Penyakit Berikut Ini Dicap Sebagai Penyakit Langganan Anak

Penyakit Berikut Ini Dicap Sebagai Penyakit Langganan Anak,- Selamat datang kembali untuk Anda, kali ini pada situs Anak Kita Sehat, saya akan berbagi kembali informasi yang menarik seputar penyakit-penyakit yang sering diderita anak-anak. Dan Anda sebagai orangtua yang baik dan bijak serta tentunya menyayangi buah hati Anda, artikel ini akan memberikan Anda wawasan dan pengetahuan baru seputar hal Tersebut. Dan berikut adalah beberapa penyakit yang dicap sebagai penyakit langganan anak, diantaranya:

1.  PILEK

Saat seorang anak terserang pilek,  biasanya akan diawali dengan gejala seperti tenggorokan terasa gatal yang kadang menyebabkan batuk kering. Tidak jarang bahkan suhu tubuh pun meningkat. Selanjutnya, hidung akan berlendir dan mampet.

Penyebab dari pilek sendiri terjadi karena disebabkan virus influenza, ada kalanya penyakit ini terjadi karena alergi rhinitis (radang selaput lendir hidung). Alergi timbul akibat reaksi terhadap bahan tertentu, seperti bulu hewan, debu, atau kapas/kapuk. Bedanya, pilek karena alergi terjadi tanpa disertai demam atau infeksi. Pilek yang disebabkan kedua hal tersebut akan sembuh dengan sendirinya, tanpa perlu pemberian antibiotik. Jaga asupan cairan, agar anak tak dehidrasi. untuk menyamankan pernapasannya, Anda bisa melembabkan ruangan dengan uap panas. Tapi, jika sangat mengganggu, bawalah anak ke dokter.

Pencegahan yang dapat dilakukan: Jika pilek terjadi akibat alergi rhinitis, dapat dicegah dengan meminimalkan atau menjauhi sumber pemicu alergi. Jika anak alergi debu, jaga kebersihan kamarnya. Gunakan kasur latex atau kasur busa untuk meminimalisir alergi. Begitu juga dengan bantal dan gulingnya. Sprei dan sarung bantal harus diganti secara rutin, minimal seminggu sekali. Sedangkan, pilek yang disebabkan oleh virus dapat dicegah dengan mengonsumsi makan makanan bergizi dan beraktivitas fisik yang sehat. Jangan lupa, istirahat si kecil pun harus cukup agar kondisi tubuhnya selalu fit. Selain itu, hindari “ping pong” virus, jika ada salah satu anggota keluarga terkena virus influenza.

 2. INFLUENZA

Pada umumnya, orang-orang menganggap pilek dengan influenza (flu) itu adalah sama, padahal keduanya jelas berbeda. Penderita flu mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta batuk dan pilek. Jadi, flu lebih parah daripada pilek.

Penyebab dari influenza adalah flu yang disebabkan oleh virus influenzasa. Flu sangat cepat menular melalui udara yang tercemar oleh tetesan cairan, saat penderita bersin dan batuk. Udara dengan cairan yang mengandung bibit penyakit flu, mudah terisap oleh anak saat bernapas. Atau bisa jadi bibit penyakit hinggap di benda-benda, yang kemudian disentuh anak dan masuk ke tubuhnya melalui tangan. Anak yang sedang terserang flu diharuskan banyak istirahat, makan makanan bergizi, dan banyak minum air. Tambahkan lebih banyak vitamin C jika ia demam. Beri obat penurun panas sesuai petunjuk pemakaian. Batuk dapat dikurangi dengan minum jus buah yang manis dan agak panas, misalnya air jeruk yang diberi madu. Jika dalam 2 hingga 3 hari demam tak juga turun, segera bawa ke dokter.

Pencegahan yang dapat dilakukan dari penyakit influenza adalah: Tanamkan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat. Virus flu ini enggan menyerang badan yang sehat.Jika ada anggota keluarga lain yang terserang flu, jauhi anak atau gunakan masker saat berhadapan dengan anak. Ini untuk mencegah terjadinya penularan.

3. BATUK

Batuk sebenarnya merupakan refleks dari tubuh untuk mengeluarkan sesuatu, seperti lendir, atau benda yang membuat tubuh berusaha untuk mengeluarkan benda-benda asing tersebut yang terdapat pada  saluran napas.

Penyebab dari batuk pada anak yang paling sering terjadi adalah akibat infeksi saluran napas serta alergi. Ada 2 infeksi saluran napas, yaitu infeksi saluran napas atas dan infeksi saluran napas bawah. Batuk karena infeksi saluran napas atas biasanya lebih ringan. Misalnya karena flu, amandel, dan radang tenggorokan. Sementara, batuk karena infeksi saluran napas bawah biasanya agak lebih berat, seperti pada penderita memiliki penyakit pneumonia (radang paru). Batuk yang disebabkan alergi, biasanya terjadi pada penderita asma. Selain itu, batuk juga bisa terjadi karena aspirasi, yaitu masuknya cairan atau benda asing ke paru-paru seperti ketika minum susu, atau makan keripik.

Pencegahan batuk pada anak: Jika anak memilik asma, yang harus dilakukan adalah menghindari pemicu alergi yang menyebabkan saluran napas menyempit. Saat berdekatan dengan anak-anak, orang dewasa yang tengah mengidap flu atau batuk harus menggunakan masker dan hindari batuk di sembarang tempat. Jaga daya tahan tubuh anak, dengan asupan makanan bergizi. Anak yang sehat akan memiliki daya tahan tubuh yang bagus.

Selain itu, ada beberapa penyakit penyebab batuk yang bisa dicegah dengan imunisasi, misalnya pertusis (batuk rejan atau batuk 100 hari) bisa dicegah dengan suntikan DPT. TBC juga bisa dicegah dengan suntikan BCG. Karena itu, usahakan tepati pemberian imunisasi pada anak tepat jadwal.

4. DIARE

Diare merupakan ganggungan pencernaan yang biasa dialami oleh semua orang, termasuk anak-anak. Diare adalah keluarnya feses yang berair dalam kurun waktu sering.

Penyebab penyakit diare adalah infeksi pleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, ataupun parasit. Penyebab lainnya adalah konsumsi obat-obatan, terutama antibiotic, dan pemakaian pemanis buatan. Tak cocok dengan makanan tertentu juga sering menjadi penyebab diare. Protein susu sapi merupakan bahan makanan yang paling sering menimbulkan alergi hingga anak-anak menderita diare. Makanan lain pencetus alergi adalah ikan, telur, bahan pewarna, dan bahan pengawet.

Ada perbedaan yang harus Anda ketahui antara diare dan mencret, diare adalah keluarnya kotoran encer sebanyak 3 kali atau lebih dalam sehari yang terkadang disertai lendir dan darah. Sedangkan, mencret adalah keluarnya kotoran yang berbentuk encer atau cairan.

Untuk diare, ada beberapa cara dalam penanganan yang dapat dilakukan, diantaranya:

  • Jika mencret pertama sudah disertai darah, segera bawa ke dokter. Begitu pula jika mencret terjadi terus-menerus selama 6 jam atau lebih, disertai muntah, tak mau minum, mata tampak cekung, pusing, dan berat badan turun.
  • Jaga asupan cairan, dengan tetap memberikan ASI sesering mungkin.
  • Anak yang sudah mengonsumsi makanan padat bisa diberi makanan yang lunak-lunak, tak berminyak, dan mudah dicerna.
  • Paling gampang berikan bubur nasi dengan kuah sayur bening. Buah-buahan yang dianjurkan adalah apel dan pisang.
  • Pemberian oralit pun disarankan pada bayi dan batita yang tengah mengalami diare.
  • Obat pemampat kotoran tak dianjurkan, karena akan menahan diare yang membuat racun dan kuman-kuman penyebab infeksi tertahan di dalam perut. Terlebih, jika diare disertai panas.
  • Segera bawa ke dokter, jika diare terjadi lebih dari satu minggu dan diare disertai darah.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebagai orangtua Anda harus menjamin makanan si kecil terjaga kebersihannya. Begitu juga dengan alat-alat makan dan lingkungan di rumah, terutama jika ia masih bayi. Jaga juga kebersihan tangan, saat akan bersentuhan dengan anak.

Demikianlah, beberapa penyakit yang dicap sebagai penyakit langganana anak, serta beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan oleh Anda sebagai orangtua. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat ya, untuk Anda. Salam!

– Penyakit Berikut Ini Dicap Sebagai Penyakit Langganan Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *