Penyakit Leukimia Pada Anak-anak

Leukimia mungkin tidak asing di telinga kita, namun apakah kita mengetahui sebenarnya bagimana kondisi dari Leukimia tersebut?

Leukimia menurut pengetiannya yang berarti kanker darah, adalah salah satu jenis dari keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang anak. Di Indonesia sendiri, Leukimia termasuk penyakit dengan 3/4 kasus yang terjadi pada anak-anak.

Penyakit Leukimia Pada Anak-anak

Leukimia merupakan kanker sel darah putih (leukosit) yang menyerang sumsum tulang belakang dimana leukosit berasal dan diproduksi. Karena keganasan kanker ini, maka sumsum tulang didominasi oleh sel-sel kanker tersebut yang akhirnya menyebabkan fungsi sumsum tulang terganggu. Sumsum tulang yang letaknya berada pada rongga tulang yang berfungsi sebagai tempat produksi dari komponen-komponen darah, seperti sel darah merah, trombosit dan sel darah putih.

Karena penyakit ini, akhirnya menyebabkan fungsi sumsum tulang terganggu, sehingga seluruh kegiatan produksi darah (hematopoesis), diantaranya pembetukan sel darah merah, pembentukan sel limfosit, pembentukan trombosit dan granulopoesis mengalami gangguan. Pada anak yang menderita sakit ini akan mengalami Anemia, rentan saat mengalami perdarahan dan mudah terkena infeksi.

DIkarenakan sistem pembentukan darah yang terganggu oleh Leukimia, maka biasanya anak mulai mengalami gejala-gejala seperti :

1. Perdarahan.

Perdarahan yang terjadi pada anak dapat berupa lebam di kulit, mimisan ataupun berupa bercak merah sebagai tanda adanya perdarahan. Perdarahan ini disebabkan oleh trombosit kurang dari jumlah normal. Semakin rendah trombosit msemakin tinggi risiko pendarahan.

2. Pucat (anemia).

Pucat yang muncul akibat berkurangnya sel darah merah. Gejala ini dapat diwaspadai oleh orangtua dengan melihat apakah bibir anak pucat atau tidak.

3. Gampang terinfeksi.

Sel leukosit yang diproduksi dari sumsum tulang bukanlah leukosit yang normal, sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan anak mudah terinfeksi kuman maupun virus.

4. Nyeri pada tulang dan sendi.

Nyeri yang dirasakan adalah sebuah manifestasi dari adanya penyebaran sel-sel kanker yang masuk kedalam permukaan tulang maupun sendi. Tidak hanya nyeri, leukemia pada anak juga menyebabkan bengkak di daerah persendian.

5. Demam.

Sel kanker dapat menyebabkan demam karena ada pelepasan zat-zat peradangan. Selain itu, demam juga sering disebabkan karena adanya infeksi akibat kekebalan yang menurun.

6. Terjadi pembesaran organ.

Pembesaran organ (Organomegali) terjadi disebabkan oleh sel kanker yang menyebar ke hati, limfa, kelenjar getah bening ataupun organ lain. Pembesaran ini sering ditemukan secara tidak sengaja ketika dokter sedang melakukan pemeriksaan fisik.

7. Kloroma.

Kloroma merupakan salah satu tanda khas dari Leukemia berupa bercak kehitaman pada kulit. Gejala ini merupakan salah satu tanda adanya infiltasi sel kanker ke dermis, subdermis atau epidermis pada kulit.

8. Hiperleukositosis.

Pada keadaan tertentu anak dapat mengalami kenaikan jumlah sel leukosit yang sangat tinggi, hingga lebih dari 100.000/µL. Hiperleukositosis dapat menyebabkan komplikasi atau penyakit penyerta berupa kejang, sesak, perdarahan pada paru, otak maupun ginjal. Anak-anak yang memiliki gejala di atas, perlu segera diperiksa oleh dokter spesialis anak untuk pemeriksaan dan konfirmasi diagnosis lebih lanjut.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *