Mengatasi Demam Tinggi Pada Anak Secara Alami

Mengatasi Demam Tinggi Pada Anak Secara Alami,- Selamat datang pada situs anak kita sehat, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi mengenai cara mengatasi demam tinggi yang terjadi pada anak dengan cara herbal yang pastinya aman untuk anak.

demam tinggi pada anak

Seperti yang kita ketahui, bahwa demam tinggi pada si buah hati akan membawa kekhawatiran tersendiri kepada orangtua. Namun, itulah yang menjadi permasalahan. Jika orangtua terlalu panik dan salah dalam menangani anak demam, itu akan sangat berbahaya. Beberapa hal yang perlu diketahui orangtua mengenai demam adalah demam bukanlah penyakit utama, kondisi ini merupakan reaksi tubuh secara alami terhadap suatu penyakit. Demam bisa pertanda tubuh sedang melawan infeksi karena suhu yang tinggi tersebut memperlambat pertumbuhan bakteri ataupun virus.

Yang sering dicemaskan oleh para orangtua lainnya adalah kejang demam. Kejang terjadi karena kenaikan suhu tubuh yang meningkat secara cepat di tahap awal infeksi, seringkali sebelum ini terjadi para orangtua tidak dapat menyadarinya.

Untuk mengatasi demam tinggi yang terjadi pada anak memang banyak cara dan pengobatannya, namun sangat diperlukan kehati-hatian untuk Anda yang ingin memberikan pengobatan pada si buah hati yang aman dan tentunya tidak menyebabkan efek samping negatif untuk anak-anak. Salah satu pengobatan yang dipastikan AMAN untuk anak-anak yang saya rekomendasikan adalah dengan QnC Jelly Gamat. QnC Jelly Gamat akan membantu dalam menurunkan demam tinggi yang terjadi pada anak serta meredakan gejalanya. Simak khasiat dari QnC Jelly Gamat untuk menurunkan demam tinggi pada anak berikut ini.

QnC Jelly Gamat Membantu Mengatasi Demam Tinggi Yang Terjadi Pada Anak Secara Alami, Aman, Dan Efektif Dalam Menyembuhkan.

Mengatasi Demam Tinggi Pada Anak Secara Alami

QnC Jelly Gamat menjadi pilihan dan rekomendasi saat ini yang tepat untuk mengatasi demam pada anak. Ekstrak teripang yang diperoleh dari teripang emas terpilih, dari species terbaik yakni Golden Stichopus Variegatus. Species ini memiliki lebih banyak kandungan keunggulan, diantaranya terdapat lebih dari 50 jenis kandungan bioaktif didalamnya, serta beberapa kandungan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan khususnya oleh anak-anak. Beberapa kandungan tersebut, diantaranya:

  • Protein 86.8%
  • Kolagen 80.0%
  • Mukopolisakarida
  • Antiseptik alamiah
  • Chondroitin
  • Omega 3, 6 dan 9
  • Vitamin
  • Mineral
  • Glucosaninoglycans (GAGs)
  • Saponin
  • Lektin
  • Senyawa Gamapeptide

Tahukah Anda, salah satu kandungan didalam teripang emas, senyawa Gamapeptide adalah senyawa yang istimewa. Mengapa? Karena khasiat  yang terkandung didalamnya sangat istimewa, diantaranya sebagai pereda rasa sakit, 3 kali lebih cepat dalam menyembuhkan luka, membantu menstabilkan emosi, melancarkan sirkulasi darah, mengaktifkan pertumbuhan dan sel-sel, serta sangat baik dalam membantu menjaga kecantikan dan kesehatan kulit.

Dari bukti penelitian yang dilakukan membuktikan teripang emas juga memiliki senyawa CGF (Cell Growth Factor), senyawa ini merangsang regenerasi atau pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak dan bahkan membusuk. Sehingga menjadi pulih kembali dan sehat. Contohnya, misalnya pada kasus penderita diabetes melitus, selain diminum, jelly gamat gold-g juga bisa dioleskan pada luka yang sudah membusuk, bahkan hampir diamputasi. Ternyata “Cell Growth Factor” mampu bekerja denganbaik sehingga luka menjadi pulih kembali.

Keseluruhan kandungan didalam QnC Jelly Gamat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh anak agar terhindar dari serangan virus maupun bakteri yang dapat menyebabkan anak demam. Khasiatnya bahkan sudah dibuktikan dari beberapa testimoni yang membuktikan bahwa QnC Jelly Gamat berhasil membantu menyembuhkan demam tinggi pada anak. Berikut adalah salah satu bukti dari khasiat QnC Jelly Gamat sebagai cara Mengatasi Demam Tinggi Pada Anak Secara Alami.

demam tinggi pada anak

Untuk mendapatkan obat herbal QnC Jelly Gamat, cukup dengan mengirim pesan via sms/bbm dengan format pemesanan sesuai contoh berikut:

Ketik NSQG : Nama Anda : Jumlah Pesanan : Alamat Lengkap : No. Hp/Tlp.
Kirim ke 085.223.944.949

Contoh: Ketik NSQG : Indira : 2 botol : Jl. Karang Asem 87 Jakarta Barat : 081.223.xxxxx
Kirim ke 085.223.944.949

Format pemesanan harus mencantumkan format pemesananNSQG“ didalamnya karena merupakan kode dari produk, jika tidak mohon maaf pemesanan tidak akan diproses!

 

Selain sms, pemesanan juga tersedia untuk pengguna:

BBM 54A88110 / 53227614
Whatsapp dengan nomor +6852-2394-4949

Berikut adalah daftar harga QnC Jelly Gamat.

Mengatasi Demam Tinggi Pada Anak Secara Alami

Selengkapnya mengenai potongan harga pemesanan dan ketentuannya, simak disini : Cara Pemesanan.

Kami menggunakan sistem pengiriman yang berbeda dengan barang sampai baru anda bayar. Penggunaan sistem ini kami tujukan untuk memberikan kepercayaan penuh pada konsumen dan membuktikan pada anda bahwa kerjasama dengan kami tidak ada UNSUR PENIPUAN. Namun bagi anda sebagai calon konsumen yang beri’tikad tidak baik, anda akan dikenakan sanksi PASAL 5 BAB III NO.8 TAHUN 1999 (Tuntutan Hukum Pidana dan dendaan atas langgaran tidak memenuhi kewajiban konsumen). Untuk itulah, kami sangat mengharapkan kerjasama yang jujur dan bersih dalam bisnis jual beli ini.

Penyakit Berikut Ini Dicap Sebagai Penyakit Langganan Anak

Penyakit Berikut Ini Dicap Sebagai Penyakit Langganan Anak,- Selamat datang kembali untuk Anda, kali ini pada situs Anak Kita Sehat, saya akan berbagi kembali informasi yang menarik seputar penyakit-penyakit yang sering diderita anak-anak. Dan Anda sebagai orangtua yang baik dan bijak serta tentunya menyayangi buah hati Anda, artikel ini akan memberikan Anda wawasan dan pengetahuan baru seputar hal Tersebut. Dan berikut adalah beberapa penyakit yang dicap sebagai penyakit langganan anak, diantaranya:

1.  PILEK

Saat seorang anak terserang pilek,  biasanya akan diawali dengan gejala seperti tenggorokan terasa gatal yang kadang menyebabkan batuk kering. Tidak jarang bahkan suhu tubuh pun meningkat. Selanjutnya, hidung akan berlendir dan mampet.

Penyebab dari pilek sendiri terjadi karena disebabkan virus influenza, ada kalanya penyakit ini terjadi karena alergi rhinitis (radang selaput lendir hidung). Alergi timbul akibat reaksi terhadap bahan tertentu, seperti bulu hewan, debu, atau kapas/kapuk. Bedanya, pilek karena alergi terjadi tanpa disertai demam atau infeksi. Pilek yang disebabkan kedua hal tersebut akan sembuh dengan sendirinya, tanpa perlu pemberian antibiotik. Jaga asupan cairan, agar anak tak dehidrasi. untuk menyamankan pernapasannya, Anda bisa melembabkan ruangan dengan uap panas. Tapi, jika sangat mengganggu, bawalah anak ke dokter.

Pencegahan yang dapat dilakukan: Jika pilek terjadi akibat alergi rhinitis, dapat dicegah dengan meminimalkan atau menjauhi sumber pemicu alergi. Jika anak alergi debu, jaga kebersihan kamarnya. Gunakan kasur latex atau kasur busa untuk meminimalisir alergi. Begitu juga dengan bantal dan gulingnya. Sprei dan sarung bantal harus diganti secara rutin, minimal seminggu sekali. Sedangkan, pilek yang disebabkan oleh virus dapat dicegah dengan mengonsumsi makan makanan bergizi dan beraktivitas fisik yang sehat. Jangan lupa, istirahat si kecil pun harus cukup agar kondisi tubuhnya selalu fit. Selain itu, hindari “ping pong” virus, jika ada salah satu anggota keluarga terkena virus influenza.

 2. INFLUENZA

Pada umumnya, orang-orang menganggap pilek dengan influenza (flu) itu adalah sama, padahal keduanya jelas berbeda. Penderita flu mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta batuk dan pilek. Jadi, flu lebih parah daripada pilek.

Penyebab dari influenza adalah flu yang disebabkan oleh virus influenzasa. Flu sangat cepat menular melalui udara yang tercemar oleh tetesan cairan, saat penderita bersin dan batuk. Udara dengan cairan yang mengandung bibit penyakit flu, mudah terisap oleh anak saat bernapas. Atau bisa jadi bibit penyakit hinggap di benda-benda, yang kemudian disentuh anak dan masuk ke tubuhnya melalui tangan. Anak yang sedang terserang flu diharuskan banyak istirahat, makan makanan bergizi, dan banyak minum air. Tambahkan lebih banyak vitamin C jika ia demam. Beri obat penurun panas sesuai petunjuk pemakaian. Batuk dapat dikurangi dengan minum jus buah yang manis dan agak panas, misalnya air jeruk yang diberi madu. Jika dalam 2 hingga 3 hari demam tak juga turun, segera bawa ke dokter.

Pencegahan yang dapat dilakukan dari penyakit influenza adalah: Tanamkan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat. Virus flu ini enggan menyerang badan yang sehat.Jika ada anggota keluarga lain yang terserang flu, jauhi anak atau gunakan masker saat berhadapan dengan anak. Ini untuk mencegah terjadinya penularan.

3. BATUK

Batuk sebenarnya merupakan refleks dari tubuh untuk mengeluarkan sesuatu, seperti lendir, atau benda yang membuat tubuh berusaha untuk mengeluarkan benda-benda asing tersebut yang terdapat pada  saluran napas.

Penyebab dari batuk pada anak yang paling sering terjadi adalah akibat infeksi saluran napas serta alergi. Ada 2 infeksi saluran napas, yaitu infeksi saluran napas atas dan infeksi saluran napas bawah. Batuk karena infeksi saluran napas atas biasanya lebih ringan. Misalnya karena flu, amandel, dan radang tenggorokan. Sementara, batuk karena infeksi saluran napas bawah biasanya agak lebih berat, seperti pada penderita memiliki penyakit pneumonia (radang paru). Batuk yang disebabkan alergi, biasanya terjadi pada penderita asma. Selain itu, batuk juga bisa terjadi karena aspirasi, yaitu masuknya cairan atau benda asing ke paru-paru seperti ketika minum susu, atau makan keripik.

Pencegahan batuk pada anak: Jika anak memilik asma, yang harus dilakukan adalah menghindari pemicu alergi yang menyebabkan saluran napas menyempit. Saat berdekatan dengan anak-anak, orang dewasa yang tengah mengidap flu atau batuk harus menggunakan masker dan hindari batuk di sembarang tempat. Jaga daya tahan tubuh anak, dengan asupan makanan bergizi. Anak yang sehat akan memiliki daya tahan tubuh yang bagus.

Selain itu, ada beberapa penyakit penyebab batuk yang bisa dicegah dengan imunisasi, misalnya pertusis (batuk rejan atau batuk 100 hari) bisa dicegah dengan suntikan DPT. TBC juga bisa dicegah dengan suntikan BCG. Karena itu, usahakan tepati pemberian imunisasi pada anak tepat jadwal.

4. DIARE

Diare merupakan ganggungan pencernaan yang biasa dialami oleh semua orang, termasuk anak-anak. Diare adalah keluarnya feses yang berair dalam kurun waktu sering.

Penyebab penyakit diare adalah infeksi pleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, ataupun parasit. Penyebab lainnya adalah konsumsi obat-obatan, terutama antibiotic, dan pemakaian pemanis buatan. Tak cocok dengan makanan tertentu juga sering menjadi penyebab diare. Protein susu sapi merupakan bahan makanan yang paling sering menimbulkan alergi hingga anak-anak menderita diare. Makanan lain pencetus alergi adalah ikan, telur, bahan pewarna, dan bahan pengawet.

Ada perbedaan yang harus Anda ketahui antara diare dan mencret, diare adalah keluarnya kotoran encer sebanyak 3 kali atau lebih dalam sehari yang terkadang disertai lendir dan darah. Sedangkan, mencret adalah keluarnya kotoran yang berbentuk encer atau cairan.

Untuk diare, ada beberapa cara dalam penanganan yang dapat dilakukan, diantaranya:

  • Jika mencret pertama sudah disertai darah, segera bawa ke dokter. Begitu pula jika mencret terjadi terus-menerus selama 6 jam atau lebih, disertai muntah, tak mau minum, mata tampak cekung, pusing, dan berat badan turun.
  • Jaga asupan cairan, dengan tetap memberikan ASI sesering mungkin.
  • Anak yang sudah mengonsumsi makanan padat bisa diberi makanan yang lunak-lunak, tak berminyak, dan mudah dicerna.
  • Paling gampang berikan bubur nasi dengan kuah sayur bening. Buah-buahan yang dianjurkan adalah apel dan pisang.
  • Pemberian oralit pun disarankan pada bayi dan batita yang tengah mengalami diare.
  • Obat pemampat kotoran tak dianjurkan, karena akan menahan diare yang membuat racun dan kuman-kuman penyebab infeksi tertahan di dalam perut. Terlebih, jika diare disertai panas.
  • Segera bawa ke dokter, jika diare terjadi lebih dari satu minggu dan diare disertai darah.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebagai orangtua Anda harus menjamin makanan si kecil terjaga kebersihannya. Begitu juga dengan alat-alat makan dan lingkungan di rumah, terutama jika ia masih bayi. Jaga juga kebersihan tangan, saat akan bersentuhan dengan anak.

Demikianlah, beberapa penyakit yang dicap sebagai penyakit langganana anak, serta beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat ya, untuk Anda. Salam!

– Penyakit Berikut Ini Dicap Sebagai Penyakit Langganan Anak

Gigi Si Buah Hati Cepat Tumbuh, Coba Metode Ini !

Gigi Si Buah Hati Cepat Tumbuh, Coba Metode Ini,- Pastinya Anda yang memiliki buah hati sangat senang melihat tumbuh dan berkembangnya anak Anda bukan. Seiring berjalannya waktu, buah hati Anda akan terus menunjukkan pertumbuhan yang baik apabila asupan gizinya terpenuhi sejak dini. Namun, banyak juga masalah yang mungkin terjadi seiring pertumbuhannya tersebut.

Biasanya jika bayi Anda mengalami masalah maka akan memberikan efek terhadap kesehatannya, mereka juga akan terus menangis dan tidak enak badan hingga menyebabkan sulit tidur dan membuat orangtua cemas. Masalah lainnya yang sering terjadi adalah gigi yang susah tumbuh. Cara merangsang pertumbuhan gigi pada balita agar tumbuh sesuai dengan usia perkembangannya harus diperhatikan dengan baik agar bayi tumbuh dengan maksimal dan normal.

Pada umumnya, gigi balita akan tumbuh saat memasuki usia 4-6 bulan. Petumbuhan ini sangat dipengaruhi dari asupan gizi yang beraasal dari makanan ataupun gizi yang berasak dari ibu yang akan mempengaruhi produksi asi. Metode yang biasanya dilakukan adalah dengan memberikannya mainan yang dapat menjadi media perangsang. Mainan tersebut biasanya akan digigit oleh bayi. Tidak hanya itu, mainan tersebut juga akan melatih keterampilan motorik pada bayi karena bentuknya yang melengkung. Pilihlah mainan yang terbuat dari karet ataupun lateks dengan warna yang mencolok tetapi aman untuk bayi. Mainan bayi ini sering disebut dengan teether yang biasanya sudah BPA free.
teether bayiSelain dengan mainan tersebut, cara lainnya yang dipastikan benar-benar aman adalah dengan memperhatikan pemberian makanan untuk bayi. Biasanya dapat menggunakan wortel yang dikupas dan dipotong agak besar kemudian diberikan untuk bayi agar dapat digigit-gigit olehnya. Wortel ini sangat aman dan murah, teksturnya yang tidak terlalu keras dan tak mudah putus dapat dijadikan sebagai cara alternatif untuk membantu pertumbuhan gigi si buah hati lebih cepat.

wortel kukus
wortel kukus

Manfaat dari pemberian media perangsang tersebut adalah gigi yang runcing dari dalam akan terdesak keluar pada gusi sehingga muncullah gigi susu pada balita. Terdapat zat tambahan yang bisa diberikan juga seperti zat fluor  yang berfungsi untuk memperkuat gigi, serta mencegah kerusakan pada gigi.

Terima kasih atas kunjungan Anda pada situs kami dan membaca artikel kami Gigi Si Buah Hati Cepat Tumbuh, Coba Metode Ini ! Semoga dapat bermanfaat ya bun, selamat mencoba!

Tips Mengatasi Bayi Yang Cegukan

Tips Mengatasi Bayi Yang Cegukan,- Bayi yang cegukan memang sangat membuat Anda sebagai orangtua tentunya merasa khawatir. Penyebab bayi cegukan sebenarnya karena bayi tersebut menangis dan marah. Biasanya, orang dewasa menghentukan cegukan cupu mudah, yaitu dengan cara menahan nafas beberapa saat saja. Tapi bagaimana jika bayi yang cegukan? Tidak mungkin melakukan hal yang sama bukan?

cegukan pada bayi
Namun, ada beberapa metode yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan cegukannya. Dan berikut ini adalah Tips Mengatasi Bayi Yang Cegukan:

  • Jika cegukan terjadi pada saat menyusu, coba ubah posisi menyusui dan terus susui sampai cegukan hilang.
  • Perhatikan, apakah saat menyusu ia dalam keadaan tenang atau justru terlihat begitu semangat yang membuat udara masuk ke diafragma.
  • Cek juga posisi menyusui Anda. Posisi menyusui yang benar adalah puting dan areola masuk ke mulut bayi, bayi berada dalam garis lurus dengan lengan bayi, serta perut bayi  berhadapan dengan perut ibu.
  • Bila cegukan terus terjadi, hentikan dulu kegiatan menyusunya. Sandarkan bayi tegak menghadap Anda dengan kepala di bahu Anda, lalu tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut, seperti ketika Anda menyendawakannya. Tindakan ini  bisa mendorong udara ke atas dan menghentikan cegukan. Setelah cegukan berhenti, susui dia kembali.
  • Bila bayi minum dari botol, perhatikan apakah botolnya memiliki regulator dan lubang pada dot bayi. Pilihlah botol dengan lubang dot yang lebih kecil agar bayi bisa mengatur ritme menyedot susu sehingga tidak cegukan.
  • Bila bayi sudah mendapat makanan pendamping ASI, berikan makanan dalam jumlah sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan.

Demikianlah Tips Mengatasi Bayi Yang Cegukan pada situs Anak Kita Sehat kali ini, semoga dapat bermanfaat ya untuk Anda. Terima kasih atas kunjungannya pada situs kami ini, semoga Anda dan keluarga sehat selalu, salam!

Tips Jitu Untuk Menghindari Obesitas Pada Anak

Anak Kita Sehat kali ini akan berbagi tips untuk para orangtua mengenai Tips Jitu Untuk Menghindari Obesitas Pada Anak. Seperti apa? Simak selengkapnya.

Hal yang harus diperhatikan para orangtua sekarang ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan anak. Jika lengah saja atau membiarkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dilakukan anak tidak terkontrol, maka akan berakibat buruk pada anak. Salah satu dari sekian banyaknya dampak buruk tersebut adalah obesitas.

anak obesitas

Penyebab anak mengalami obesitas terjadi karena beberapa faktor berikut ini.

  1. Faktor genetik
    Faktor ini maksudnya adalah faktor keturunan yang datang dari orangtua yang sulit dihindari. Jika ayah atay ibu memiliki kelebihan berat badan juga, anaknya juga akan menderita obesitas.
  2. Makanan cepat saji dan makanan ringan dalam kemasan
    Makanan cepat saji memang selalu menjadi pilihan anak-anak. Karena rasa yang enak dan lebih banyak disukai anak-anak. Padahal makanan seperti ini umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi yang dapat menyebabkan obesitas. Orangtua yang sibuk sering menggunakan makanan cepat saji yang praktis dihidangkan untuk diberikan pada anak mereka, walaupun kandungan gizinya buruk untuk anak. Makanan cepat saji meski rasanya nikmat namun tidak memiliki kandungan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Itu sebabnya makanan cepat saji sering disebut dengan istilah junk food atau makanan sampah. Selain itu, kesukaan anak-anak pada makanan ringan dalam kemasan atau makanan manis menjadi hal yang patut diperhatikan.
  3. Minuman ringan
    Sama halnya dengan makanan cepat saji, minuman ringan atau soft drink ini terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi yang dapat menyebabkan berat badan cepat naik dan bertambah. Rasa yang nikmat dan menyegarkan adalah salah satu alasan banyak anak-anak yang menyukainya. Orangtua harus memperhatikan ini.

Untuk menghindari hal-hal tersebut, Anda sebagai orangtua kami akan sarankan beberapa Tips Jitu Untuk Menghindari Obesitas Pada Anak, yang bisa Anda terapkan pada anak Anda. Berikut beberapa tipsnya:

  1. Perhatikanlah pola makan anak
    Obesitas banyak menjangkiti sebagian besar anak yang cenderung tidak terkontrol dengan baik pola makannya. Terutama jenis makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, minuman yang bersoda, makanan cepat saji dan makanan sereal.  Jenis makanan tersebut biasanya menjadi menu favorit anak-anak. Maka dari itu, orang tua harus rutin mengawasi anak mengenai jenis makanan atau jajanan ringan yang di konsumsi. Kalau bisa, latihlah anak untuk menyukai buah-buahan dan sayur mayur sejak dini, hal ini akan sangat membantu dalam menyeimbangkan berat badan serta  baik untuk menunjang kesehatan dan  pertumbuhan.
  2. Latihlah anak untuk membiasakan sejak dini gaya hidup yang seimbang
    Mayoritas anak-anak, mereka sangat menyukai jenis kegiatan seperti bermain game, nonton video dan nonton tv. Padahal, kebiasaan tersebut merupakan faktor yang signifikan dalam meningkatkan kelebihan berat badan. Jadi, sebisa mungkin bagi orang tua untuk mengarahkan pada anak supaya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu menekuni rutinitas  tersebut.
  3. Latihlah anak agar mencintai olahraga
    Kebiasaan oleh raga yang teratur sejak dini bukan hanya baik untuk kesehatan anak, namun juga sangat penting dalam mengontrol keseimbangan hormon yang dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan dan berat badan, sehingga terhindar dari obesitas.
  4. Kenali jenis menu diet yang sehat untuk anak
    Orang tua harus mengetahui bahwa menu died sehat untuk anak-anak berbeda dengan menu died  untuk orang tua. Jika perlu, bertanyalah pada ahli kesehatan mengenai menu yang cocok dan tepat untuk anak sesuai dengan tingkat usia.
  5. Biasakan mengajak anak untuk berkumpul bersama keluarga
    Ajarkanlah pada anak untuk terbiasa berkumpul dengan keluarga, terutama saat makan malam. Dalam kondisi ini, biasanya seorang anak cenderung lebih tenang dan terbuka pada orang tuanya. Jadi, di sini orang tua memiliki kesempatan yang luas untuk memberikan arahan pada anak dengan cara yang santai dan menyenangkan.

Demikianlah beberapa Tips Jitu Untuk Menghindari Obesitas Pada Anak yang bisa Anda coba, semoga dapat bermanfaat ya. Salam sehat untuk Anda dan keluarga!