Perbedaan Penyakit Asma Pada Anak Dan Orang Dewasa

Asma merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang menyebabkan pembengkakan serta peradangan di organ dalam tubuh, yaitu paru-paru. WHO menyebutkan bahwa lebih dari 235 juta jiwa di dunia mengidap asma. Asma juga termasuk sebuah penyakit yang umum terjadi pada anak-anak.

Sebenarnya asma yang terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa sama saja. Gejala, pengobatan dan perawatan untuk keduanya juga sama. Namun pada anak-anak dengan asma merekal ebih menghadapi masalah berbeda dibandingkan dengan orang dewasa.

Lalu apa yang menjadi Perbedaan Penyakit Asma Yang Terjadi Pada Anak Dan Orang Dewasa?

Perbedaan Penyakit Asma Pada Anak Dan Orang Dewasa

Pada anak-anak yang didiagnosis memiliki asma, dapat dikenali dengan gejala asma yang tidak teratur. Terkadang alergen (pemicu alergi) dapat menyebabkan serangan asma pada anak, tapi juga terkadang tidak sama sekali terpengaruhi. Sedangkan pada orang dewasa, gejala asma dilihat lebih konsisten. Pengobatan harian biasanya dibutuhkan untuk terus mengontrol gejala juga serangan asma yang terjadi.

Anak-anak yang telah terdiagnosa asma biasanya dapat menyadari gejala-gejala asma yang selama ini kambuh mulai menghilang dan membaik selama masa pubertas. Baru sekitar usia memasuki 20 tahunan, mereka akan menyadari jiak gejala asma muncul kembali, dan dalam periode waktu lanjut bisa saja membuatnya lebih tidak tertolong dan terus hadir hingga usia pasien mencapai 30-40 tahun.

Baik asma yang terjadi pada anak maupun orang dewasa, keduanya memerlukan pengobatan. Pengobatan ini adalah pengobatan darurat dan pengobatan jangka panjang.

REKOMENDASI : Obat Asma Untuk Anak

Baca juga : Obat Radang Usus Untuk Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *