Tanda Anak Mengalami Keterlambatan Dalam Keterampilan Motorik

Umumnya, pada tiap anak memiliki kecepatan perkembangan dalam pertumbuhan yang berbeda. Adapun jika mengalami keterlambatan pada perkembangan keterampilan motorik anak biasanya berhubungan dengan adanya gangguan keterampilan motorik kasar, contohnya saat merangkak, berjalan atau lainnya yang berhubungan dengan keterampilan motorik halus seperti saat menggunakan jari-jari tangan dalam menggenggam sendok.

Tanda Anak Mengalami Keterlambatan Dalam Keterampilan Motorik

Penyebab Keterlambatan Keterampilan Motorik Anak.

Biasanya, anak-anak yang lahir prematur terkadang tidak mengalami perkembangan otot tubuh dengan kecepatan yang sama dengan anak-anak lainnya. Anak-anak yang kurang memperoleh stimulasi saat masih kecil atau menderita autisme kemungkinan bisa mengalami disfungsi integrasi sensorik.

Gangguan kompleks tersebut dapat menyebabkan gangguan pada panca indera, diantaranya :

  • Memiliki reaksi berlebihan saat disentuh, atau merasa sakit.
  • Mengalami ketakutan yang berlebih akibat suatu gerakan, merasakan kebutuhan mendesak untuk melakukan gerakan berulang seperti badan yang berputar-putar dan bertepuk tangan.
  • Kesulitan dalam melakukan pergerakan.

Hal-hal lainnya yang mempengaruhi kesulitan dan keterlambatan dalam pergerakan motorik anak, diantaranya :

  • Anak menderita ataksia; merupakan suatu kelainan genetika yang menyebabkan otot mengalami gangguan koordinasi.
  • Menderita Cerebral palsy; yaitu kondisi dimana otak tertentu mengalami kerusakan, biasanya terjadi saat masih bayi atau dalam kandungan, juga saat persalinan.
  • Menderita miopati; kelainan pada otot.
  • Menderita Spina Bifida; kelainan yang menyebabkan kelumpuhan pada sebagian atau  keseluruhan anggota gerak bagian bawah.
  • Menderita gangguan belajar.
  • Menderita gangguan penglihatan.

Tanda Anak Mengalami Keterlambatan Dalam Keterampilan Motorik

— Pada usia 3-4 bulan.

  • Anak tidak berusaha untuk menggapai atau menggenggam atau memegang berbagai benda.
  • Anak tidak dapat menyangga kepalanya dengan baik.
  • Anak tidak berusaha untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya (saat berusia 4 bulan).
  • Anak tidak berusaha untuk bergerak dengan mendorong kakinya saat berada di tempat dengan permukaan rata (saat berusia 4 bulan).

— Pada usia 7 bulan.

  • Memiliki otot yang sangat lemah atau kaku atau keras.
  • Anak tidak menyangga kepalanya saat berada dalam posisi duduk.
  • Hanya berusaha menggapai benda dengan satu tangan atau sama sekali tidak berusaha untuk menggapai benda.
  • Anak mengalami kesulitan untuk memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya.
  • Anak tidak berusaha untuk mengubah posisi tidurnya (saat berusia 5 bulan).
  • Anak tidak dapat duduk tanpa bantuan (saat berusia 6 bulan).
  • Anak tidak dapat menahan berat badannya dengan menggunakan kaki saat anda berusaha untuk membuatnya berdiri.

— Pada usia 1 tahun.

  • Anak tidak pernah merangkak.
  • Menyeret salah satu sisi tubuhnya saat merangkak.
  • Anak tidak dapat berdiri tanpa bantuan.

— Pada usia 2 Tahun.

  • Anak tidak dapat berjalan (saat berusia 18 bulan).
  • Anak tidak berjalan dengan menggunakan seluruh telapak kakinya atau hanya berjalan dengan menggunakan jari kakinya (berjalan jinjit).
  • Anak tidak dapat mendorong mainan beroda.

Harap segera menghubungi dokter anak jika anak Anda mengalami gejala-gejala yang menunjukkan bahwa anak mengalami kemunduran atau hilangnya keterampilan yang telah dikuasai.

(sumber: dokter.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *