Manfaat Baik Untuk Anak Yang Ikut Berpuasa

Sebagai orangtua, kita seharusnya sudah bisa mengajarkan berpuasa pada buah hati kita, tidak perlu sampai harus satu hari penuh, ajarkan dahulu hingga sepertiga hari atau tengah hari. Dengan begitu, anak akan lebih mudah untuk mengikuti bagaimana berpuasa kelak di masa depan.

Manfaat Baik Untuk Anak Yang Ikut Berpuasa

Kita sudah tau kan bahwa berpuasa sangat baik untuk tubuh dan banyak manfaatnya untuk kesehatan. Untuk anak-anak yang sudah diajarkan berpuasa dan bisa sampai satu hari penuh, puasa akan membuat anak jauh lebih sehat dan tidak gampang sakit seperti hari-hari biasa karena jajan sembarangan, dan makanan yang dikonsumsi juga sangat diperhatikan orangtua. Namun tetap perhatikan oleh orangtua bagaimana tingkat ketahanan tubuh anak agar saat berbuka makanan yang disiapkan benar-benar makanan yang cocok untuk kondisi anak serta kebutuhan gizi dan nutrisinya tetap terpenuhi.

Baca juga : Obat Herbal Untuk Mengatasi Anak Yang Sering Muntah

Selain itu, berpuasa juga bermanfaat untuk menyeimbangkan fungsi tubuh terutama sistem pencernaan. Puasa yang dilakukan dapat mengistirahatkan sekaligus membersihkan seluruh alat pencernaan. Dan berikut ini, merupakan manfaat yang baik jika anak ikut berpuasa, diantaranya :

  • Mengontrol pola makan (waktu makan anak).

Pada saat anak-anak memulai belajar berpuasa, sebenarnya anak tetap makan sebanyak 3 kali makan utama, hanya saja yang mengalami perubahan adalah dalam hal waktu serta jadwalnya saja. Konsumsi makanannya pun tidak berarti dilebihkan ataupun dikurangi. Porsi makan anak tetap seperti biasa dengan tetap memperhatikan komposisi gizi dan nutrisi yang seimbang. Namun dengan mengajarkan serta melatih anak berpuasa maka sang anak bisa untuk mengontrol makanannya.

  • Organ pencernaan anak bisa beristirahat.

Manfaat berpuasa lainnya pada anak adalah manfaat untuk kesehatannya. Pada saat anak berpuasa, maka usus yang sehari-harinya biasanya selalu bekerja secara terus-menerus, dengan berpuasa maka usus dan organ pencernaan lainnya tersebut diberi kesempatan untuk beristirahat. Demikian pula dengan kinerja hormon-hormon tubuhnya.

  • Sebagai salah satu cara detosifikasi alamiah.

Di saat anak belajar berpuasa, maka hormon dan organ tubuh tidak bekerja keras seperti biasanya. Pada saat inilah, tubuh akan melakukan pengeluaran zat-zat yang tak berguna lewat keringat, air seni atau pun BAB (buang air besar). Dan untuk dapat menunjang kelancaran dalam hal pembuangan zat-zat sisa tersebut, hendaknya anak mendapatkan kecukupan cairan pada saat bersahur atau pun pada saat berbuka puasa.

  • Membatasi makanan camilan.

Pada masa anak-anak kebiasaan mencamil makanan sembari menonton TV ataupun di masa sekarang yang sedang trend adalah main games serta juga games online maka hal tersebut dapat menyebabkan anak mempunyai kebiasaan sedikit-sedikit makan. Pada saat kita melatih berpuasa, kebiasaan memakan camilan ini untuk sementara waktu akan bisa dihilangkan.

  • Melatih anak beribadah.

Misalnya salat berjamaah, mengaji bersama, hafalan doa dan sebagainya.

Manfaat Baik Untuk Anak Yang Ikut Berpuasa |

Cara Yang Tepat Untuk Mengatasi Anak Demam

Anak demam adalah salah satu kondisi, dimana anak akan mengalami kenaikan suhu badan yang tinggi / diatas normal. Selain itu demam ternyata juag berupakan indikasi adanya penyakit.

Cara Yang Tepat Untuk Mengatasi Anak Demam

Seringkali orangtua salah mengartikan demam adalah penyakit, dan buru-buru memberikan anak obat demam sembarangan. Padahal, ada beberapa cara yang masih bisa dilakukan (tanpa obat) untuk mengatasi anak demam. Dan berikut ini, beberapa cara yang bisa dilakukan ketika anak demam, berdasarkan theasianparent.

1. Mandikan anak dengan air hangat.

Ketika anak demam, pastikan anak mandu dengan air hangat. Air hangat telah terbukti sangat membantu dalam mengatasi demam anak.

2. Lakukan pemijatan dengan bahan-bahan herbal.

Anak yang mengalami demam, salah satu cara mengatasinya adalah dengan melakukan pemijatan namun menggunakan bahan-bahan alami. Seperti menggunakan minyak kayu putih atau minyak kelapa dengan tambahan 2 sampai 3 bawang merah yang sudah diparut, tambahkan seiris jeruk nipis atau asam jawa. Pijatkan ramuan tersebut di punggung, dada dan perut anak.

3. Kipas angin.

Lho, kenapa harus kipas angin? Demam anak bisa turun suhunya jika mengalakan kipas angin tapi tidak diarahkan langsung ke anak. Berdasarkan situs babycenter.com, ketika kipas angin ini dinyalakan, anak yang mengalami demam secara perlahan suhu tubuhnya juga ikut turun. Nah, sebaiknya jangan biarkan anak memakai pakaian tipis ketika terapi demam dengan kipas angin ini ya.

4. Kompres dahi.

Dari jaman dulu, biasanya anak demam sudah pasti akan dikompres. Pastikan kompres anak dengan handuk yang telah dibasahi air hangat sebelumnya.

5. Naikan sistem kekebalan tubuhnya.

Sangat mudah membuat anak yang memiliki kekebalan tubuh rendah, untuk menaikan sistem imun / kekebalan tubuhnya. Anda bisa memberikan dia makanan bergizi seperti kuah kaldu asli (rebusan dari ayam / daging buatan sendiri).

6. Pastikan anak mendapat tidur dan istirahat yang cukup.

Salah satu membuat demam anak turun dan membaik berikan anak istirahat yang cukup. Jika si kecil terus bergerak aktif, demam dan suhu tubuh malah akan semakin meningkat. Untuk itu, biarkan dia tenang dan tidur, maka demam akan turun.

REKOMENDASI : Obat Tradisional Untuk Menurunkan Panas Demam Pada Anak

Cara Yang Tepat Untuk Mengatasi Anak Demam |

Tips Agar Anak Mau Memakan Sayuran Dan Buah

Problematika sebagian orangtua yang memiliki anak kecil, biasanya balita adalah anak yang tidak mau memakan makanan sehat terutama sayur dan buah. Mereka cenderung lebih suka makan-makanan cepat saji, daging-dagingan dan makanan serba instant yang kita ketahui tidak baik jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Tips Agar Anak Mau Memakan Sayuran Dan Buah

Nah, untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar anak mau memakan sayuran dan buah mereka. Apa saja? Yuk simak berikut ini selengkapnya:

  • Hidangkan sayuran dan buah-buahan dalam bentuk yang menarik.

Anak-anak suka dengan penampilan yang menurut mereka lucu, menarik, dan berwarna. Anda bisa membuat kreasi makanan dari sayuran atau buah untuk anak-anak dan bentuk sesuai dengan karakter atau apapun yang anak Anda sukai.

  • Sajikan sayuran yang renyah

Ada sebagian dari anak-anak yang suka makanan dengan tekstur kasar / renyah. Mungkin karena ketika mereka makan-makanan tersebut hal itu lah yang menjadi menyenangkan. Memasak sayuran tidak perlu terlalu lama, cukup rebus, kukus, panaskan di oven, atau sajikan dalam keadaan mentah. Melalui ini, anak juga tidak terlalu kehilangan vitamin. Ini juga merupakan salah satu tips sehat rekomendasi para dokter.

  • Ajak anak berbelanja

Dengan mengajak buah hati ikut berbelanja, Anda bisa mengenalkan beberapa sayuran dan buah yang sehat untuknya. Selain itu, anak juga bisa memilih sayuran atau buah-buahan mana yang mereka sukai. Dan jika sudah dirumah, kemudian Anda buatkan makanan dari sayuran atau buah-buahan yang anak Anda inginkan, mereka pasti akan senang menyantapnya dan anak tidak akan kekurangan gizi nanti.

Demikianlah beberapa tips untuk Anda para orangtua yang kesulitan memberikan sayuran dan buah-buahan untuk anak Anda. Semoga dapat bermanfaat ya, dan salam untuk si kecil.

Tips Agar Anak Mau Memakan Sayuran Dan Buah |

Gigi Si Buah Hati Cepat Tumbuh, Coba Metode Ini !

Gigi Si Buah Hati Cepat Tumbuh, Coba Metode Ini,- Pastinya Anda yang memiliki buah hati sangat senang melihat tumbuh dan berkembangnya anak Anda bukan. Seiring berjalannya waktu, buah hati Anda akan terus menunjukkan pertumbuhan yang baik apabila asupan gizinya terpenuhi sejak dini. Namun, banyak juga masalah yang mungkin terjadi seiring pertumbuhannya tersebut.

Biasanya jika bayi Anda mengalami masalah maka akan memberikan efek terhadap kesehatannya, mereka juga akan terus menangis dan tidak enak badan hingga menyebabkan sulit tidur dan membuat orangtua cemas. Masalah lainnya yang sering terjadi adalah gigi yang susah tumbuh. Cara merangsang pertumbuhan gigi pada balita agar tumbuh sesuai dengan usia perkembangannya harus diperhatikan dengan baik agar bayi tumbuh dengan maksimal dan normal.

Pada umumnya, gigi balita akan tumbuh saat memasuki usia 4-6 bulan. Petumbuhan ini sangat dipengaruhi dari asupan gizi yang beraasal dari makanan ataupun gizi yang berasak dari ibu yang akan mempengaruhi produksi asi. Metode yang biasanya dilakukan adalah dengan memberikannya mainan yang dapat menjadi media perangsang. Mainan tersebut biasanya akan digigit oleh bayi. Tidak hanya itu, mainan tersebut juga akan melatih keterampilan motorik pada bayi karena bentuknya yang melengkung. Pilihlah mainan yang terbuat dari karet ataupun lateks dengan warna yang mencolok tetapi aman untuk bayi. Mainan bayi ini sering disebut dengan teether yang biasanya sudah BPA free.
teether bayiSelain dengan mainan tersebut, cara lainnya yang dipastikan benar-benar aman adalah dengan memperhatikan pemberian makanan untuk bayi. Biasanya dapat menggunakan wortel yang dikupas dan dipotong agak besar kemudian diberikan untuk bayi agar dapat digigit-gigit olehnya. Wortel ini sangat aman dan murah, teksturnya yang tidak terlalu keras dan tak mudah putus dapat dijadikan sebagai cara alternatif untuk membantu pertumbuhan gigi si buah hati lebih cepat.

wortel kukus
wortel kukus

Manfaat dari pemberian media perangsang tersebut adalah gigi yang runcing dari dalam akan terdesak keluar pada gusi sehingga muncullah gigi susu pada balita. Terdapat zat tambahan yang bisa diberikan juga seperti zat fluor  yang berfungsi untuk memperkuat gigi, serta mencegah kerusakan pada gigi.

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs kami dan membaca artikel kami Gigi Si Buah Hati Cepat Tumbuh, Coba Metode Ini ! Semoga dapat bermanfaat ya bun, selamat mencoba!

Tips Mengatasi Bayi Yang Cegukan

Tips Mengatasi Bayi Yang Cegukan,- Bayi yang cegukan memang sangat membuat Anda sebagai orangtua tentunya merasa khawatir. Penyebab bayi cegukan sebenarnya karena bayi tersebut menangis dan marah. Biasanya, orang dewasa menghentukan cegukan cupu mudah, yaitu dengan cara menahan nafas beberapa saat saja. Tapi bagaimana jika bayi yang cegukan? Tidak mungkin melakukan hal yang sama bukan?

cegukan pada bayi
Namun, ada beberapa metode yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan cegukannya. Dan berikut ini adalah Tips Mengatasi Bayi Yang Cegukan:

  • Jika cegukan terjadi pada saat menyusu, coba ubah posisi menyusui dan terus susui sampai cegukan hilang.
  • Perhatikan, apakah saat menyusu ia dalam keadaan tenang atau justru terlihat begitu semangat yang membuat udara masuk ke diafragma.
  • Cek juga posisi menyusui Anda. Posisi menyusui yang benar adalah puting dan areola masuk ke mulut bayi, bayi berada dalam garis lurus dengan lengan bayi, serta perut bayi  berhadapan dengan perut ibu.
  • Bila cegukan terus terjadi, hentikan dulu kegiatan menyusunya. Sandarkan bayi tegak menghadap Anda dengan kepala di bahu Anda, lalu tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut, seperti ketika Anda menyendawakannya. Tindakan ini  bisa mendorong udara ke atas dan menghentikan cegukan. Setelah cegukan berhenti, susui dia kembali.
  • Bila bayi minum dari botol, perhatikan apakah botolnya memiliki regulator dan lubang pada dot bayi. Pilihlah botol dengan lubang dot yang lebih kecil agar bayi bisa mengatur ritme menyedot susu sehingga tidak cegukan.
  • Bila bayi sudah mendapat makanan pendamping ASI, berikan makanan dalam jumlah sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan.

Demikianlah Tips Mengatasi Bayi Yang Cegukan pada situs Anak Kita Sehat kali ini, semoga dapat bermanfaat ya untuk Anda. Terima kasih atas kunjungannya pada situs kami ini, semoga Anda dan keluarga sehat selalu, salam!