Makanan Sehat Untuk Penderita Radang Amandel

Sakit amandel yang terjadi pada anak, atau orang dewasa lainnya bisa menyebabkan seseorang mengalami kondisi tidak menyenangkan akibat dari amandel. Salah satunya adalah kesulitan dalam menelan makanan, bernafas dan rasa sakit di tenggorokan.

Kuncinya adalah mengkonsumsi makanan-makanan yang lembut dan menyehatkan untuk penderita radang amandel dalam membantu mengatasi kesulitan dalam menelan makanan pada penderita. Dan berikut adalah Makanan Sehat Untuk Penderita Radang Amandel, seperti yang telah dilansir laman Boldsky, antara lain :

Makanan Sehat Untuk Penderita Radang Amandel

1. Kentang tumbuk.

Kentang tumbuk termasuk makanan yang direkomendasikan untuk penderita radang amandel karena makanan tersebut sangat efektif dalam membantu menyembuhkan tonsilitis/amandel. Kentang tumbuk juga membuat kenyang lebih lama lho.

2. Bayam.

Dengan mengkonsumsi sayur Bayam bisa menyembuhkan infeksi tenggorokan. Oh ya, beri sedikit bubuk lada hitam. Selain lezat, sayur bayam juga dapat menyembuhkan tenggorokan yang gatal dan sakit akibat amandel.

3. Bubur.

Bubur jelas adalah makanan yang lebih mudah ditelan dibanding nasi biasa. Anda juga dapat menambahkan rempah-rempah seperti cengkeh untuk menyembuhkan radang amandel.

Baca juga : Obat Untuk Mengecilkan Amandel Anak

Semoga artikel diatas dapat bermanfaat untuk Anda. Salam!

Posted by Anak Kita Sehat

Cara Menjaga Anak Agar Tidak Gampang Sakit

Beberapa anak dianugrahi sistem kekebalan tubuh yang kuat sehingga tidak mudah sakit. Hal ini bisa saja karena kedua orangtua mereka menerapkan pola hidup sehat pada kehidupan mereka, dan juga lingkungan. Namun sebagian dari anak-anak juga rentan sekali menderita sakit. Entah karena pergantian musim, tertular teman atau keluarga karena sistem kekebalan tubuhnya yang lemah.

Menjaga kesehatan anak agar tidak mudah sakit sebenarnya mudah saja, Anda dapat menerapkan beberapa gaya hidup sehat yang diantaranya meliputi :

Cara Menjaga Anak Agar Tidak Gampang Sakit

1. Mengatur pola makan.

Pola makan yang di maksud adalah tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi, Vitamin dan lainya tercukupi dengan makanan 4 sehat 5 sempurna. Selain itu, porsi makanan setiap harinya harus pas, tidak berlebihan atau kurang.

2. Menjaga kebersihannya.

Dalam keadaan kotor kuman serta bibit penyakit dapat dengan mudah berkembang biak, maka dari itu adalah tugas Anda sebagai orang tua WAJIB menjaga kebersihannya seperti :

  • Menjaga kebersihan dan kesehatan giginya.
  • Menjaga kebersihan kuku dan anggota tubh yang lainya.
  • Menjaga kebersihan pakaiannya.

3. Istirahat yang cukup.

Istirahat merupakan sebuah proses untuk meringankan beban otak, selain itu dengan beristirahat pertumbuhan tubuh anak yang terjadi saat mereka tidur akan semakin optimal. Pastikan untuk anak-anak Anda tidur 8 jam sehari.

4. Tanggap bertindak.

Dengan tanggap bertindak maksudnya Anda harus cepat menanganinya jika anak mengelami gejala seperti sakit kepala, batuk, demam atau penyakit lainya agar tidak terlambat.

Semoga bermanfaat. | Cara Menjaga Anak Agar Tidak Gampang Sakit

Anak Gondongan? Yuk Obati Dengan Belimbing Wuluh!

Orangtua pasti merasakan cemas yang luar biasa ketika anaknya tiba-tiba mengalami sakit Gondongan. Nah jika Anda yang belum mengetahui apa itu Gondongan, Gondongan adalah penyakit peradangan yang ditandai dengan membengkaknya rahang bawah hingga menyebabkan anak mengalami kesulitan menelan dan mengunyah makanan. Selain itu, tidak jarang penyakit ini juga menyebabkan komplikasi dan menyerang pada bagian tubuh lainnya.

Anak Gondongan? Yuk Obati Dengan Belimbing Wuluh!

Gondongan yang kemudian semakin parah akan menyebabkan peradangan pada tubuh lainnya. Singkatnya, peradangan akan menjalan pada bagian tubuh lainnya seperti sendi, ginjal, pankreas, testis, selaput otak hingga indung telur. Sehingga akan sangat fatal jika penyakit ini tidak segera mendapat penanganan, terlebih jika terjadi pada anak.

Maka dari itu ketika anak mengalami Gondongan segera lakukan hal terbaik dalam mengobatinya, salah satu cara mengobatinya Gondongan yang alami adalah dengan memanfaatkan belimbing wuluh. Mengapa? Disebutkan jika ternyata Belimbing Wuluh memiliki sifat alami dalam meredakan rasa nyeri akibat pembengkakan pada Gondongan. Selain itu, bagian luar dari Belimbing Wuluh telah terbukti sangat baik dalam mengusir penyakit tersebut.

Dan berikut adalah cara memanfaatkan Belimbing Wuluh sebagai salah satu obat tradisional dalam mengatasi Gondongan pada anak. Caranya :

Anak Gondongan? Yuk Obati Dengan Belimbing Wuluh!

— Ambil segengam daun Belimbing Wuluh dan haluskan dengan dicampur bawang putih.
— Setelah halus, kompreskan pada bagian yang membengkak akibat Gondongan. Cara ini ampuh menghilangkan rasa nyeri dan bengkak yang terjadi pada bagian rahang.

Sangat mudah bukan? Jadi, tidak ada alasan untuk Anda menunda pengobatan Gondongan untuk anak dikarenakan biaya mahal dan sebagainya. Cara alami dan tradisional dengan memanfaatkan bahan alami seperti Belimbing Wuluh saja, sudah termasuk cara terbaik dalam mengatasi Gondongan terlebih pada anak-anak.

Nah semoga bermanfaat, salam!

Baca juga : Penyebab Anak Sering Sakit-sakitan

Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi

Tidak cukup sering jika proses imunisasi pada anak berdampak pada terjadinya demam. Namun sebaiknya apa yang harus dilakukan ketika demam terjadi pada anak setelah proses imunisasi? Dan berikut adalah apa-apa yang harus dilakukan dalam Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi, antara lain :

Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi

• Meningkatkan asupan air minum lebih banyak pada anak setelah imunisasi.

Cairan tubuh anak yang mengalami demam umumnya sangat mudah untuk menguap dan berisiko mengalami dehidrasi. Jika tidak segera ditangani, hal tersebut malah akan semakin membuat suhu tubuh anak meningkat. Maka dari itu, penuhi kebutuhan asupan air minum anak, setelah anak suntik imunisasi.

• Kompres air hangat.

Demam yang terjadi pada anak setelah imunisasi lebih baik dikompres dengan air hangat. Kompres air hangat membantu melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit anak sehingga panas yang berasal dari dalam tubuhnya mudah keluar. Panas juga dikeluarkan bersama keringat setelah pemberian kompres tersebut.

• Pakaikan pakaian yang tipis.

Jangan pakaikan anak pakaian tebal dan berlapis setelah imunisasi karena hal tersebut malah semakin menghambat pengeluaran panas dari dalam tubuhnya. Anak demam sebaiknya menggunakan pakaian yang tipis untuk memudahkan panas keluar dari dalam tubuh.

• Berikan obat penurun panas.

Jika suhu panas tubuh anak lebih dari 37.5°C dan tidak mengalami tanda-tanda penurunan suhu tubuh, maka berikan dia obat pereda panas anak. Baca aturan tentang penggunaan obat tersebut dan berikan sesuai dosis. Jika perlu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada anak untuk pemberian jenis obat yang tepat.

• Pantau suhu tubuh anak secara berkala.

Sebaiknya pemantauan suhu tubuh anak dengan termometer dilakukan sebelum pemberian obat pereda panas. Lakukan setelah pemberian obat dengan durasi 30 menit hingga 1 jam setelahnya. Selanjutnya, pantau suhu tubuh anak setiap beberapa jam sekali untuk mengetahui perkembangannya.

Baca juga : Tips Paling Mudah Terhindar Dari Gigitan Nyamuk

Tips Paling Mudah Terhindar Dari Gigitan Nyamuk

Salah satu faktor penyebab ancaman gigitan nyamuk lebih besar di musim pancaroba seperti sekarang ini. Akibat dari gigitan nyamuk tersebut, bukan hanya menimbulkan gatal dan bekas merah, namun ancaman terserang penyakit DBD atau demam berdarah dengue, Malaria, Chikungunga hingga terjangkitnya Virus Zika.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tercatat jika jumlah pasien penderita DBD di Indonesia pada bulan Januari-Februari 2016 sebanyak 13.219 orang dengan jumlah kematian mencapai 137 orang. Di ibukota Jakarta sendiri, pada bulan Januari-Maret tahun 2016 terdapat 4.936 kasus DBD dan termasuk dalam peningkatan kasus terburuk dalam 5 tahun terakhir.

Selain DBD, akibat dari gigitan nyamuk juga menyebarkan virus Zika. Baik demam berdarah maupun virus Zika, disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dengan masa inkubasi 2 sampai 7 hari.

Gejala keduanya pun hampir serupa, ditandai dengan bintik merah pada kulit, nyeri sendi dan sakit kepala juga demam. Sedikit ciri khas dari gejala akibat virus Zika adalah mata yang kemerahan.

Tips Paling Mudah Terhindar Dari Gigitan Nyamuk

1. Membasmi Sarang Nyamuk

Cara mudah dan efektif memberantas jentik nyamuk adalah dengan gerakan 3M diantaranya menguras, menutup, mengubur. Buang segala jenis genangan air yang ada didalam maupun luar rumah. Sebaiknya Anda juga mengganti air secara teratur pada bak mandi untuk membasmi jentik nyamuk didalamnya. Juga rutin mencuci lantai kamar mandi, handuk, gorden rumah, seprai yang membuat debu dan nyamuk betah hinggap. Taburkan bubuk larvasida sebanyak 2-3 bulan sekali pada tempat-tempat penampungan air. Selain itu bisa juga menanam tanaman penghalau nyamuk seperti lavender dan geranium.

2. Menjaga sirkulasi udara.

Ventilasi yang baik mendukung sirkulasi udara bersih untuk mengusir debu, nyamuk, dan beragam serangga. Hembusan dari kipas angin juga membuat nyamuk tak mampu terbang dengan baik.

3. Gunakan pakaian tangan panjang.

Tentunya anak-anak begitu senang bergerak dan bermain. Karena anak-anak mudah berkeringat, orangtua memakaikan baju tangan pendek yang tipis. Untuk mencegah gigitan terjadi, sebaiknya berikan baju tangan panjang dan celana panjang yang cukup tebal.

4. Lampu terang.

Nyamuk sangat tertarik pada ruangan yang gelap. Dan ternyata warna bola lampu ikut memberi pengaruh. Misalnya, bola lampu warna kuning yang mampu mengaburkan pandangan nyamuk.

5. Minyak telon plus.

Minyak telon plus dan manfaatnya sudah dirasakan jutaan Ibu di Indonesia. Dari hasil survei yang dilakukan terhadap 1.200 ibu di Indonesia, 8 dari 10 para ibu  mengaku penyakit DBD merupakan dampak yang paling dikhawatirkan dari gigitan nyamuk.

Nah cara-cara tersebut bisa Anda gunakan dalam mencegah anak dan keluarga terhindar dari gigitan nyamuk. Semoga bermanfaat!

Baca juga : Mengatasi Cradle Crap Atau Kulit Kepala Berkerak Pada Bayi