Cara Menjaga Anak Agar Tidak Gampang Sakit

Beberapa anak dianugrahi sistem kekebalan tubuh yang kuat sehingga tidak mudah sakit. Hal ini bisa saja karena kedua orangtua mereka menerapkan pola hidup sehat pada kehidupan mereka, dan juga lingkungan. Namun sebagian dari anak-anak juga rentan sekali menderita sakit. Entah karena pergantian musim, tertular teman atau keluarga karena sistem kekebalan tubuhnya yang lemah.

Menjaga kesehatan anak agar tidak mudah sakit sebenarnya mudah saja, Anda dapat menerapkan beberapa gaya hidup sehat yang diantaranya meliputi :

Cara Menjaga Anak Agar Tidak Gampang Sakit

1. Mengatur pola makan.

Pola makan yang di maksud adalah tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi, Vitamin dan lainya tercukupi dengan makanan 4 sehat 5 sempurna. Selain itu, porsi makanan setiap harinya harus pas, tidak berlebihan atau kurang.

2. Menjaga kebersihannya.

Dalam keadaan kotor kuman serta bibit penyakit dapat dengan mudah berkembang biak, maka dari itu adalah tugas Anda sebagai orang tua WAJIB menjaga kebersihannya seperti :

  • Menjaga kebersihan dan kesehatan giginya.
  • Menjaga kebersihan kuku dan anggota tubh yang lainya.
  • Menjaga kebersihan pakaiannya.

3. Istirahat yang cukup.

Istirahat merupakan sebuah proses untuk meringankan beban otak, selain itu dengan beristirahat pertumbuhan tubuh anak yang terjadi saat mereka tidur akan semakin optimal. Pastikan untuk anak-anak Anda tidur 8 jam sehari.

4. Tanggap bertindak.

Dengan tanggap bertindak maksudnya Anda harus cepat menanganinya jika anak mengelami gejala seperti sakit kepala, batuk, demam atau penyakit lainya agar tidak terlambat.

Semoga bermanfaat. | Cara Menjaga Anak Agar Tidak Gampang Sakit

Anak Gondongan? Yuk Obati Dengan Belimbing Wuluh!

Orangtua pasti merasakan cemas yang luar biasa ketika anaknya tiba-tiba mengalami sakit Gondongan. Nah jika Anda yang belum mengetahui apa itu Gondongan, Gondongan adalah penyakit peradangan yang ditandai dengan membengkaknya rahang bawah hingga menyebabkan anak mengalami kesulitan menelan dan mengunyah makanan. Selain itu, tidak jarang penyakit ini juga menyebabkan komplikasi dan menyerang pada bagian tubuh lainnya.

Anak Gondongan? Yuk Obati Dengan Belimbing Wuluh!

Gondongan yang kemudian semakin parah akan menyebabkan peradangan pada tubuh lainnya. Singkatnya, peradangan akan menjalan pada bagian tubuh lainnya seperti sendi, ginjal, pankreas, testis, selaput otak hingga indung telur. Sehingga akan sangat fatal jika penyakit ini tidak segera mendapat penanganan, terlebih jika terjadi pada anak.

Maka dari itu ketika anak mengalami Gondongan segera lakukan hal terbaik dalam mengobatinya, salah satu cara mengobatinya Gondongan yang alami adalah dengan memanfaatkan belimbing wuluh. Mengapa? Disebutkan jika ternyata Belimbing Wuluh memiliki sifat alami dalam meredakan rasa nyeri akibat pembengkakan pada Gondongan. Selain itu, bagian luar dari Belimbing Wuluh telah terbukti sangat baik dalam mengusir penyakit tersebut.

Dan berikut adalah cara memanfaatkan Belimbing Wuluh sebagai salah satu obat tradisional dalam mengatasi Gondongan pada anak. Caranya :

Anak Gondongan? Yuk Obati Dengan Belimbing Wuluh!

— Ambil segengam daun Belimbing Wuluh dan haluskan dengan dicampur bawang putih.
— Setelah halus, kompreskan pada bagian yang membengkak akibat Gondongan. Cara ini ampuh menghilangkan rasa nyeri dan bengkak yang terjadi pada bagian rahang.

Sangat mudah bukan? Jadi, tidak ada alasan untuk Anda menunda pengobatan Gondongan untuk anak dikarenakan biaya mahal dan sebagainya. Cara alami dan tradisional dengan memanfaatkan bahan alami seperti Belimbing Wuluh saja, sudah termasuk cara terbaik dalam mengatasi Gondongan terlebih pada anak-anak.

Nah semoga bermanfaat, salam!

Baca juga : Penyebab Anak Sering Sakit-sakitan

Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi

Tidak cukup sering jika proses imunisasi pada anak berdampak pada terjadinya demam. Namun sebaiknya apa yang harus dilakukan ketika demam terjadi pada anak setelah proses imunisasi? Dan berikut adalah apa-apa yang harus dilakukan dalam Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi, antara lain :

Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi

• Meningkatkan asupan air minum lebih banyak pada anak setelah imunisasi.

Cairan tubuh anak yang mengalami demam umumnya sangat mudah untuk menguap dan berisiko mengalami dehidrasi. Jika tidak segera ditangani, hal tersebut malah akan semakin membuat suhu tubuh anak meningkat. Maka dari itu, penuhi kebutuhan asupan air minum anak, setelah anak suntik imunisasi.

• Kompres air hangat.

Demam yang terjadi pada anak setelah imunisasi lebih baik dikompres dengan air hangat. Kompres air hangat membantu melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit anak sehingga panas yang berasal dari dalam tubuhnya mudah keluar. Panas juga dikeluarkan bersama keringat setelah pemberian kompres tersebut.

• Pakaikan pakaian yang tipis.

Jangan pakaikan anak pakaian tebal dan berlapis setelah imunisasi karena hal tersebut malah semakin menghambat pengeluaran panas dari dalam tubuhnya. Anak demam sebaiknya menggunakan pakaian yang tipis untuk memudahkan panas keluar dari dalam tubuh.

• Berikan obat penurun panas.

Jika suhu panas tubuh anak lebih dari 37.5°C dan tidak mengalami tanda-tanda penurunan suhu tubuh, maka berikan dia obat pereda panas anak. Baca aturan tentang penggunaan obat tersebut dan berikan sesuai dosis. Jika perlu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada anak untuk pemberian jenis obat yang tepat.

• Pantau suhu tubuh anak secara berkala.

Sebaiknya pemantauan suhu tubuh anak dengan termometer dilakukan sebelum pemberian obat pereda panas. Lakukan setelah pemberian obat dengan durasi 30 menit hingga 1 jam setelahnya. Selanjutnya, pantau suhu tubuh anak setiap beberapa jam sekali untuk mengetahui perkembangannya.

Baca juga : Tips Paling Mudah Terhindar Dari Gigitan Nyamuk

Tips Paling Mudah Terhindar Dari Gigitan Nyamuk

Salah satu faktor penyebab ancaman gigitan nyamuk lebih besar di musim pancaroba seperti sekarang ini. Akibat dari gigitan nyamuk tersebut, bukan hanya menimbulkan gatal dan bekas merah, namun ancaman terserang penyakit DBD atau demam berdarah dengue, Malaria, Chikungunga hingga terjangkitnya Virus Zika.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tercatat jika jumlah pasien penderita DBD di Indonesia pada bulan Januari-Februari 2016 sebanyak 13.219 orang dengan jumlah kematian mencapai 137 orang. Di ibukota Jakarta sendiri, pada bulan Januari-Maret tahun 2016 terdapat 4.936 kasus DBD dan termasuk dalam peningkatan kasus terburuk dalam 5 tahun terakhir.

Selain DBD, akibat dari gigitan nyamuk juga menyebarkan virus Zika. Baik demam berdarah maupun virus Zika, disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dengan masa inkubasi 2 sampai 7 hari.

Gejala keduanya pun hampir serupa, ditandai dengan bintik merah pada kulit, nyeri sendi dan sakit kepala juga demam. Sedikit ciri khas dari gejala akibat virus Zika adalah mata yang kemerahan.

Tips Paling Mudah Terhindar Dari Gigitan Nyamuk

1. Membasmi Sarang Nyamuk

Cara mudah dan efektif memberantas jentik nyamuk adalah dengan gerakan 3M diantaranya menguras, menutup, mengubur. Buang segala jenis genangan air yang ada didalam maupun luar rumah. Sebaiknya Anda juga mengganti air secara teratur pada bak mandi untuk membasmi jentik nyamuk didalamnya. Juga rutin mencuci lantai kamar mandi, handuk, gorden rumah, seprai yang membuat debu dan nyamuk betah hinggap. Taburkan bubuk larvasida sebanyak 2-3 bulan sekali pada tempat-tempat penampungan air. Selain itu bisa juga menanam tanaman penghalau nyamuk seperti lavender dan geranium.

2. Menjaga sirkulasi udara.

Ventilasi yang baik mendukung sirkulasi udara bersih untuk mengusir debu, nyamuk, dan beragam serangga. Hembusan dari kipas angin juga membuat nyamuk tak mampu terbang dengan baik.

3. Gunakan pakaian tangan panjang.

Tentunya anak-anak begitu senang bergerak dan bermain. Karena anak-anak mudah berkeringat, orangtua memakaikan baju tangan pendek yang tipis. Untuk mencegah gigitan terjadi, sebaiknya berikan baju tangan panjang dan celana panjang yang cukup tebal.

4. Lampu terang.

Nyamuk sangat tertarik pada ruangan yang gelap. Dan ternyata warna bola lampu ikut memberi pengaruh. Misalnya, bola lampu warna kuning yang mampu mengaburkan pandangan nyamuk.

5. Minyak telon plus.

Minyak telon plus dan manfaatnya sudah dirasakan jutaan Ibu di Indonesia. Dari hasil survei yang dilakukan terhadap 1.200 ibu di Indonesia, 8 dari 10 para ibu  mengaku penyakit DBD merupakan dampak yang paling dikhawatirkan dari gigitan nyamuk.

Nah cara-cara tersebut bisa Anda gunakan dalam mencegah anak dan keluarga terhindar dari gigitan nyamuk. Semoga bermanfaat!

Baca juga : Mengatasi Cradle Crap Atau Kulit Kepala Berkerak Pada Bayi

Buah-buahan Untuk Meredakan Panas Dalam Anak

Panas dalam mungkin termasuk penyakit yang cukup ringan, hanya saja dampak dari panas dalam juga harus dikhawatirkan. Apalagi jika terjadi pada anak-anak. Panas dalam yang terjadi bisa menyebabkan gangguan tertentu pada sistem pencernaannya.

 

Buah-buahan Untuk Meredakan Panas Dalam Anak

Penyebab dari panas dalam pun beragam, diantaranya :

  • Kurangnya asupan Vitamin C, serat dan kebutuhan cairan.
  • Faktor cuaca yang terlalu panas.
  • Stress.
  • Ketidakstabilan hormon tertentu di dalam tubuh, juga
  • Daya tahan tubuh yang menurun.

Panas dalam bisa dilihat dari gejala yang terjadi seperti terjadi sariawan, bibir pecah-pecah, bau mulut, mengalami sakit tenggorokan, batuk, sering merasa haus, badan meriang, dan sembelit.
Buah-buahan Untuk Meredakan Panas Dalam Anak

Pada anak-anak panas dalam bisa diatasi dengan mengkonsumsi buah-buahan tertentu, dan berikut adalah 14 jenis buah yang bisa meredakan panas dalam pada anak juga pada orang dewasa selain dengan obat. Diantaranya :

1. Pisang

Pisang adalah salah satu jenis buah dengan kandungan mineral kalium, magnesium, fosfor, kalsium dan bersi. Antasid di dalam buah pisang juga dapat membantu mencegah kenaikan asam lambung yang menjadi penyebab dari panas dalam. Vitamin A, Vitamin B6 dan beta karoten di dalamnya juga dapat membantu menjaga sistem metabolisme dari dalam tubuh agar tetap sehat.

2. Jeruk.

Buah jeruk dikenal sebagai buah menjadi sumber Vitamin C. Vitamin C adalah zat yang sangat bermanfaat dalam mengatasi panas dalam. Namun kelebihan lain dari buah jeruk adalah kandungan asam askorbat yang dapat membantu menetralkan asam lambung.

3. Jambu biji.

Sebenarnya kandungan Vitamin C dari Jambu biji lebih banyak dibandingkan dengan kandungan Vitamin C dalam jeruk. Dalam 100gr Jambu biji, dapat menghasilkan kira-kira 180gr Vitamin C.

4. Jambu monyet.

Jenis jambu lain yang ternyata bermanfaat dapat mengatasi panas dalam adalah Jambu monyet. Kandungan Vitamin C didalam Jambu monyet 5 kali lebih banyak dari buah Jeruk. Setuao 100mg sajian dari Jambu monyet, menghasilkan 265mg Vitamin C.

5. Apel.

Apel juga termasuk buah yang memiliki kandungan Vitamin C, kaya serta dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita panas dalam. Sembelit dan diare akibatpanas dalam tadi juga dapat diatasi dengan buah Apel.

6. Delima.

Buah Delima kaya akan kandungan Potasium, Vitamin A, C dan E, juga asam folik. 100gr sajian dari buah Delima menghasilkan 30mg Vitamin C.

7. Sirsak.

Sirsak adalah buah yang memiliki kandungan cukup berlimpah, seperti karbohidrat, kalium, fosfor, dan yang paling dominan adalah Vitamin C.

8. Blewah.

Blewah berasal dari tanaman merambat yang termasuk golongan tanaman Genus Cucumis. Buahnya ternyata kaya kandungan nutrisi seperti Mineral, Kalium, Serat, Vitamin A dan C. Keunggulan lainnya yaitu bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan daya tahan tubuh, menjaga fungsi ginjal, limfa, dapat menurunkan tekanan darah tinggi, serta buah untuk obat panas dalam dan sariawan.

9. Tomat.

Tomat merupakan buah dengan kandungan Kalium, Folat, Thiamin, Niacin, Magnesium, Fosfor, Sodium rendah, lemak jenuh, Kalori, Vitamin A, C dan K.

10. Mangga.

Mangga juga termasuk buah yang baik dikonsumsi ketika panas dalam karena didalamnya terdapat Vitamin C alami. Manfaatnya? Magnesium

11. Kiwi.

Jenis buah yang termasuk Genus Actinidia, berasal dari China. Kandungan pada buah Kiwi diantaranya zat antioksidan yang dapat mengurangi efek peradangan pada tubuh. Kandungan lainnya yang melenngkapi manfaat dari buah Kiwi, diantaranya Protein, Vitamin B1, B2, B3, B6, B9, C, E, K, Karbohidrat, Kalium, Zat Besi, Magnesium, Fosfor, Kalium, Natrium dan Seng.

12. Strawberry.

Salah satu jenis buah yang cukup digermari anak-anak ini menjadi salah satu buah yang bermanfaat untuk mengatasi panas dalam. Di dalamnya juga sarat kandungan nutrisi penting seperti Mineral, Vitamin A, B, B2, B3, B5, B6, C, beta karoten, asam folat, Kalsium, Magnesium, Potasium, Sodium, Seng, dan Besi yang berfungsi sebagai antioksidan yang mudah diserap tubuh.

13. Anggur.

Tanaman anggur termasuk jenis dari Genus Vitis. Kandungan polifenol di dalam buah ini sangat baik untuk proses metabolisme tubuh, juga baik dalam mengatasi gejala panas dalam akibat sariawan. Anggur memiliki kandungan Vitamin C dalam 100gr saja, mengandung sekitar 10.8mg Vitamin C.

14. Alpukat.

Alpukat juga bemranfaat baik dalam mengatasi panas dalam di dalam tubuh karena kandungan Zat Besi, Vitamin E dan kaya kandungan serat didalamnya.

Dengan mengkonsumsi buah-buahan tersebut selain lebih enak dalam mengatasi panas dalam, juga pasti tidak akan ditolak oleh anak karena biasanya anak akan cukup susah hanya untuk mengkonsumsi obat-obatan.

Semoga bermanfaat.

Buah-buahan Untuk Meredakan Panas Dalam Anak |