuh dalam mengobati berbaga keluhan yang terjadi, termasuk infeksi. Infeksi telinga yang disebabkan oleh perkembangan bakteri merugikan didalam tubuh diatasi dengan mudah oleh Jelly Gamat Gold-G. Mengapa demikian?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap teripang emas Jelly Gamat Gold-G, teripang emas bahan utama Jelly Gamat Gold-G yang telah diekstrak ini memiliki lebih banyak kandungan gizi dan nutrisi serta senyawa-senyawa alami didalamnya. Beberapa kandungannya memang berkhasiat dalam membantu menyembuhkan. Seperti:

  • Protein 86,8%.
  • Kolagen 80,0%.
  • Mukopolisakarida.
  • Glucosaminoglycans (GAGs).
  • Antiseptik alamiah.
  • Glucosamine dan Chondroitin.
  • Saponin.
  • Omega-3, 6, dan 9.
  • Asam Amino.
  • Lektin.
  • Vitamin dan Mineral.

Diantara beberapa kandungan diatas, masih ada senyawa Gamapeptide. Senyawa Gamapeptide didalam teripang emas memiliki beberapa khasiat, diantaranya sangat ampuh dalam meredakan rasa sakit (termasuk sakit pada telinga), mencegah inflamasi (peradangan), 3 kali lebih cepat dalam menyembuhkan luka (luka luar dan dalam), menstabilkan emosi, melancarkan sirkulasi darah serta bersifat sebagai antibiotik alami yang akan menghalau pertumbuhan dan perkembangan bakteri merugikan didalam tubuh penyebab infeksi telinga. Dengan keseluruhan kandungan didalam teripang emas Jelly Gamat Gold-G, akan membuat sistem kekebalan tubuh khususnya pada anak-anak, meningkat dan mencegah anak kembali terserang penyakit yang disebabkan oleh penyebaran virus dan bakteri serta zat radikal bebas lainnya.

Obat herbal multikhasiat Jelly Gamat Gold-G ini AMAN dikonsumsi untuk semua kalangan usia dimulai dari bayi usia 2 bulan, anak-anak, ibu hamil, menyusui dan lansia pun tidak dipermasalahkan, karena Jelly Gamat Gold-G adalah obat herbal yang juga bersifat sebagai suplemen herbal. Yang nantinya memberikan manfaat terapis dan membantu menyembuhkan penyakit secara alami.

Jelly Gamat Gold-G juga telah mendapatkan legaliltas resmi dan sertifikat HALAL dari Indonesia, berikut adalah bukti dari legalitas Jelly Gamat Gold-G.

Legalitas-Gold-G

  1. Mendapat sertifikat HALAL dari Malaysia : JAKIM (22.00)/492/2/1 010/10/2004
  2. Rekomendasi (Sertifikat ) Badan POM RI ML 114645721
  3. Rekomendasi dari Agri-Food & Veterinary Authority Of Singapore (AVA) tanggal 11 oktober 2003, (semacam departemen kesehatan-nya Pemeritahan Singapura).

Saya ingin mencoba pengobatan dengan Jelly Gamat Gold-G, Bagaimana Cara Saya Mendapatkannya?

Jika Anda berminat, Anda bisa melakukan pemesanan kepada kami salah satu agen penjualan Jelly Gamat Gold-G Indonesia yang berada di Tasikmalaya, cukup dengan mengirim pesan via sms dengan format pemesanan yang telah ditentukan. Contohnya:

Ketik FGHH : Nama Anda : Jumlah Pesanan : Alamat Lengkap : No. Hp/Tlp.
Kirim ke 085.223.944.949

Contoh: FGHH : Anatasya : 3 botol : Jl. Empangsari No. 85 Tasikmalaya Jawa Barat : 087.826.xxxxx
Kirim ke 085.223.944.949

Ingat! format pemesanan dengan mencantumkan FGHH didalamnya yang SYAH dan akan segera kami proses, jika tidak pemesanan mohon maaf pemesanan tidak akan kami tanggapi.

Berikut adalah daftar harga Jelly Gamat Gold-G TERBARU!

img_7748_1433143224* Pemesanan 4 botol ke atas gratis ongkos kirim Rp.50.000. Kelebihannya ditanggung konsumen.

** Harga 45 botol, dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan pada nilai rupiah terhadap kurs ringgit Malaysia. “Info Harga Pasti” akan langsung di infokan kepada anda setelah anda mengirimkan format SMS pemesanan Jelly Gamat Gold-G pada kami.

Catatan!

Maksimal order untuk pengiriman barang terlebih dahulu yaitu 2 botol. Sedangkan untuk pemesanan di atas 2 botol, minimal kami menerima DP setengah dari harga total terkecuali untuk pemesanan 15 botol dan 45 botol (agen) harus transfer terlebih dahulu sesuai dengan jumlah total yang kami infokan.

Untuk order hari Senin sampai Jum’at di bawah jam 16.00 akan dikirim hari itu juga, namun jika order di atas jam 16.00 akan dikirim esok harinya. Khusus untuk hari Sabtu dan Minggu order jam 11.00 siang akan dikirim hari itu juga dan di atas jam 11.00 akan dikirim esok harinya.

Daftar REKENING yang bisa Anda gunakan untuk transfer pembayaran.

Bank BCA KCU Tasikmalaya
Nomor Rekening : 054-0606-196
Atas Nama         : Aryanto

Bank BNI KC Cab. Tasikmalaya
Nomor Rekening : 0226098704
Atas Nama         : Aryanto

Bank BRI Cab. Tasikmalaya
Nomor Rekening : 0100-01-054862-50-5
Atas Nama         : Aryanto

Bank CIMB Cab. Tasikmalaya
Nomor Rekening : 439-01-07029-11-8
Atas Nama         : Aryanto

Bank Mandiri KCP Tasikmalaya
Nomor Rekening : 131-00-0994255-0
Atas Nama         : Aryanto

Setelah Anda mentransfer pembayaran ke salah satu nomor rekening diatas, selanjutnya adalah mengkonfirmasi kepada kami dengan menghubungi kami di nomor 085.223.944.949 Atau jika Admin tengah sibuk dan susah dihubungi konfirmasi dengan mengirim pesan konfirmasi seperti contoh dibawah ini:

Ketik Nama Anda : Jumlah Pesanan : Nama Bank Tujuan : Nominal Transfer : No.Hp/Tlp.
Kirim ke 085.223.944.949

Contoh: Delima : 3 botol : Bank BCA KCU Tasikmalaya : Rp. 540.000,- : 087.826.xxxxx
Kirim ke 085.223.944.949

Sangat mudah, jadi jika Anda berminat silahkan lakukan pemesanan sekarang juga! Hati-hati terhadap penipuan! Anda bisa langsung menghubungi kami jika ragu, dibawah ini adalah beberapa kontak kami yang bisa Anda hubungi.

Phone/sms : 085223944949 & 085316695777
WA/Line : 085223944949/085322500636
BBM : 54A88110/53227614

Demikianlah, artikel kami mengenai Bahaya Dari Infeksi Telinga Pada Anak, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Dan ingat, jika berminat silahkan langsung saja mengirim pesan sesuai contoh diatas.

Terima kasih atas kunjungannya pada situs Anak Kita Sehat, sampai jumpa pada artikel selanjutnya yang pastinya akan lebih menarik lagi. Salam!

Penyakit Berikut Ini Dicap Sebagai Penyakit Langganan Anak

Penyakit Berikut Ini Dicap Sebagai Penyakit Langganan Anak,- Selamat datang kembali untuk Anda, kali ini pada situs Anak Kita Sehat, saya akan berbagi kembali informasi yang menarik seputar penyakit-penyakit yang sering diderita anak-anak. Dan Anda sebagai orangtua yang baik dan bijak serta tentunya menyayangi buah hati Anda, artikel ini akan memberikan Anda wawasan dan pengetahuan baru seputar hal Tersebut. Dan berikut adalah beberapa penyakit yang dicap sebagai penyakit langganan anak, diantaranya:

1.  PILEK

Saat seorang anak terserang pilek,  biasanya akan diawali dengan gejala seperti tenggorokan terasa gatal yang kadang menyebabkan batuk kering. Tidak jarang bahkan suhu tubuh pun meningkat. Selanjutnya, hidung akan berlendir dan mampet.

Penyebab dari pilek sendiri terjadi karena disebabkan virus influenza, ada kalanya penyakit ini terjadi karena alergi rhinitis (radang selaput lendir hidung). Alergi timbul akibat reaksi terhadap bahan tertentu, seperti bulu hewan, debu, atau kapas/kapuk. Bedanya, pilek karena alergi terjadi tanpa disertai demam atau infeksi. Pilek yang disebabkan kedua hal tersebut akan sembuh dengan sendirinya, tanpa perlu pemberian antibiotik. Jaga asupan cairan, agar anak tak dehidrasi. untuk menyamankan pernapasannya, Anda bisa melembabkan ruangan dengan uap panas. Tapi, jika sangat mengganggu, bawalah anak ke dokter.

Pencegahan yang dapat dilakukan: Jika pilek terjadi akibat alergi rhinitis, dapat dicegah dengan meminimalkan atau menjauhi sumber pemicu alergi. Jika anak alergi debu, jaga kebersihan kamarnya. Gunakan kasur latex atau kasur busa untuk meminimalisir alergi. Begitu juga dengan bantal dan gulingnya. Sprei dan sarung bantal harus diganti secara rutin, minimal seminggu sekali. Sedangkan, pilek yang disebabkan oleh virus dapat dicegah dengan mengonsumsi makan makanan bergizi dan beraktivitas fisik yang sehat. Jangan lupa, istirahat si kecil pun harus cukup agar kondisi tubuhnya selalu fit. Selain itu, hindari “ping pong” virus, jika ada salah satu anggota keluarga terkena virus influenza.

 2. INFLUENZA

Pada umumnya, orang-orang menganggap pilek dengan influenza (flu) itu adalah sama, padahal keduanya jelas berbeda. Penderita flu mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta batuk dan pilek. Jadi, flu lebih parah daripada pilek.

Penyebab dari influenza adalah flu yang disebabkan oleh virus influenzasa. Flu sangat cepat menular melalui udara yang tercemar oleh tetesan cairan, saat penderita bersin dan batuk. Udara dengan cairan yang mengandung bibit penyakit flu, mudah terisap oleh anak saat bernapas. Atau bisa jadi bibit penyakit hinggap di benda-benda, yang kemudian disentuh anak dan masuk ke tubuhnya melalui tangan. Anak yang sedang terserang flu diharuskan banyak istirahat, makan makanan bergizi, dan banyak minum air. Tambahkan lebih banyak vitamin C jika ia demam. Beri obat penurun panas sesuai petunjuk pemakaian. Batuk dapat dikurangi dengan minum jus buah yang manis dan agak panas, misalnya air jeruk yang diberi madu. Jika dalam 2 hingga 3 hari demam tak juga turun, segera bawa ke dokter.

Pencegahan yang dapat dilakukan dari penyakit influenza adalah: Tanamkan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat. Virus flu ini enggan menyerang badan yang sehat.Jika ada anggota keluarga lain yang terserang flu, jauhi anak atau gunakan masker saat berhadapan dengan anak. Ini untuk mencegah terjadinya penularan.

3. BATUK

Batuk sebenarnya merupakan refleks dari tubuh untuk mengeluarkan sesuatu, seperti lendir, atau benda yang membuat tubuh berusaha untuk mengeluarkan benda-benda asing tersebut yang terdapat pada  saluran napas.

Penyebab dari batuk pada anak yang paling sering terjadi adalah akibat infeksi saluran napas serta alergi. Ada 2 infeksi saluran napas, yaitu infeksi saluran napas atas dan infeksi saluran napas bawah. Batuk karena infeksi saluran napas atas biasanya lebih ringan. Misalnya karena flu, amandel, dan radang tenggorokan. Sementara, batuk karena infeksi saluran napas bawah biasanya agak lebih berat, seperti pada penderita memiliki penyakit pneumonia (radang paru). Batuk yang disebabkan alergi, biasanya terjadi pada penderita asma. Selain itu, batuk juga bisa terjadi karena aspirasi, yaitu masuknya cairan atau benda asing ke paru-paru seperti ketika minum susu, atau makan keripik.

Pencegahan batuk pada anak: Jika anak memilik asma, yang harus dilakukan adalah menghindari pemicu alergi yang menyebabkan saluran napas menyempit. Saat berdekatan dengan anak-anak, orang dewasa yang tengah mengidap flu atau batuk harus menggunakan masker dan hindari batuk di sembarang tempat. Jaga daya tahan tubuh anak, dengan asupan makanan bergizi. Anak yang sehat akan memiliki daya tahan tubuh yang bagus.

Selain itu, ada beberapa penyakit penyebab batuk yang bisa dicegah dengan imunisasi, misalnya pertusis (batuk rejan atau batuk 100 hari) bisa dicegah dengan suntikan DPT. TBC juga bisa dicegah dengan suntikan BCG. Karena itu, usahakan tepati pemberian imunisasi pada anak tepat jadwal.

4. DIARE

Diare merupakan ganggungan pencernaan yang biasa dialami oleh semua orang, termasuk anak-anak. Diare adalah keluarnya feses yang berair dalam kurun waktu sering.

Penyebab penyakit diare adalah infeksi pleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, ataupun parasit. Penyebab lainnya adalah konsumsi obat-obatan, terutama antibiotic, dan pemakaian pemanis buatan. Tak cocok dengan makanan tertentu juga sering menjadi penyebab diare. Protein susu sapi merupakan bahan makanan yang paling sering menimbulkan alergi hingga anak-anak menderita diare. Makanan lain pencetus alergi adalah ikan, telur, bahan pewarna, dan bahan pengawet.

Ada perbedaan yang harus Anda ketahui antara diare dan mencret, diare adalah keluarnya kotoran encer sebanyak 3 kali atau lebih dalam sehari yang terkadang disertai lendir dan darah. Sedangkan, mencret adalah keluarnya kotoran yang berbentuk encer atau cairan.

Untuk diare, ada beberapa cara dalam penanganan yang dapat dilakukan, diantaranya:

  • Jika mencret pertama sudah disertai darah, segera bawa ke dokter. Begitu pula jika mencret terjadi terus-menerus selama 6 jam atau lebih, disertai muntah, tak mau minum, mata tampak cekung, pusing, dan berat badan turun.
  • Jaga asupan cairan, dengan tetap memberikan ASI sesering mungkin.
  • Anak yang sudah mengonsumsi makanan padat bisa diberi makanan yang lunak-lunak, tak berminyak, dan mudah dicerna.
  • Paling gampang berikan bubur nasi dengan kuah sayur bening. Buah-buahan yang dianjurkan adalah apel dan pisang.
  • Pemberian oralit pun disarankan pada bayi dan batita yang tengah mengalami diare.
  • Obat pemampat kotoran tak dianjurkan, karena akan menahan diare yang membuat racun dan kuman-kuman penyebab infeksi tertahan di dalam perut. Terlebih, jika diare disertai panas.
  • Segera bawa ke dokter, jika diare terjadi lebih dari satu minggu dan diare disertai darah.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebagai orangtua Anda harus menjamin makanan si kecil terjaga kebersihannya. Begitu juga dengan alat-alat makan dan lingkungan di rumah, terutama jika ia masih bayi. Jaga juga kebersihan tangan, saat akan bersentuhan dengan anak.

Demikianlah, beberapa penyakit yang dicap sebagai penyakit langganana anak, serta beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat ya, untuk Anda. Salam!

– Penyakit Berikut Ini Dicap Sebagai Penyakit Langganan Anak

Pertolongan Pertama Jika Anak Sesak Nafas

Pertolongan Pertama Jika Anak Sesak Nafas,- Kebanyakan orangtua akan langsung panik dan takut jika si buah hati tiba-tiba mengalami sesak nafas. Sesak nafas pada si kecil bisa terjadi karena beberapa sebab. Beberapa sebab diantaranya karena proses infeksi, alergi saluran napas termasuk asma, tersedak benda asing, dan kelainan bawaan saluran nafas. Sesak nafas karena proses infeksi paru (pneumonia) merupakan penyebab kematian utama anak usia kurang dari 5 tahun. Pneumonia diawali dengan batuk, pilek dan panas badan, kemudian diikuti sesak nafas yang makin berat. Sesak nafas yang tiba-tiba, misalnya karena tersedak benda asing, biasanya lebih mengundang perhatian orangtua untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit. Sesak nafas yang awalnya ringan dan berkembang menjadi berat kadang-kadang luput dari perhatian orangtua dan tiba di rumah sakit dalam keadaan sangat berat dan sulit diatasi.

anak sesak nafas

Dan untuk Anda sebagai orangtua, Anda dapat melakukan beberapa langkah pertolongan pertama jika anak sesak nafas, diantaranya:

  • Segeralah mencari tempat senyaman mungkin jika anak Anda sesak nafas. Bila perlu bawalah si kecil ke tempat tidur atau di ruangn manapun. Yang penting ruangan tersebut dapat membuat anak  Anda beristirahat dengan tenang. Karena dengan suasana yang nyaman, hal ini dapat segera mengembalikan kondisi si kecil.
  • Jika Anda sudah mendapatkan tempat yang nyaman, maka segera posisikan anak Anda dengan keadaan duduk atau setengah duduk. Bila perlu sandarkan anak Anda ke bantal. Namun jangan pernah memposisikan anak Anda yang sesak nafas dengan posisi tidur. Karena hal ini justru akan menyumbat saluran pernafasannya dan membuat keadaan asma menjadi semakin parah.
  • Yang terpenting Mengatasi jika anak sesak napas adalah Jangan pernah merasa panik, ketika anak Anda mengalami sesak nafas. Bila perlu ajaklah anak Anda berbicara untuk menenangkannya. Atau bisa juga dengan memberinya air minum hangat untuk menenangkannya. Sehingga ia menjadi terhibur dan segera pulih.
  • Longgarkan pakaiannya. Supaya ia tidak merasa sesak. Kemudian pijitlah daerah syaraf paru-paru yang terletak di atas jempol kaki. Atau lebih tepatnya di antara jempol dan jari telunjuk kaki. Namun cara memijitnya harus dengan pelan-pelan. Bila perlu, berikan bronkhodilator seperti salbutamol untuk meringankan sesaknya. Namun jika hal ini tidak membuat kondisi bayi anda menjadi lebih baik, maka segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan yang lebih baik.

Bila Anda sudah melakukan Pertolongan Pertama Jika Anak Sesak Nafas seperti yang disarankan diatas sudah dilakukan sering kambuh lagi, pergilah ke dokter Anda untuk berkonsultasi. Semoga bermanfaat 🙂

Waspadai Penyakit Menular Ini Pada Anak Dan Balita

Waspadai Penyakit Menular Ini Pada Anak Dan Balita,- Anak-anak memang rentan terhadap penyakit menular, karena daya tahan tubuh anak yang bisa dibilang belum sekuat tubuh orang dewasa. Apa saja jenis-jenis penyakit menular yang terjadi pada anak? Diantaranya:

waspadai penyakit menular anak

1. Roseola infatum
Roseola  Infantum adalah penyakit virus menular pada bayi atau anak-anak yang sangat muda, yang menyebabkan ruam disertai demam tinggi. Roseola biasanya menyerang anak yang berumur 6 bulan – 3 tahun.

Penyebabnya adalah virus herpes tipe 6 dan 7. Virus disebarkan melalui percikan ludah penderita. Masa inkubasi (masa dari mulai terinfeksi sampai timbulnya gejala) adalah sekitar 5-15 hari. Biasanya penyakit ini berlangsung selama 1 minggu.
Demam timbul secara tiba-tiba, mencapai 39,4-40,6° Celsius dan berlangsung selama 3-5 hari. Meskipun demam tinggi, tetapi anak tetap sadar dan aktif. Pada saat suhu tubuh mulai tinggi, 5-10% penderita mengalami kejang demam (kejang akibat demam tinggi). Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di belakang kepala, leher sebelah samping dan di belakang telinga. Limpa juga agak membesar. Pada hari keempat, demam biasanya mulai turun. Sekitar 30% anak memiliki ruam (kemerahan di kulit), yang mendatar maupun menonjol, terutama di dada, perut dan kadang menyebar ke wajah, lengan hingga tungkai. Ruam ini tidak menimbulkan rasa gatal dan berlangsung selama beberapa jam sampai 2 hari.

Perawatan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua:
Usahakan anak banyak istirahat. Turunkan demam dengan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan di kemasan).

Komplikasi:
Bila suhu tubuh anak sangat tinggi, ia bisa mengalami kejang demam (serangan dapat terjadi bila infeksi virus disertai demam tinggi).

2. Sindrom Pipi Merah (Parvovirus B19)
Parvovirus B19 adalah virus yang umumnya, dan hanya menimpa manusia. Sekitar separuh orang dewasa pasti pernah terkena mungkin selama masa kanak-kanak atau remajanya. Gejalanya dimulai dengan demam dan gangguan pernapasan. Ruam, seperti bekas tamparan, muncul di kedua pipinya. Setelah lewat dua sampai empat hari, barisan ruam menyebar ke tubuh, lengan dan kakinya. Selama beberapa hari sebelum ruam muncul, penyakit ini mudah menular. Si anaknya biasanya tidak terlalu sakit dan sakitnya akan membaik dalam 7-10 hari.

Perawatan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua:
Berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan pada kemasan) untuk menurunkan demam, atau obati rasa gatalnya. Setelah anak sembuh dari infeksi Parvovirus, biasanya dia memiliki kekebalan dan selanjutnya terlindung dari infeksi ini di kemudian hari. Sebagai catatan, tidak ada vaksin atau obat yang bisa mencegah infeksi Parvovirus B19.

Komplikasi:
Penyakit ini bisa bermasalah bila kronis, karena dapat memicu anemia akut. Hindari kontak anak yang terinfeksi parvovirus dengan wanita hamil karena dapat menyebabkan keguguran.

Pencegahan yang dapat dilakukan, adalah:

Sering mencuci tangan telah dianjurkan sebagai cara praktis dan baik guna mengurangi tersebarnya Parvovirus.
Menjauhkan orang-orang yang terkena dari tempat kerja, penjagaan anak, sekolah atau pusat lain tidak cenderung mencegah tersebarnya Parvovirus B19, sebab penderitanya pun bisa menulari sebelum gelegatanya timbul.
Wanita hamil tak perlu harus disuruh menjauhi tempat kerja yang terkena rebakan Fifth Disease berhubung dengan hal tersebut di atas. Apakah dalam hal ini harus menjauhi dulu tempat kerjanya adalah keputusan wanita itu sendiri setelah mempertimbangkanya dengan keluarga, dokter dan majikannya.

3. Impetigo
Pernah mendengar sebelumnya tentang Impetigo? Impetigo adalah infeksi kulit yang sering terjadi pada anak-anak, sering disebut pioderma. Impetigo umumnya mengenai anak usia 2-5 tahun. Penyebabnya adalah bakteri Staphylococcus aureus atau juga Streptococcus hemolitikus.

Impetigo terdiri dari dua jenis, yaitu:

Impetigo krustosa/kontagiosa (istilah awamnya, cacar madu) merupakan kelainan yang terjadi di sekitar lubang hidung dan mulut. Ciri-cirinya, yaitu kemerahan kulit dan lepuh yang cepat memecah sehingga meninggalkan keropeng tebal warna kuning serupa madu. Bila keropeng dilepaskan, terlihat luka lecet di bawahnya.

Impetigo bulosa/vesiko bulosa (cacar monyet atau cacar api) yang sering terjadi di ketiak, dada, dan punggung. Ciri-cirinya yaitu kemerahan di kulit dan gelembung-gelembung (seperti kulit yang tersundut rokok hingga dikenal dengan cacar api), berisi nanah yang mudah pecah. Cacar api sangat mudah menular dan berpindah dari satu bagian kulit ke bagian lain. Jika terjadi pada bayi baru lahir, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Kelainan ini dapat disertai demam dan menimbulkan infeksi serius.

Gejala yang akan terlihat jika anak Anda terserang impetigo, Anda akan menemukan bintil-bintil lepuh kecil di sekitar hidung dan mulut atau telinga anak Anda, yang akan pecah dan mengeras membentuk keropeng kuning kecokelatan. Penyakit ini bisa menular bila lepuh masih mengeluarkan cairan dan berkerak, sampai dua hari setelah pengobatan dimulai.

Perawatan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua:
Antibiotik oral atau krim antibiotik yang diresepkan dokter.

Komplikasi:
Efek samping jarang terjadi, tapi karena penyakit ini menular, keadaan ini perlu ditangani segera.

4. Cacar Air
Cacar Air merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak-anak. Cacar air atau chicken pox disebabkan virus Varisela zoster. Virus ini menyerang kulit dengan membentuk luka (lesi) yang berisi cairan. Infeksi virus ini biasanya mengenai balita berusia 9 bulan keatas. Cacar air dimulai dengan kondisi tubuh yang tidak nyaman, muncul ruam dan terkadang suhu tubuh sedikit meningkat (di atas 37° Celcius). Setelah satu atau dua hari, muncul bintik-bintik – warnanya merah dan menjadi lepuhan berisi air. Biasanya mulai muncul di tubuh, kemudian menyebar dan mengering menjadi kerak, yang nantinya mengering dan mengelupas. Anak mulai terinfeksi sejak satu atau dua hari sebelum ruam muncul, sampai semua bintik mengering dan mengelupas.

Perawatan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua:
Biasanya anda tak perlu membawa anak ke dokter, kecuali anda tidak yakin apakah anak anda terserang cacar air atau bukan, atau anak Anda sangat tidak nyaman dan rewel. Berikan ia sebanyak-banyaknya cairan dan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan pada kemasan), untuk menurunkan suhu tubuhnya. Mandi dengan air suam-suam kuku dengan sedikit bikarbonat soda dapat membantu meredakan gatal. Atau, usapkan bintik-bintik dengan lotion calamine; bila ia terbangun di malam hari karena gatal, antihistamin juga dapat meredakan gejala (keduanya dapat diperoleh di apotik). Kenakan ia pakaian longgar yang terbuat dari bahan katun dan untuk sementara lepaskan popoknya untuk meredakan rasa gatal. Upayakan jangan sampai balita terinfeksi penyakit lain, sehingga terjadi komplikasi. Misalnya, jangan biarkan balita bermain di luar bersama teman-temannya dan hindarkan dia dari apa pun yang dapat membuat bintil-bintilnya pecah. Jika bintil pecah, kemungkinan terjadinya infeksi bakteri jadi lebih besar. Kalau sudah begini, balita harus diberi antibiotik bahkan kadang perlu di rawat di rumah sakit.

Komplikasi:
Dalam kasus yang jarang terjadi, cacar air dapat memicu penyakit ensefalitis (radang otak). Bila anak Anda menderita cacar air, pastikan ia tidak berada dekat ibu hamil di paruh pertama kehamilannya, dan tidak pernah menderita cacar air sebelumnya. Wanita hamil yang terserang cacar air dapat berisiko keguguran atau melahirkan bayi cacat. Wanita yang belum memiliki kekebalan tubuh dan akan segera melahirkan juga berisiko, karena bisa saja bayinya lahir dengan cacar air.

Pencegahan yang dapat dilakukan:
Cegah dengan vaksinasi. Untuk mencegah kemungkinan terkena atau tertular cacar air dapat diberikan vaksinasi. Kalaupun terkena setelah vaksinasi, biasanya tidak sampai parah. Vaksinasi biasanya diberkan pada usia satu tahun ke atas. Karena pada usia ini bayi sudah tidak lagi memiliki kekebalan tubuh dari ibunya. Daya lindung vaksin ini bisa mancapai 97% dan dapat diulang saat balita berumur 5 tahun.

5. Batuk Rejan
Penyakit yang disebut juga dengan batuk 100 hari ini merupakan salah satu penyakit infeksi pernapasan yang sangat menular. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, terutama di bawah umur 2 tahun. Batuk rejan juga dapat terjadi pada orang dewasa, tetapi tidak berbahaya. Menjadi lebih berbahaya jika terjadi pada anak-anak, balita, dan orang lanjut usia.

Penyebab penyakit ini adalah karena infeksi bakteri Bordetella pertussis dan terkadang oleh Bordetella parapertussis. Penularannya melalui batuk atau bersin penderita yang terinfeksi. Hti-hati terhadap orangtua karena gejala awal batuk rejan ini mirip dengan flu biasa, dan setelah dua minggu ia baru mulai batuk. Bisa juga ia tersedak atau muntah dan terkadang napasnya berbunyi ketika menarik napas atau setelah batuk. Butuh waktu berminggu-minggu hingga serangan batuk mereda. Infeksi bakteri ini menyumbat lubang udara dengan lendir dan bisa berlangsung sekitar empat minggu sejak batuk mulai. Bila anak Anda terserang batuk terus-menerus dan dalam waktu lama, kunjungi dokter, untuk mendapat diagnosa dan mencegahnya menulari orang lain.

Perawatan yang bisa Anda lakukan adalah berikan anak makanan yang mudah ditelan dan berikan banyak minum. Bantu ia mengeluarkan dahak dengan membaringkannya di atas pangkuan Anda lalu tepuk-tepuk punggungnya. Dokter juga akan meresepkan antibiotik. Berikan makanan bergizi yang mudah dicerna sedikit demi sedikit. Hindari makanan yang banyak mengandung gula pasir, pemanis buatan, dan gorengan.

Komplikasi:
Dalam kasus yang parah, anak mungkin harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan terapi oksigen dan pengobatan rehidrasi. Terkadang serangan batuk yang parah dapat menyebabkan radang di paru-paru dan membuat anak rentan terkena infeksi paru-paru. Infeksi sekunder, walaupun jarang, dapat memicu pneumonia dan bronkhitis. Hindari kontak dengan bayi lain yang berisiko terkena komplikasi.

6. Rubela (Campak Jerman)
Adalah sejenis campak namun berbeda virus penyebabnya, hanya menyerang sekali seumur hidup. Meski virus penyebabnya berbeda, namun rubella dan campak (rubeola) mempunyai beberapa persamaan. Rubella dan campak merupakan infeksi yang menyebabkan kemerahan pada kulit pada penderitanya. Rubella merupakan penyakit yang serius yang berpotensi menjadi suatu penyakit yang fatal yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. Gejala dari Rubela diawali dengan flu diikuti ruam berbintik-bintik, yang muncul dalam satu atau dua hari – awalnya di wajah, kemudian sisanya di tubuh. Kelenjar di belakang leher akan membengkak. Virus rubela mulai menyerang sebelum ruam muncul, sampai setidaknya empat hari setelah ruam hilang. Belakangan ini, penyakit ini jarang ditemui karena anak biasanya sudah mendapatkan suntikan campak, gondongan, rubela, pada usia sekitar 12 – 15 bulan.

Perawatan: Berikan anak minuman dingin, kenakan ia pakaian tipis dan berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan di kemasan) untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Komplikasi:
Meskipun termasuk infeksi ringan pada anak, jauhkan anak dari wanita hamil di atas empat bulan atau wanita yang sedang berusaha hamil. Bila anak Anda berada dekat-dekat wanita hamil sebelum Anda mengetahui penyakitnya, beri tahu dia agar bisa secepat mungkin berkonsultasi ke dokter. Hal ini perlu untuk mengetahui apakah ia telah mempunyai sistem kekebalan, karena infeksi ini dapat menyebabkan bayinya lahir cacat.

Pencegahannya untuk anak-anak balita, pada usia 15 bulan atau 12 bulan (jika ia tidak mendapatkan imunisasi campak), diberikan vaksinasi mumps-measles-rubella (MMR), untuk mencegah risiko tinggi yang membahayakan bagi kesehatan.

7. Gondongan (mumps)
Gondongan adalah penyakit infeksi virus akut yang mengenai kelenjar ludah (khususnya parotis). Penderita dapat menularkan penyakitnya sejak ± 7 hari sebelum timbulnya gejala penyakit sampai ± 9 hari sesudahnya. Penularan dapat terjadi melalui: percikan ludah (droplet infection), alat-alat makan dan minum yang dipakai bersama. Penyakit ini banyak menyerang anak usia sekolah dasar (antara 5-9 tahun). Penyebabnya adalah virus mumps dari family Paramyxoviridae.

Gejala gondongan sangat jelas, yaitu kelenjar yang membengkak dan lembek di bawah kedua telinga dan di bawah dagu. Anak Anda juga menderita demam, sakit kepala, mulut kering, sulit mengunyah dan menelan. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini biasanya tidak berbahaya; infeksi dimulai sejak beberapa hari sebelum kelenjar membengkak sampai mengempes kembali. Akhir-akhir ini gondongan jarang terjadi lagi, karena biasanya anak sudah mendapatkan suntikan MMR pada usia sekitar 12 – 15 bulan.

Perawatan untuk anak Anda yang mengalami gondongan, Anda bisa mengkompresnya. Kompres anak dengan air suam-suam kuku untuk mengurangi demam atau berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan pada kemasan) dan/atau ibuprofen khusus bayi (bila usianya sudah di atas enam bulan — cek usia yang dianjurkan pada kemasan). Berikan banyak minum tapi bukan jus buah, karena jus buah dapat memproduksi saliva, yang dapat menyebabkan rasa sakit. Tidak perlu ke dokter kecuali anak Anda mengeluh sakit perut, merasa nyeri, atau ruam bertambah banyak. Komplikasi yang bisa terjadi adalah meskipun  jarang terjadi, gondongan dapat memicu penyakit meningitis atau ensefalitis (radang otak). Selain itu gondongan juga berisiko (walaupun kecil) mengganggu fungsi testis pada anak laki-laki.

  • Pencegahan dapat dilakukan diantaranya:
  • Hindari kontak dengan penderita.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh.
  • Imunisasi (biasanya dalam bentuk imunisasi MMR).

8. Campak (Rubeola, campak 9 hari, Measles)
Merupakan penyakir menular pada balita yang hadir sepanjang tahun tanpa musim. Walau tertular hanya sekali, lakukan antisipasi agar anak tak sampai mengalami komplikasi. Penyakit campak atau yang lebih sering disebut tampek mudah sekali menular. Virusnya bisa hidup dan menyebar lewat udara. Penyakit campak, yang dalam istilah asing disebut measles, disebabkan oleh virus campak atau morbili atau measles virus (MV) dari family Paramyxovirus. Penyakit campak hanya menyerang sekali seumur hidup, bila waktu kecil anak sudah pernah terkena campak maka setelah itu biasanya dia tidak akan terkena lagi.

Gejala campak diawali dengan flu berat, batuk keras, dan mata berair. Bercak putih di mulut (bintik Koplik) merupakan tanda awalnya. Anak Anda merasa tidak nyaman, demam tinggi, dan sulit melihat cahaya terang. Ruam akan muncul pada hari ketiga atau keempat, biasanya di belakang telinga, dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bintik-bintik akan memerah dan semakin banyak, tapi tidak gatal. Penyakit ini biasanya berlangsung sekitar seminggu. Campak sangat menular dan berpotensi menjadi penyakit virus serius, tapi biasanya jarang terjadi karena pada umumnya anak sudah mendapat suntikan MMR pada usia 12 – 15 bulan. Penyakit ini sangat menular sejak beberapa hari sebelum muncul ruam sampai lima hari setelah ruam lenyap.

Perawatan orangtua terhadap anak yang menderita campak, orangtua harus  membawa anak ke dokter karena kemungkinan dapat menularkan anak lain. Berikan banyak minum (air hangat dapat meredakan batuk) dan berikan parasetamol khusus bayi (cek usia yang dianjurkan dalam kemasan) untuk menurunkan suhu tubuh. Vaselin akan melindungi kulit di sekitar bibir. Basuh kerak pada pinggir mata, dan gelapkan kamar bila cahaya mengganggunya. Karena penyakit ini berasal dari virus, dapat diobati dengan antibiotik, tapi dokter Anda mungkin memberinya untuk infeksi sekunder.

Komplikasi yang dapat terjadi:
Infeksi telinga dan paru-paru, muntah dan diare dapat terjadi dua hari setelah ruam muncul. Penyakit ini juga berisiko kecil menyebabkan pneumonia atau ensefasilitis, gangguan pada paru-paru atau telinga.

Demikianlah beberapa penyakit menular yang terjadi pada anak, maka dari itu Anda sebagai orangtua harus selalu mewaspadai agar dapat melalukan penanganan dengan cepat dan tepat.

– Waspadai Penyakit Menular Ini Pada Anak Dan Balita –

Penyebab Cacingan Pada Anak

Selamat datang pada situs anakkitasehat.com, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi mengenai penyebab cacingan pada anak. Cacingan dalam istilah sehari-hari adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan yang  diakibatkan oleh adanya cacing parasit didalam tubuh. Cacingan seringnya  disebabkan karena kurangnya kesadaran akan kebersihan yang baik terhadap diri sendiri ataupun terhadap lingkungannya. Penularan cacingan melalui larva atau telur yang tertelan dan masuk ke dalam tubuh si anak, selain itu cacing juga dapat menginfeksi bagian tubuh manapun yang disinggahi diantaranya pada usus, saluran pencernaan, otot, kulit dan paru-paru. Jenis cacing yang biasanya menjangkit pada manusia adalah cacing pita, cacing kremi, cacing gelang. Dari jenis cacing tersebut, yang paling sering menyerang anak-anak adalah jenis cacing kremi.

penyebab anak cacinganAnda sebagai orang tua mungkin bertanya-tanya mengenai bagaimana lebih tepatnya cacing ini bisa masuk kedalam tubuh anak. Lebih spesifik mengenai bagaimana cacing bisa masuk kedalam tubuh anak, yang telah saya rangkum dari situs kesehatan, diantaranya:

Daging yang terkontaminasi
Cacing bisa berkembang biak akibat telur yang terus menetas. Ada kalanya, telur tersebut hadir melalui media makanan, dan air. Salah satu makanan yang bisa saja terkontaminasi telur cacing adalah daging. Saat ini, banyak lembaga pengawas makanan yang melakukan sidak ke pasar daging dan kemudian menemukan penjual yang nakal dengan menjual daging sapi terkontaminasi cacing.

Jari yang kotor
Awasi anak Anda terutama ketika mereka sedang bermain, karena salah satu penyebab cacingan pada anak  adalah jari yang kotor. Dengan jari yang kotor serta belum dicuci bersih, maka cacing dan telurnya bisa saja masih tertinggal di jari mereka. kemudian, masuk ke mulut di saat anak makan. untuk itu, amat diajurkan melakukan pembersihan secara teratur terhadap tangan anak, dan kemudian memotong kuku anak Anda minimal seminggu sekali.

Proses memasak yang kurang baik
Jika memasak, maka masaklah makanan hingga matang. Karena, dengan makanan yang masih relatif mentah atau setengah matang, kemungkinan cacing belum mati dan masih bisa berkembang biak dengan bebas. Juga, sebelum Anda memutuskan untuk memasak suatu bahan makanan, pastikan Anda telah mencucinya dengan sangat bersih terutama untuk kategori sayuran serta daging.

Lingkungan yang kotor
Lingkungan yang kotor, akan memiliki lebih banyak bakteri, kuman, dan cacing-cacing yang berkeliaran. Untuk itu sangat penting jika kebersihan lingkungan dijaga sebaik mungkin terlebih untuk Anda yang menginginkan kesehatan untuk si kecil.

Untuk itu, para orang tua harusnya lebih mengetahui secara lebih dalam mengenai gejala penyakit cacingan, agar si kecil bisa segera mendapatkan pertolongan dan cacing tidak terlalu lama bersarang. Apa saja gejala yang dapat diperlihatkan oleh si kecil jika ia menderita cacingan? Berikut diantaranya:

1. Lesu dan lemas akibat kurang darah (anemia)
Disebabkan oleh cacing tambang, membuat tubuh menjadi lemas kekurangan darah karena dihisap cacing.

2. Berat badan rendah karena kekurangan gizi
Nutrisi yang seharusnya diserap oleh tubuh juga menjadi makanan cacing.

3. Batuk tak sembuh-sembuh
Ada juga cacing yang dapat hidup di paru-paru sehingga menyebabkan batuk yang tak sembuh-sembuh.

4. Nyeri di perut
Cacingan juga dapat menimbulkan sakit perut yang dapat menyebabkan diare.

Perilaku hidup sehat adalah cara terbaik menghindari cacingan. Karena cacing kebanyakan hidup di tanah maka hindari pula si kecil bermain tanah, sebab bisa saja cacing masuk melalui kuku jarinya.

Demikianlah, artikel mengenai Penyebab Cacingan Pada Anak yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon dimaklumi karena masih sama-sama dalam tahap belajar. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Jaga selalu kesehatan keluarga terlebih anak-anak kita, penerus bangsa Indonesia!