Penyebab Cacingan Pada Anak

Selamat datang pada situs anakkitasehat.com, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi mengenai penyebab cacingan pada anak. Cacingan dalam istilah sehari-hari adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan yang  diakibatkan oleh adanya cacing parasit didalam tubuh. Cacingan seringnya  disebabkan karena kurangnya kesadaran akan kebersihan yang baik terhadap diri sendiri ataupun terhadap lingkungannya. Penularan cacingan melalui larva atau telur yang tertelan dan masuk ke dalam tubuh si anak, selain itu cacing juga dapat menginfeksi bagian tubuh manapun yang disinggahi diantaranya pada usus, saluran pencernaan, otot, kulit dan paru-paru. Jenis cacing yang biasanya menjangkit pada manusia adalah cacing pita, cacing kremi, cacing gelang. Dari jenis cacing tersebut, yang paling sering menyerang anak-anak adalah jenis cacing kremi.

penyebab anak cacinganAnda sebagai orang tua mungkin bertanya-tanya mengenai bagaimana lebih tepatnya cacing ini bisa masuk kedalam tubuh anak. Lebih spesifik mengenai bagaimana cacing bisa masuk kedalam tubuh anak, yang telah saya rangkum dari situs kesehatan, diantaranya:

Daging yang terkontaminasi
Cacing bisa berkembang biak akibat telur yang terus menetas. Ada kalanya, telur tersebut hadir melalui media makanan, dan air. Salah satu makanan yang bisa saja terkontaminasi telur cacing adalah daging. Saat ini, banyak lembaga pengawas makanan yang melakukan sidak ke pasar daging dan kemudian menemukan penjual yang nakal dengan menjual daging sapi terkontaminasi cacing.

Jari yang kotor
Awasi anak Anda terutama ketika mereka sedang bermain, karena salah satu penyebab cacingan pada anak  adalah jari yang kotor. Dengan jari yang kotor serta belum dicuci bersih, maka cacing dan telurnya bisa saja masih tertinggal di jari mereka. kemudian, masuk ke mulut di saat anak makan. untuk itu, amat diajurkan melakukan pembersihan secara teratur terhadap tangan anak, dan kemudian memotong kuku anak Anda minimal seminggu sekali.

Proses memasak yang kurang baik
Jika memasak, maka masaklah makanan hingga matang. Karena, dengan makanan yang masih relatif mentah atau setengah matang, kemungkinan cacing belum mati dan masih bisa berkembang biak dengan bebas. Juga, sebelum Anda memutuskan untuk memasak suatu bahan makanan, pastikan Anda telah mencucinya dengan sangat bersih terutama untuk kategori sayuran serta daging.

Lingkungan yang kotor
Lingkungan yang kotor, akan memiliki lebih banyak bakteri, kuman, dan cacing-cacing yang berkeliaran. Untuk itu sangat penting jika kebersihan lingkungan dijaga sebaik mungkin terlebih untuk Anda yang menginginkan kesehatan untuk si kecil.

Untuk itu, para orang tua harusnya lebih mengetahui secara lebih dalam mengenai gejala penyakit cacingan, agar si kecil bisa segera mendapatkan pertolongan dan cacing tidak terlalu lama bersarang. Apa saja gejala yang dapat diperlihatkan oleh si kecil jika ia menderita cacingan? Berikut diantaranya:

1. Lesu dan lemas akibat kurang darah (anemia)
Disebabkan oleh cacing tambang, membuat tubuh menjadi lemas kekurangan darah karena dihisap cacing.

2. Berat badan rendah karena kekurangan gizi
Nutrisi yang seharusnya diserap oleh tubuh juga menjadi makanan cacing.

3. Batuk tak sembuh-sembuh
Ada juga cacing yang dapat hidup di paru-paru sehingga menyebabkan batuk yang tak sembuh-sembuh.

4. Nyeri di perut
Cacingan juga dapat menimbulkan sakit perut yang dapat menyebabkan diare.

Perilaku hidup sehat adalah cara terbaik menghindari cacingan. Karena cacing kebanyakan hidup di tanah maka hindari pula si kecil bermain tanah, sebab bisa saja cacing masuk melalui kuku jarinya.

Demikianlah, artikel mengenai Penyebab Cacingan Pada Anak yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon dimaklumi karena masih sama-sama dalam tahap belajar. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Jaga selalu kesehatan keluarga terlebih anak-anak kita, penerus bangsa Indonesia!