Mengenali Ciri Anak Autisme Sedari Dini

Kita semua pasti sudah mengerti tentang apa itu Autisme. Ya, Autisme, adalah gangguan perkembangan mental kompleks pada anak-anak dan umumnya gejalanya akan muncul saat anak berusia dibawah lima tahun.

Mengenali Ciri Anak Autisme Sedari Dini

Gangguan perkembangan ini biasanya dapat berpengaruh pada kemampuan anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Tidak heran, jika Autisme juga membuat anak berperilaku kurang lazim atau tidak sesuai sebagaimana anak seusianya.

Autisme, bukanlah sebuah kondisi yang dapat menular. Sampai saat ini, penyebab dari Autisme masih dalam pengkajian lebih lanjut oleh para ahli. Namun Bunda, para ahli mengemukakan jika terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan Autisme pada anak.

Salah satu faktor penyebab Autisme dikatakan adalah faktor genetik. Faktor genetik serta lingkungan yang berpolusi, dan dekat dengan bahan pengawet dapat memicu kemunculan Autisme.

Hingga saat inipun, belum ada terapi instan yang bisa dijadikan pengobatan untuk gangguan Autisme. Penanganan saat ini yang lebih diutamakan adalah diagnosa akurat, pendidikan yang tepat serta dukungan kuat dari orangtua dan kerabat. Jika Bunda dirasa tidak sanggup, berarti Bunda hanya cukup untuk bersabar melatih si buah hati dan tetap memberi dukungan pada anak sebaik mungkin.

Bunda juga jangan khawatir, karena Mengenali Ciri Anak Autisme Sedari Dini cukup mudah kok. Untuk mengenalinya, Bunda cukup menjawab ya atau tidak pada pertanyaan di bawah ini:

  • Apakah anak Anda memiliki rasa tertarik pada anak lain?
  • Apakah anak Anda pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertarik pada sesuatu?
  • Apakah anak Anda mau menatap Anda lebih dari satu atau dua detik?
  • Apakah anak Anda meniru Anda? Misalnya, bila membuat raut wajah tertentu, apakah anak Anda menirunya?
  • Apakah anak Anda memberi reaksi bila namanya dipanggil?
  • Bila Anda menunjuk pada sebuah mainan atau apapun di sisi ruangan, apakah anak Anda melihat pada mainan tersebut?
  • Apakah anak Anda pernah bermain “sandiwara” misalnya berpura-pura menyuapi boneka atau berbicara di telepon?

Seorang anak berpeluang memiliki kondisi Autisme, jika minimal dua dari pertanyaan di atas dijawab tidak. Alasannya, saat anak tidak tertarik pada anak lain atau temannya, lebih suka menyendiri, tidak fokus, Hiperaktif, tidak merespon saat namanya dipanggil atau ia lebih suka menghabiskan waktunya untuk menikmati dunianya sendiri, bisa jadi anak tersebut mengalami Autisme. Jika ciri ini Anda temukan pada buah hati, disarankan agar segera memeriksakan atau mendapatkan diagnosa terkait kondisi anak dari dokter atau petugas medis rumah sakit.

Posted by Anak Kita Sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *