Tips Untuk Membantu Mengatasi Mata Minus Pada Anak

Seperti keterangan dalam artikel yang dirilis oleh parenting.co.id, menyebut jika rabun jauh memang biasa terjadi pada anak-anak usia sekolah, walaupun terkadang terjadi pada anak yang masih dibawah usia lima tahun dan sudah membutuhkan kacamata. Banyak dari kasus dimana seseorang menyangkal mengatakan pandangannya buram, namun karena yang dilihat sehari-hari bukan sesuatu yang standar, jadi dia tidak memiliki pembanding.

Apalagi melihat zaman sekarang ini, secara epidemiologi, mata anak-anak zaman sekarang lebih banyak yang minus dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Karena memang eranya era pengelihatan dekat yang terus menerus, dan itu tidak bisa dipungkiri. Yang perlu diperhatikan bagaimana menghambatnya, yaitu mengurangi penglihatan dekat terus menerus atau istilahnya ekstensif neurob. Dan memperbanyak aktivitas luar ruang.

Tips Untuk Membantu Mengatasi Mata Minus Pada Anak

Selain itu, penyebab mata minus juga dapat terjadi akibat kurangnya mengonsumsi makanan sehat. Pola makan dengan gizi seimbang ternyata juga sangat berpengaruh terhadap mata. Anak harus mulai dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan yang seimbang antara karbohidrat, sayur mayur, dan dilengkapi buah-buahan. Mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan, selain tak baik bagi tubuh, juga tak baik pada ketajaman mata.

Berikut adalah cara mengatasi mata minus pada anak yang bisa Anda coba terapkan pada anak.

1. Pastikan anak mengkonsmsi makanan penutrisi mata.

Beberapaj enis makanan baik untuk kesehatan mata. Selain Vitamin A, mata juga memerlukan unsur lain untuk membantu menguatkan fungsinya. Makanan-makanan yang bisa membantu mengatasi mata minus pada mata anak diantaranya wortel (Vitamin A), Ikan Salmin (Omega 3), daun selada (Lutein), sayuran seperti kol, brokoli, bayam, jaung yang memiliki kandungan baik seperti  zeaxanthin, lutein, dan Vitamin C. Jangan lupa telur, tomat, kangkung, papriika, tiram dan kemangi.

2. Melepas kacamata saat tidak diperlukan.

Penderita mata minus, termasuk anak-anak, akan diminta oleh dokter untuk menggunakan kacamata dengan lensa minus yang diatur sesuai tingkat keminusannya. Memakai kacamata minus akan membantu bola mata untuk mengatur tingkat kefokusan pada jarak tertentu sehingga mata minus tetap bisa memandang dengan nyaman. Saat menggunakan kacatamata, mata akan terbiasa untuk fokus pada pusat lensa di bagian tengah kacamata. Hal inilah yang menyebabkan otot mata menjadi kaku karena bola mata kurang atau jarang bergerak dan mengalihkan pandanganan ke arah lain. Orang yang mengenakan kacamata akan banyak menggerakkan leher untuk melihat ke sekeliling daripada menggerakan bola mata. Dengan melepas kacamata saat tidak diperlukan akan melatih bola mata untuk mengatur tingkat kefokusan secara alami dan menghindarkan bola mata dari keadaan kaku serta mengurangi tingkat ketergantungan pada kacamata.

3. Mengganti objek pandangan sesering mungkin.

Saat anak sering menatap objek dalam waktu yang lama, hal ini bisa mengakibatkan otot mata menjadi tegang dan kaku sehingga memicu mata minus. Sering-seringlah mengajari anak untuk mengganti objek pandangan khususnya saat anak sedang menatap layar komputer, televisi dan gadget.

4. Menatap objek yang jauh dan berwarna hijau.

Objek berwarna hijau ternyata dapat memberikan manfaat positif pada mata sehingga menyebabkan otot bola mata menjadi tidak tegang dan kaku. Sering-seringlah untuk mengajak anak bermain di taman dan alam terbuka lain seperti pegunungan, pantai atau taman rekreasi hutan yang banyak pepohonan sehingga memberikan stimulasi positif untuk bola mata anak.

5. Monsumsi Kacang-kacangan.

Kacang juga bagus untuk menjaga kesehatan mata lho, diantaranya Almond yang memiliki kandungan Vitamin E yang tinggi. Selain kacang, cokelat hitam (dark chocolate) yang mengandung zat flavonoid juga baik juga pembuluh darah, retina dan kornea mata.

6. Berjemur.

Berjemur selain baik untuk kesehatan tulang, juga bermanfaat yang bagus untuk mengatasi minus pada anak. Ajak anak untuk berjemur bersama saat pagi hari, yaitu saat matahari belum terlalu panas dan minta anak untuk menutup kedua matanya dan mengarahkannya ke matahari sampai bola matanya terasa hangat. Vitamin D alami yang dipancarkan oleh sinar matahari sangat baik untuk menutrisi mata dan membantu sirkulasi darah di rongga mata berjalan dengan lancar.

7. Kompres dengan air hangat.

Mengompres adalah salah satu cara yang paling nyaman untuk mengatasi mata minus pada anak. Mengompres mata dengan air hangat efeknya secara langsung membuat mata nyaman dan lebih rileks sehingga bola mata pun tidak tegang dan kaku. Cara yang benardalam mengompres air hangat dimata adalah dengan mencelupkan handuk bersih kedalam air hangat suam-suam kuku. Peras handuk dan tempelkan pada kelomat mata sambil anak berbaring. Diamkan untuk beberapa saat sampai rasa hangat lenyap dan mata terasa segar kembali.

Eye Care Softgel, suplemen herbal untuk kesehatan mata. Baik untuk mata minus, mata plus, mata katarak dll.

Detail produk :

Harga : Rp. 422.000,- (belum termasuk ongkir).
Komposisi : Eyebright 25%, Ekstrak ginkgo biloba 15%, Lutein 5%, Riboflavin 3%, Taurine 3%, Ekstrak biji anggur 10%, VA 1%, Zinc 3%.
Isi : 100 Softgel
Aturan minum : Dewasa 1-2 softgel, anak-anak 1 softgel perhari.
Produk LEGAL BPOM.

Cara pesan via sms, dengan format :

Ketik HH-EYE : Nama Lengkap : Jumlah Pesanan : Alamat Lengkap : No.Hp/Tlp.
Kirim ke 085 223 808 444

Contoh :
HH-EYE : Aulia Bella : 2 botol : Jl.Petaruman 21 Banten : 087.321.xxxxxx
kirim ke 085 223 808 444

Ingat, cantumkan format ‘HH-EYE‘ dalam pesan karena merupakan kode dari produk, jika tidak pemesanan tidak akan kami proses. (syarat & ketentuan berlaku).

Epilepsi Pada Anak Mengganggu Pertumbuhan Dan Perkembangannya

Saat anak menderita Epilepsi, mungkin orangtua akan khawatir. Namun yang terpenting adalah saat penanganan kejang Epilepsi pada anak, orangtua harus tetap tenang dalam menghadapinya dan penanganan harus dlakukan dengan tepat.

Epilepsi Pada Anak Menganggu Pertumbuhan Dan Perkembangannya

Epilepsi pada anak, merupakan sebuah kelaianan yang terjadi pada sistem saraf pusat mereka. Lebih tepatnya, pada aktifitas sel saraf pada bagian otak. Selain kejang-kejang, biasanya penderita Epilepsi akan menunjukkan perilaku yang tidak biasa, hingga menyebabkan kehilangan kesadarannya.

Seperti yang dikutip dari Detik Heath, Dr.dr.R.A Setyo Handryastuti, Sp.A (K) saat hadir dalam seminar ‘Pahami Penyakit Penyerta (komorbiditas) Pada Epilepsi Anak’ di Hotel Century, Jakarta Pusat, Rabu (19/03/2014) mengungkap jika Epilepsi sudah masuk masalah dunia. Jumlah penderita Epilepsi semakin banyak karena jumlah penduduk yang juga sama banyaknya.

Walaupun Epilepsi pada anak memiliki peluang untuk sembuh dan dapat hidup dengan normal, namun nyatanya berbagai masalah bisa terjadi akibat Epilepsi. Seperti gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang disebut Komorbiditas, serta retardasi mental yang lebih mengarah pada gangguan sikap dan perilaku.

Menurut dokter, Komorbiditas Epilepsi pada anak terjadi akibat penyebab Epilepsi itu sendiri, yakni kerusakan otak dan akhirnya berdampak pada perkembangan otak.

Berikut merupakan gejala Epilepsi pada anak-anak secara umum :

  • Anak mengalami bangkitan total, yang biasanya akan jatuh dengan tiba-tiba lalu kehilangan kesadarannya. Bangkitan seperti ini biasanya terjadi 2-3 menit.
  • Anak mengalami kedutan yang lebih terlihat pada Epilepsi fokal.
  • Anak memiliki tatapan mata kosong dan biasanya terjadi mendadak. Contohnya saat anak sedang melakukan sesuatu tiba-tiba tertenti dan diam, atau malah melamun.
  • Anak mengalami kondisi aneh seperti mengaku mencium aroma bau yang bahkan tidak ada sumbernya, mendengarkan suara yang tidak nyata yang kemudian disusul dengan serangan kejang.

Sampai saat ini diketahui jika pengobatan medis untuk Epilepsi belum mampu mengobati secara keseluruhan. Namun, Andab isa mencoba untuk mengurangi dampak Epilepsi anak dengan mengubah pola makan anak dan terapkan sebaik mungkin padanya. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan suplemen nutrisi yang kaya dengan kandungan gizi yaitu QnC Jelly Gamat.

Epilepsi Pada Anak Menganggu Pertumbuhan Dan Perkembangannya

QnC Jelly Gamat merupakan herbal food suplemen, dengan bahan utama teripang emas yang kaya kandungan nutrisi baik untuk menunjang kesehatan.

Testimoni untuk herbal QnC Jelly Gamat dalam mengatasi kejang (gejala Epilepsi).

Epilepsi Pada Anak Menganggu Pertumbuhan Dan Perkembangannya

Epilepsi Pada Anak Menganggu Pertumbuhan Dan Perkembangannya

Bagaimana? Jika Anda tertarik untuk mencoba terapi pengobatan Epilepsi pada anak dengan QnC Jelly Gamat, bisa mulai pesan produk sekarang [Klik DISINI untuk Informasi Cara Pesan]. Tidak perlu khawatir karena kami menjamin produk 100% original.

Ciri Anak Yang Mengalami Gangguan Pencernaan

Gangguan pada sistem pencernaan bisa terjadi pada anak. Namun sayangnya, tidak semua orangtua mengenali gangguan pencernaan dengan baik, dan tidak tepat dalam melakukan penanganannya. Untuk itu, simak selengkapnya artikel kami dibawah ini mengenai Ciri Anak Yang Mengalami Gangguan Pencernaan.

Ciri Anak Yang Mengalami Gangguan Pencernaan

Adanya gangguan pada sistem pencernaan pada anak maupun orang dewasa sebenarnya merupakan hal umum. Meskipun begitu, tetap tidak boleh disepelekan karena bisa memicu gangguan kesehatan lainnya. Terlebih jika terjadi pada anak, sistem pencernaan mereka masih belum cukup kuat dalam mengatur asupan makanan dan minuman yang mereka konsumsi, sehingga gangguan pencernaan rentan terjadi.

Dan berikut adalah ciri-ciri anak mengalami gangguan pencernaan.

  1. Mengalami sakit perut yang tidak kunjung sembuh. Gejala sakit perut yang berulang dan sakitnya lebih dari sakit perut biasa. Gangguan tersebut biasanya berlangsung lama yaitu kurang lebih 3 bulan. Penyebab dari masalah pencernaan ini adalah adanya pemicu stres serta gangguan psikologis anak.
  2. Mengalami pendarahan pada saluran pencernaan bagian atas. Gejala yang terjadi pada anak biasanya dimulai dengan muntah darah dan fesesnya berwarna hitam/kehitaman. Penyebab dari gangguan ini adalah adanya denaturasi pada asam lambung dan terjadinya luka pada tukak serta duodenum yang disertai varises pada bagian kerongkongan pecah. Jika kondisi ini terjadi maka segeralah bawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang benar.
  3. Diare akibat dari alergi. Alergi karena makanan tertentu seperti susu sapi bisa juga jadi pemicu terjadinya gangguan pencernaan pada anak. Gejala yang terjadi adalah anak mengalami diare dan terkadang berdarah. Cara nencegah gangguan ini adalah dengan menghindari makanan yang dapat menyebabkan anak alergi.
  4. Terdapat gangguan seluruh sistem pencernaan. Akibat dari adanya gangguan pada seluruh fungsi sistem pencernaan sehingga mengakibatkan anak mengalami diare dan sembelit. Gejala akibat gangguan ini yaitu perubahan buang air besar pada anak sehingga anak menjadi lebih sering mengalami diare dan sembelit. Dalam pencegahannya, orangtua bisa menjauhkan makanan atau minuman yang dapat memicu gangguan tersebut.
  5. Hipertroli pylorus stenosis. Terjadi akibat penyempitan pada usus 12 jari yang diakibatkan oleh adanya penebalan pada otot dinding usus. Gejala yang ditimbulkan yaitu anak akan muntah-muntah.
  6. Mengalami peradangan di usus buntu. Gangguan ini diakibatkan oleh adanya kotoran atau sisa makanan yang terjebak dalam usus buntu. Akibatnya, malah akan memicu sakit pada perut dan sangat rentan sekali usus pecah. Gejala yang dirasakan biasanya demam, nafsu makan berkurang dan sakit perut pada area sekitar pusar. Penanganan untuk gangguan ini yaitu harus dilakukan operasi.

Demikianlah beberapa Ciri Anak Yang Mengalami Gangguan Pencernaan, semoga Anda sebagai orangtua lebih peka lagi terhadap sakit yang diderita anak. Jangan sampai terlambat penanganannya, salam sehat!

Obat Sakit Telinga / Otitis Media Pada Anak Kecil

Anak-anak disebut kelompok usia yang rentan terkena sakit, sebab sistem kekebalan tubuh mereka masih lemah. Maka dari itu, karena usia mereka merupakan usia yang rawan terkena penyakit termasuk yang menyerang telinga. Perlu dilakukan penanganan yang benar agar sakit telinganya pada anak tidak semakin parah. Jika anak Anda menderita sakit telinga, maka cara mengatasinya adalah dengan memberikan ASI selama mungkin (jika anak termasuk masih dalam usia menyusui). Suatu penelitian menyebutkan bahwa anak yang biasanya diberikan ASI akan sedikit mengalami resiko infeksi telinga. Namun jika anak yang berusia sedikit lebih dewasa, biasanya akan diberikan obat-obatan yang nantinya akan diberikan oleh dokter.

Obat Sakit Telinga / Otitis Media Pada Anak Kecil

Namun bagi Anda yang memiliki jalur pengobatan dengan cara alami (herbal), untuk pengobatan sakit telinga pada anak kami rekomendasikan dengan produk herbal 100% dari teripang emas murni, dengan manfaat mengobati sakit secara alami, radang dan infeksi pada telinga anak Anda.

QnC Jelly Gamat Untuk Mengobati Sakit Telinga / Otitis Media Pada Anak.

Bagaimana khasiat QnC Jelly Gamat digunakan sebagai obat sakit telinga pada anak? Direkomendasikannya QnC Jelly Gamat tidak lain karena obat herbal yang satu ini telah banyak membantu mengatasi penyakit dengan keluhan infeksi dan radang.

Obat Sakit Telinga / Otitis Media Pada Anak Kecil

Hal ini dikarenakan kandungan utama didalamnya, yaitu teripang emas memiliki sifat sebagai antibakteri dan antivirus. Selain itu, di dalam teripang emas juga ditemukan kandungan senyawa alami yang dinamakan Gamapeptide. Kandungan senyawa Gamapeptide inilah yang berperan banyak dalam membantu pengobatan sakit ditelinga karena berdasarkan manfaatnya, yaitu :

  • Meredakan inflamasi (peradangan).
  • 3 kali lebih cepat dalam menyembuhkan luka.
  • Mengurangi rasa sakit.
  • Melancarkan sirkulasi darah.
  • Merangsang pertumbuhan dan mengaktifkan sel-sel.
  • Mampu menstabilkan emosi.
  • Berkemampuan alami sebagai zat antitumor dan antikanker.

Khasiatnya juga sudah terbukti dengan hadirnya testimoni dibawah ini.

Obat Sakit Telinga / Otitis Media Pada Anak Kecil Obat Sakit Telinga / Otitis Media Pada Anak Kecil

Testimoni diatas kami jamin 100% real.

Jika Anda berminat, silahkan pesan produk herbal QnC Jelly Gamat sekarang juga melalui sms (fast respon), dengan format pemesanan berikut ini :

Ketik NSQG : Nama Anda : Jumlah Pesanan : Alamat Lengkap : No. Hp/Tlp.
Kirim SMS/Whatsapp ke 085.223.944.949

Contoh untuk pemesanan 2 botol :

NSQG : Delima : 2 botol : Jl. Empangsari No. 85 Tasikmalaya Jawa Barat : 087.826.xxxxx kirim ke nomor diatas.

Jangan lupa untuk mencantumkan kode “NSQG” sebagai kode produk agar tidak tertukar dengan produk lain.

Harga QnC Jelly Gamat adalah Rp. 155.000,-
Anda akan mendapatkan potongan harga sebesar Rp. 5.000,- jika pesan produk 2 botol.
Potongan harga lainnya berlaku kelipatan.

Info harga selengkapnya : DISINI.

Pesan sekarang juga, QnC Jelly Gamat halal, aman untuk anak dan berkhasiat.

Tanda Anak Mengalami Keterlambatan Dalam Keterampilan Motorik

Umumnya, pada tiap anak memiliki kecepatan perkembangan dalam pertumbuhan yang berbeda. Adapun jika mengalami keterlambatan pada perkembangan keterampilan motorik anak biasanya berhubungan dengan adanya gangguan keterampilan motorik kasar, contohnya saat merangkak, berjalan atau lainnya yang berhubungan dengan keterampilan motorik halus seperti saat menggunakan jari-jari tangan dalam menggenggam sendok.

Tanda Anak Mengalami Keterlambatan Dalam Keterampilan Motorik

Penyebab Keterlambatan Keterampilan Motorik Anak.

Biasanya, anak-anak yang lahir prematur terkadang tidak mengalami perkembangan otot tubuh dengan kecepatan yang sama dengan anak-anak lainnya. Anak-anak yang kurang memperoleh stimulasi saat masih kecil atau menderita autisme kemungkinan bisa mengalami disfungsi integrasi sensorik.

Gangguan kompleks tersebut dapat menyebabkan gangguan pada panca indera, diantaranya :

  • Memiliki reaksi berlebihan saat disentuh, atau merasa sakit.
  • Mengalami ketakutan yang berlebih akibat suatu gerakan, merasakan kebutuhan mendesak untuk melakukan gerakan berulang seperti badan yang berputar-putar dan bertepuk tangan.
  • Kesulitan dalam melakukan pergerakan.

Hal-hal lainnya yang mempengaruhi kesulitan dan keterlambatan dalam pergerakan motorik anak, diantaranya :

  • Anak menderita ataksia; merupakan suatu kelainan genetika yang menyebabkan otot mengalami gangguan koordinasi.
  • Menderita Cerebral palsy; yaitu kondisi dimana otak tertentu mengalami kerusakan, biasanya terjadi saat masih bayi atau dalam kandungan, juga saat persalinan.
  • Menderita miopati; kelainan pada otot.
  • Menderita Spina Bifida; kelainan yang menyebabkan kelumpuhan pada sebagian atau  keseluruhan anggota gerak bagian bawah.
  • Menderita gangguan belajar.
  • Menderita gangguan penglihatan.

Tanda Anak Mengalami Keterlambatan Dalam Keterampilan Motorik

— Pada usia 3-4 bulan.

  • Anak tidak berusaha untuk menggapai atau menggenggam atau memegang berbagai benda.
  • Anak tidak dapat menyangga kepalanya dengan baik.
  • Anak tidak berusaha untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya (saat berusia 4 bulan).
  • Anak tidak berusaha untuk bergerak dengan mendorong kakinya saat berada di tempat dengan permukaan rata (saat berusia 4 bulan).

— Pada usia 7 bulan.

  • Memiliki otot yang sangat lemah atau kaku atau keras.
  • Anak tidak menyangga kepalanya saat berada dalam posisi duduk.
  • Hanya berusaha menggapai benda dengan satu tangan atau sama sekali tidak berusaha untuk menggapai benda.
  • Anak mengalami kesulitan untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya.
  • Anak tidak berusaha untuk mengubah posisi tidurnya (saat berusia 5 bulan).
  • Anak tidak dapat duduk tanpa bantuan (saat berusia 6 bulan).
  • Anak tidak dapat menahan berat badannya dengan menggunakan kaki saat anda berusaha untuk membuatnya berdiri.

— Pada usia 1 tahun.

  • Anak tidak pernah merangkak.
  • Menyeret salah satu sisi tubuhnya saat merangkak.
  • Anak tidak dapat berdiri tanpa bantuan.

— Pada usia 2 Tahun.

  • Anak tidak dapat berjalan (saat berusia 18 bulan).
  • Anak tidak berjalan dengan menggunakan seluruh telapak kakinya atau hanya berjalan dengan menggunakan jari kakinya (berjalan jinjit).
  • Anak tidak dapat mendorong mainan beroda.

Harap segera menghubungi dokter anak jika anak Anda mengalami gejala-gejala yang menunjukkan bahwa anak mengalami kemunduran atau hilangnya keterampilan yang telah dikuasai.

(sumber: dokter.id)