Saat Anak Cedera Kepala, Apa Yang Harus Dilakukan?

Apa yang membuat orangtua khawatir? Saat anak sakit? Jatuh karena kecelakaan dan hal lainnya. Anak-anak memang terkadang masih kurang berhati-hati dalam melakukan sesuatu, itu makanya pada anak mereka lebih sering terluka, baik luka ringan ataupun luka yang cukup parah hingga menimbulkan trauma.

Saat Anak Cedera Kepala, Apa Yang Harus Dilakukan?

Seperti anak-anak di US, menurut penelian hampir 600.000 dari mereka setiap tahunnya akan memenuhi UGD terutama karena cedera di bagian kepala.

Kebanyakan dari anak-anak tersebut mendapat cedera di bagian kepala karena terjatuh saat berlari, naik turun tangga, atau bahkan karena terguling dari tempat tidur. Sebagian lagi mengalaminya karena cedera berolahraga dan kasus-kasus lainnya yang termasuk ringan.

Sebenarnya, menurut para ahli medis jatihnya anak tidak termasuk kasus darurat kecuali jika anak jatuh kemudian mengalami pingsan, kejang, pendarahan hebat, muntah-muntah, pusing, terlihat agak linglung, limbung, dan penglihatannya terganggu segera larikan anak ke unit gawat darurat.

Atau, jika gejalanya termasuk ringan yang seperti pusing sedikit, sekali muntah-muntah), hubungi saja dokter anak. Jika Anda tidak berhasil menghubungi dokter, Anda bisa memantau dulu kondisi anak selama 4-6 jam berikut bila kondisinya tidak memburuk.

Sangat dibolehkan dan aman jika Anda memberinya acetaminophen atau ibuprofen untuk mengatasi pusingnya. Jangan takut jika dia tertidur, asal tetap diawasi saja. Begitu ia agak baikan, baru periksakan ke dokter anak besoknya.

Jika Anda berniat membawanya ke rumah sakit, ia akan diperiksa fungsi sarafnya, seperti penglihatan, keseimbangan tubuh, dan gerakan. Yang kami khawatirkan adalah beberapa kasus dimana terjadi perdarahan dalam yang harus diatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *